Surat Izin Tidak Masuk Kerja: 10 Contoh & Aturan Gaji

Daftar Isi
Demam sejak dini hari, mobil mogok, atau kabar duka pukul lima pagi. Apa pun pemicunya, satu surat izin tidak masuk kerja yang rapi menentukan apakah hari itu tercatat sebagai izin sah atau sebagai mangkir di kartu kehadiran Anda.
Surat izin tidak masuk kerja adalah pemberitahuan tertulis kepada atasan atau HRD yang menerangkan alasan dan tanggal Anda tidak bekerja. Isinya cukup enam hal: tanggal surat, tujuan, identitas dan bagian, alasan, rentang tanggal izin, serta tanda tangan. Kirimkan pada hari yang sama, jangan menunggu kembali masuk.
Artikel ini memuat sepuluh contoh surat izin kerja yang bisa langsung disalin, mulai dari versi sakit sampai versi tulisan tangan untuk pekerja pabrik. Ditambah dua hal yang tidak akan Anda temukan di daftar contoh kebanyakan: kapan gaji Anda tetap dibayar penuh menurut peraturan pengupahan, dan berapa hari absen tanpa keterangan sampai perusahaan berhak melakukan pemutusan hubungan kerja.
Poin Penting
- Kabari atasan pada jam kerja pertama; suratnya boleh menyusul hari itu juga.
- Tulis tanggal izin secara pasti, bukan "beberapa hari" atau "sampai sembuh".
- Upah tetap dibayar hanya untuk alasan tertentu — keperluan keluarga umum tidak termasuk.
- Absen 5 hari kerja berturut-turut tanpa keterangan tertulis membuka jalan PHK.
- Pesan WhatsApp mempercepat kabar, tetapi bukti tertulis yang menyelamatkan Anda.
Butuh cepat? Lompat ke contoh yang paling mendekati situasi Anda lewat tabel berikut. Setiap kotak surat menyediakan tombol Salin di pojok kanan atas.
| Contoh | Cocok untuk |
|---|---|
| 1. Sakit, format standar | Izin satu hari, kantor tertib arsip |
| 2. Sakit, berlampiran surat dokter | Sakit dua hari atau lebih |
| 3. Sakit, versi singkat | Ditulis cepat pagi hari |
| 4. Keperluan keluarga | Acara keluarga yang terencana |
| 5. Keluarga meninggal | Kabar duka mendadak |
| 6. Karyawan pabrik, tulisan tangan | Buruh produksi, sistem shift |
| 7. Versi simple empat baris | Kantor kecil, alur santai |
| 8. Anak atau orang tua sakit | Mendampingi keluarga berobat |
| 9. Guru di sekolah | Guru, ada jam mengajar diganti |
| 10. PNS dan ASN | Pegawai instansi pemerintah |
1. Kapan Perlu Surat dan Kapan Cukup Pesan ke Atasan
Tidak semua ketidakhadiran membutuhkan surat. Yang menentukan bukan panjang izinnya saja, melainkan seberapa besar jejak administrasi yang harus ditinggalkan: absensi sidik jari, penghitungan lembur, sampai penggantian shift.

Polanya berulang hampir di semua perusahaan. Kabar lisan atau pesan singkat berfungsi sebagai pemberitahuan cepat, sementara surat berfungsi sebagai bukti yang disimpan HRD. Dua-duanya bukan pilihan yang saling menggantikan.
| Situasi | Yang biasanya diminta | Catatan |
|---|---|---|
| Sakit ringan 1 hari | Pesan ke atasan + surat menyusul | Sebagian kantor cukup dengan formulir izin |
| Sakit 2 hari atau lebih | Surat izin + surat keterangan dokter | Batas paling umum di peraturan perusahaan |
| Acara keluarga terencana | Formulir cuti diajukan H-3 | Dihitung memotong jatah cuti tahunan |
| Kabar duka mendadak | Pesan pagi itu + surat menyusul | Sering diminta surat kematian dari RT |
| Mengurus dokumen (SIM, paspor, bank) | Surat izin atau izin setengah hari | Umumnya tidak berupah bila di luar cuti |
| Kendaraan rusak, terjebak banjir | Pesan ke atasan + keterangan tertulis | Catat jam kejadian untuk perhitungan absensi |
| Panggilan negara (sidang, wajib pilih) | Surat izin + salinan panggilan resmi | Termasuk kewajiban terhadap negara |
| Izin saat masa percobaan | Surat izin, tanpa terkecuali | Rekam jejak kehadiran sedang dinilai |
Sebagian perusahaan menyebutnya surat izin kantor dan menyediakan formulir tersendiri di meja HRD. Isinya sama, yang berbeda hanya wadahnya. Untuk keterlambatan beberapa jam, kebanyakan tempat kerja cukup meminta keterangan singkat — surat penuh baru diperlukan ketika Anda benar-benar tidak berangkat kerja pada hari itu.
Tanyakan sekali di awal, pakai seterusnya
Setiap perusahaan punya ambang sendiri: ada yang meminta surat dokter sejak hari pertama, ada yang baru pada hari ketiga. Tanyakan langsung ke HRD berapa batasnya dan lewat kanal apa surat diterima. Satu pertanyaan di awal menghemat perdebatan saat Anda sedang tidak enak badan.
2. Izin, Cuti, atau Mangkir: Tiga Status yang Berbeda Akibatnya
Banyak orang menyebut semua ketidakhadiran sebagai "izin". Di sistem kepegawaian, ketiganya dicatat pada kolom yang berbeda dan konsekuensinya jauh berbeda.

| Status | Cara mengajukan | Pengaruh ke upah | Risiko |
|---|---|---|---|
| Cuti tahunan | Formulir cuti, disetujui sebelum tanggalnya | Dibayar penuh | Memotong jatah 12 hari setahun |
| Izin berbayar | Surat izin + bukti pendukung | Dibayar sesuai peraturan pengupahan | Ditolak bila alasannya di luar daftar |
| Izin tanpa upah | Surat izin, disetujui atasan | Tidak dibayar | Menekan komponen tunjangan kehadiran |
| Mangkir | Tidak ada keterangan tertulis | Tidak dibayar | Surat peringatan sampai pemutusan hubungan kerja |
Jatah cuti tahunan sendiri paling sedikit 12 hari kerja setelah seseorang bekerja 12 bulan berturut-turut, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang telah diubah. Cuti inilah yang idealnya dipakai untuk acara keluarga yang sudah diketahui jauh hari.
Yang jarang dijelaskan adalah batas mangkir. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Pasal 36 huruf j, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja bila pekerja mangkir 5 hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan tertulis yang dilengkapi bukti sah, dan telah dipanggil dua kali secara patut dan tertulis. Pasal 51 pada peraturan yang sama menyebut pekerja dalam kondisi itu masih berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah.
Frasa "keterangan secara tertulis" itu kunci
Perhatikan bunyi aturannya: yang menggugurkan status mangkir adalah keterangan tertulis yang dilengkapi bukti sah. Di sinilah surat izin berhenti menjadi formalitas sopan santun dan berubah menjadi alat bukti. Pesan WhatsApp yang tidak pernah ditindaklanjuti surat menempatkan Anda di posisi lemah bila kelak terjadi perselisihan.
3. Aturan Gaji Saat Tidak Masuk Kerja
Pertanyaan yang paling sering muncul setelah surat dikirim: apakah gaji hari itu dipotong? Dasarnya ada di Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Pasal 40 ayat (1) menyatakan upah tidak dibayar apabila pekerja tidak masuk bekerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan — prinsip yang biasa disebut no work no pay.

Prinsip itu punya daftar pengecualian yang rinci. Pasal 41 mengatur besarannya, dan angka-angkanya pasti — bukan kebijakan masing-masing kantor.
| Alasan tidak masuk kerja | Upah yang dibayar |
|---|---|
| Sakit, empat bulan pertama | 100% |
| Sakit, empat bulan kedua | 75% |
| Sakit, empat bulan ketiga | 50% |
| Sakit, bulan berikutnya sebelum PHK | 25% |
| Pekerja perempuan sakit pada hari pertama dan kedua haid | Dibayar, paling lama 2 hari |
| Pekerja menikah | 3 hari |
| Menikahkan anak | 2 hari |
| Mengkhitankan anak | 2 hari |
| Membaptiskan anak | 2 hari |
| Istri melahirkan atau keguguran | 2 hari |
| Suami, istri, orang tua, mertua, anak, atau menantu meninggal | 2 hari |
| Anggota keluarga lain yang tinggal serumah meninggal | 1 hari |
Di luar tabel itu masih ada alasan berupah lain: menjalankan kewajiban terhadap negara, menjalankan ibadah wajib menurut agama (hanya sekali selama bekerja di perusahaan tersebut), melaksanakan tugas serikat pekerja atas persetujuan pengusaha, serta mengikuti pendidikan atau pelatihan dari perusahaan.
Perhatikan satu hal yang mengejutkan banyak orang. "Keperluan keluarga" secara umum — mengantar saudara, menghadiri acara, menemani anak mendaftar sekolah — tidak masuk daftar berupah. Yang disebut peraturan hanya peristiwa spesifik seperti pernikahan, kelahiran, dan kematian. Untuk keperluan keluarga lain, upah hari itu bergantung pada kebijakan perusahaan atau dipotong dari jatah cuti tahunan.
Menariknya lagi, kata "dokter" tidak muncul satu kali pun di peraturan pengupahan tersebut. Kewajiban melampirkan surat keterangan dokter lahir dari peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, bukan dari peraturan nasional. Itu sebabnya ambangnya berbeda-beda antar perusahaan dan sah-sah saja Anda menanyakannya.
4. Struktur Surat Izin Tidak Masuk Kerja: 9 Bagian
Surat izin kerja berbeda dari surat resmi antar-lembaga. Tidak perlu kop, tidak perlu nomor surat, tidak perlu stempel. Yang dinilai HRD hanya kelengkapan datanya.

- Tempat dan tanggal surat di pojok kanan atas. Tanggal penulisan, bukan tanggal izinnya.
- Perihal dan lampiran. Cukup "Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja". Sebut jumlah lampiran bila ada.
- Tujuan surat. Atasan langsung dengan tembusan HRD adalah pola paling aman di perusahaan menengah.
- Salam pembuka. "Dengan hormat," sudah cukup.
- Identitas. Nama lengkap, jabatan atau bagian, dan nomor induk karyawan bila ada.
- Alasan dan rentang tanggal. Satu kalimat alasan, lalu tanggal pasti beserta jumlah harinya.
- Serah terima pekerjaan. Sebutkan siapa yang menangani tugas Anda selama izin.
- Penutup dan salam. Satu kalimat permohonan maaf dan terima kasih.
- Tanda tangan dan nama terang. Untuk surat digital, sematkan tanda tangan digital lalu kirim dalam format PDF.
Bagian ketujuh itulah pembeda antara surat yang disetujui cepat dan surat yang membuat atasan menelepon balik. Menyebut nama rekan yang menggantikan menunjukkan pekerjaan tidak terbengkalai, dan itu pertimbangan pertama seorang supervisor sebelum menandatangani.
Materai tidak diperlukan
Surat izin tidak masuk kerja bukan dokumen perjanjian dan tidak menimbulkan kewajiban keuangan, sehingga tidak perlu dibubuhi materai. Perusahaan yang meminta materai biasanya sedang meminta surat pernyataan — dokumen yang berbeda, umumnya menyusul setelah surat peringatan.
5. Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Kerja dalam 7 Langkah
Menyusun surat izin tidak masuk kerja umumnya selesai dalam sepuluh menit. Tujuh langkah berikut menjaga agar tidak ada bagian penting yang terlewat ketika Anda mengurusnya sambil menahan sakit atau mengejar waktu.

- Kabari atasan lebih dulu. Kirim pesan sebelum jam masuk, bukan setelah rapat pagi berlangsung. Kabar inilah yang mencegah Anda tercatat mangkir.
- Pastikan jalur resminya. Sebagian perusahaan memakai aplikasi kepegawaian, sebagian menerima surat pindai lewat surel, sebagian masih meminta lembar fisik.
- Tentukan status izinnya. Potong cuti tahunan, izin sakit, atau izin tanpa upah. Status ini menentukan kolom mana yang diisi HRD.
- Siapkan datanya. Nama, bagian, nomor induk karyawan, tanggal izin, dan nomor ponsel aktif.
- Tulis suratnya. Pakai contoh yang situasinya paling mirip, lalu tukar isi kurung siku dengan data Anda sendiri.
- Lampirkan buktinya. Surat dokter, salinan panggilan sidang, atau surat kematian dari RT, sesuai alasan yang Anda tulis.
- Pastikan surat diterima. Minta konfirmasi singkat dari atasan atau HRD. Surat yang berhenti di meja piket sama saja dengan surat yang tidak pernah dikirim.
6. Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Sakit
Sakit adalah alasan izin paling umum sekaligus yang paling sering diminta buktinya. Tiga contoh surat izin sakit kerja berikut disusun menaik: dari izin satu hari tanpa lampiran sampai izin yang menyertakan keterangan dokter.
Contoh 1: Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Sakit
[Kota], [tanggal surat]
Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan]
[Jabatan Atasan]
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
Bagian : [bagian atau divisi]
NIK : [nomor induk karyawan]
Dengan ini memberitahukan bahwa saya tidak dapat masuk kerja pada
[hari], [tanggal], karena sedang sakit dan perlu beristirahat atas
anjuran keluarga.
Selama saya tidak masuk, pekerjaan harian saya akan ditangani oleh
Saudara [nama rekan kerja] dan seluruh berkas yang sedang berjalan
sudah saya serahkan sebelumnya.
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan
kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
Contoh 2: Surat Izin Sakit Berlampiran Surat Dokter
[Kota], [tanggal surat]
Perihal : Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Lampiran : 1 (satu) lembar surat keterangan dokter
Kepada Yth.
Bagian Sumber Daya Manusia
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
Bagian : [bagian atau divisi]
NIK : [nomor induk karyawan]
Memberitahukan bahwa saya tidak dapat menjalankan tugas selama
3 (tiga) hari, terhitung sejak [tanggal] sampai dengan [tanggal],
karena harus menjalani perawatan dan istirahat sesuai anjuran dokter.
Bersama surat ini saya lampirkan satu lembar surat keterangan dokter
sebagai bukti.
Apabila kondisi saya membaik lebih cepat, saya akan segera
mengabari dan kembali bertugas.
Demikian surat ini saya buat dengan sebenarnya. Terima kasih atas
perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
Contoh 3: Surat Izin Sakit Versi Singkat
[Kota], [tanggal surat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya, [nama lengkap], bagian [bagian], memberitahukan bahwa hari ini,
[hari, tanggal], saya tidak dapat masuk kerja karena sakit. Saya akan
kembali bertugas pada [tanggal] apabila kondisi sudah pulih.
Atas pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[nama lengkap]
7. Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Keperluan Keluarga
Setelah sakit, dua alasan inilah yang paling banyak dicari: keperluan keluarga dan kabar duka. Sebagian kantor menuliskannya sebagai "ada kepentingan keluarga" atau "urusan keluarga" di formulir — istilahnya berbeda, perlakuannya sama. Keduanya menuntut kejelasan tanggal, dan untuk acara yang sudah diketahui jauh hari, ajukan sejak awal supaya atasan sempat mengatur jadwal.
Contoh 4: Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Keperluan Keluarga
Pakai contoh ini untuk izin karena ada kepentingan yang tidak dapat diwakilkan orang lain — pernikahan saudara, wisuda anak, atau mengantar keluarga ke luar kota.
[Kota], [tanggal surat]
Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan]
[Jabatan Atasan]
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
Bagian : [bagian atau divisi]
NIK : [nomor induk karyawan]
Mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja pada [hari], [tanggal],
karena ada keperluan keluarga yang tidak dapat saya wakilkan, yaitu
[sebutkan singkat, misalnya menghadiri pernikahan adik kandung di
luar kota].
Seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan [sebutkan tugas] telah saya
selesaikan sebelum tanggal tersebut, dan hal mendesak dapat
dikoordinasikan dengan Saudara [nama rekan kerja].
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan izin
yang Bapak/Ibu berikan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
Contoh 5: Surat Izin karena Keluarga Meninggal
[Kota], [tanggal surat]
Perihal : Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Lampiran : 1 (satu) lembar surat keterangan kematian
Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan]
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
Bagian : [bagian atau divisi]
NIK : [nomor induk karyawan]
Memberitahukan bahwa [sebutkan hubungan keluarga, misalnya ayah
kandung] saya, [nama almarhum/almarhumah], telah meninggal dunia
pada [tanggal]. Karena itu saya mohon izin tidak masuk kerja selama
2 (dua) hari, yaitu pada [tanggal] sampai dengan [tanggal], untuk
mengurus prosesi pemakaman dan menemani keluarga.
Bersama surat ini saya lampirkan surat keterangan kematian dari
Ketua RT setempat.
Demikian surat ini saya sampaikan. Terima kasih atas pengertian
Bapak/Ibu.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
8. Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Karyawan Pabrik
Di lingkungan produksi, suratnya lebih ringkas dan hampir selalu berupa tulisan tangan di kertas bergaris. Yang wajib ada justru data yang memudahkan penggantian shift: nomor induk karyawan, nama lini atau seksi, dan nomor regu.
Contoh 6: Surat Izin Karyawan Pabrik Tulisan Tangan
[Kota], [tanggal surat]
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Kepala Bagian [nama seksi]
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
NIK : [nomor induk karyawan]
Seksi : [nama seksi atau lini produksi]
Regu : [regu atau shift]
Memohon izin tidak masuk kerja pada shift [pagi/siang/malam] tanggal
[tanggal], karena [alasan singkat]. Saya sudah mengabari Saudara
[nama rekan] untuk membantu posisi saya selama satu shift tersebut.
Demikian permohonan saya. Atas izin Bapak/Ibu, saya ucapkan
terima kasih.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
Salin ulang, jangan cetak lalu ditandatangani
Di banyak pabrik, surat izin diperiksa bersamaan dengan kartu absensi dan disimpan sebagai lembar fisik. Menyalin ulang contoh di atas dengan tangan di kertas folio bergaris lebih diterima daripada hasil cetak, karena tulisan tangan sekaligus berfungsi sebagai penanda keaslian.
9. Contoh Surat Izin Simple dan untuk Anak Sakit
Tidak semua kantor menuntut surat panjang. Dua contoh berikut untuk situasi yang lebih ringan: kantor kecil dengan alur santai, dan izin karena harus mendampingi anggota keluarga berobat.
Contoh 7: Surat Izin Tidak Masuk Kerja Simple
[Kota], [tanggal surat]
Kepada Yth. Bapak/Ibu [Nama Atasan]
Dengan hormat, saya [nama lengkap] dari bagian [bagian] memohon izin
tidak masuk kerja pada [hari, tanggal] karena [alasan singkat].
Atas izin dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[nama lengkap]
Contoh 8: Surat Izin Tidak Masuk Kerja karena Anak Sakit
[Kota], [tanggal surat]
Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Kepada Yth.
Bapak/Ibu [Nama Atasan]
PT [Nama Perusahaan]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
Bagian : [bagian atau divisi]
NIK : [nomor induk karyawan]
Memohon izin tidak masuk kerja pada [hari], [tanggal], karena harus
mendampingi [anak/orang tua] saya yang sedang sakit untuk menjalani
pemeriksaan di [nama fasilitas kesehatan]. Salinan bukti pemeriksaan
akan saya serahkan setelah kembali bertugas.
Pekerjaan yang mendesak pada hari tersebut dapat dihubungkan kepada
Saudara [nama rekan kerja].
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian
Bapak/Ibu.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
10. Contoh Surat Izin untuk Guru, PNS, dan ASN
Lingkungan sekolah dan instansi pemerintah punya dua kebiasaan tambahan: surat ditujukan kepada kepala satuan kerja, dan ada keterangan siapa yang menggantikan tugas.
Untuk izin siswa, formatnya berbeda dan sudah dibahas terpisah di panduan surat izin sekolah.
Contoh 9: Surat Izin Tidak Masuk Kerja untuk Guru
[Kota], [tanggal surat]
Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Mengajar
Kepada Yth.
Bapak/Ibu Kepala [Nama Sekolah]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
NIP/NUPTK : [nomor kepegawaian]
Jabatan : Guru mata pelajaran [mata pelajaran]
Memohon izin tidak masuk mengajar pada [hari], [tanggal], karena
[alasan singkat]. Jam mengajar saya di kelas [kelas] pada hari
tersebut akan diisi dengan tugas mandiri yang sudah saya titipkan
kepada [nama guru piket/rekan sejawat].
Demikian permohonan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan izin
Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
Contoh 10: Surat Izin Tidak Masuk Kerja untuk PNS dan ASN
[Kota], [tanggal surat]
Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
Kepada Yth.
Kepala [Nama Instansi]
di tempat
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [nama lengkap]
NIP : [nomor induk pegawai]
Pangkat : [pangkat/golongan]
Jabatan : [jabatan]
Unit : [unit kerja]
Dengan ini mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja pada
[hari], [tanggal], karena [alasan singkat]. Selama saya tidak
bertugas, pekerjaan pada unit saya akan dikoordinasikan oleh
[nama rekan kerja dan jabatannya].
Demikian permohonan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.
Hormat saya,
[tanda tangan]
[nama lengkap]
NIP [nomor induk pegawai]
11. Surat Izin Kerja Tulis Tangan atau Diketik?
Pertanyaan ini muncul hampir setiap kali, dan jawabannya bergantung pada cara perusahaan menyimpan arsip. Keduanya sah, keduanya diterima, tetapi ada situasi yang jelas lebih cocok untuk masing-masing.

| Aspek | Tulis tangan | Diketik |
|---|---|---|
| Cocok untuk | Pabrik, toko, kantor kecil | Perusahaan dengan arsip digital |
| Kecepatan | Langsung, tanpa perangkat | Perlu komputer atau ponsel |
| Pengiriman | Diantar atau dititipkan | Surel atau aplikasi kepegawaian |
| Keaslian | Tulisan sekaligus penanda | Butuh tanda tangan digital atau pindaian |
| Risiko | Sulit terbaca, mudah terselip | Tertumpuk di kotak masuk tanpa balasan |
Untuk versi tulis tangan, pakai kertas folio bergaris atau kertas HVS polos ukuran A4, tinta hitam atau biru tua, dan tulis dalam satu halaman. Hindari mencoret. Bila salah, ambil lembar baru — coretan pada surat resmi membuat pembacanya ragu apakah tanggalnya sempat diubah.
Format Surat Izin Tidak Masuk Kerja di Word
Untuk versi diketik, aturannya sederhana: kertas A4, margin standar 2,54 cm, huruf Times New Roman 12 atau Arial 11, dan cukup satu halaman. Yang justru menentukan adalah langkah terakhir — ekspor ke PDF sebelum mengirim. Berkas Word mentah bisa bergeser tata letaknya di komputer penerima, dan surat yang barisnya berantakan terbaca seperti dokumen yang dikerjakan asal jadi.
Bila kantor Anda sudah menyediakan template atau formulir izin sendiri, pakai itu. Kolomnya disesuaikan dengan sistem absensi mereka, sedangkan surat bebas memaksa petugas rekap memindahkan datanya secara manual — dan berkas yang merepotkan cenderung mengendap lebih lama di antrean.
12. Izin Lewat WhatsApp dan Email ke Atasan
Hampir semua izin sekarang dimulai dari pesan singkat. Anggap pesan itu sebagai pemberitahuan, bukan pengganti surat — kecuali perusahaan Anda memang menetapkan pesan sebagai kanal resmi.

Pesan izin yang baik memuat empat hal dalam waktu kurang dari sepuluh detik baca: sapaan, alasan, rentang tanggal, dan siapa yang menangani pekerjaan. Tanpa itu, atasan Anda harus membalas untuk bertanya.
Izin sakit ke atasan:
Selamat pagi, Bapak/Ibu [nama]. Mohon maaf mengganggu waktunya.
Saya [nama], bagian [bagian]. Hari ini saya sakit [keluhan singkat]
dan tidak dapat masuk kerja. Pekerjaan [sebutkan] sudah saya
titipkan ke [nama rekan]. Surat izin menyusul saya kirim hari ini
juga. Terima kasih atas pengertiannya.
Izin keperluan mendadak:
Selamat pagi, Bapak/Ibu [nama]. Saya [nama] dari bagian [bagian].
Mohon izin tidak masuk kerja hari ini, [tanggal], karena [alasan
singkat]. Saya akan kembali bertugas besok dan hal mendesak bisa
menghubungi saya lewat nomor ini. Terima kasih.
Untuk surel, tulis subjek yang langsung terbaca di daftar pesan: Izin Tidak Masuk Kerja - [Nama] - [Tanggal]. Isi badan surelnya sama dengan contoh surat di atas, dan lampirkan berkas PDF-nya bila HRD meminta arsip terpisah.
Simpan bukti percakapannya
Pesan terkirim bukan berarti pesan dibaca. Minta balasan singkat berupa persetujuan, lalu simpan tangkapan layarnya. Bila kelak absensi Anda tercatat kosong tanpa keterangan, percakapan itulah yang membuktikan Anda sudah memberi kabar pada hari yang sama.
13. Surat Dokter dan Surat Keterangan RT
Dua dokumen ini paling sering diminta sebagai lampiran, dan keduanya diurus dengan cara yang sangat berbeda.

Surat keterangan dokter diperoleh dari puskesmas, klinik, rumah sakit, atau layanan telemedis. Yang diperiksa HRD hanya empat hal: nama pasien, tanggal pemeriksaan, lama istirahat yang dianjurkan, serta nama dan tanda tangan dokter beserta nomor surat izin praktiknya. Surat dari layanan telemedis kadang ditolak perusahaan yang meminta stempel basah, jadi pastikan lebih dulu. Rincian bentuk dan keabsahannya sudah dibahas di panduan surat izin sakit.
Surat keterangan dari ketua RT dipakai untuk peristiwa yang tidak menghasilkan dokumen medis: kematian anggota keluarga, musibah kebakaran, atau kejadian di lingkungan tempat tinggal. Bawa kartu keluarga dan KTP ke rumah ketua RT, sampaikan keperluannya, dan mintakan tanda tangan beserta stempel. Sebagian kelurahan meminta surat RT diteruskan ke RW sebelum dianggap sah.
Surat palsu bukan jalan pintas
Membeli surat dokter tanpa pemeriksaan berisiko jauh lebih besar daripada kehilangan upah satu hari. Memberikan keterangan palsu kepada perusahaan dapat dijadikan dasar pemberian surat peringatan sampai pemutusan hubungan kerja karena pelanggaran perjanjian kerja, dan pemalsuan surat keterangan dokter memiliki ancaman pidananya sendiri di KUHP. Alasan jujur yang sederhana selalu lebih aman.
14. Cara Menyerahkan Surat dan Menulis Amplopnya

Surat izin fisik biasanya diserahkan langsung, dititipkan ke rekan satu bagian, atau dimasukkan ke kotak surat HRD. Untuk perusahaan besar, tanyakan apakah surat perlu melalui atasan langsung dulu sebelum sampai ke HRD — banyak surat tertahan karena melompati satu jenjang.
Bila menggunakan amplop, tulis pada bagian depan: nama dan jabatan penerima, nama perusahaan, dan keterangan singkat "Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja" di pojok kiri bawah. Nama pengirim beserta bagian dan nomor induk karyawan ditulis di bagian belakang. Pola penulisannya sama dengan amplop surat izin sekolah, hanya berganti tujuan.
Untuk pengiriman digital, satu berkas PDF lebih baik daripada beberapa foto. Beri nama berkasnya dengan pola Izin-[Nama]-[Tanggal].pdf supaya HRD dapat menemukannya kembali saat rekap kehadiran akhir bulan.
15. Kesalahan yang Membuat Izin Ditolak atau Dihitung Alpa
Sebagian besar penolakan bukan soal alasan, melainkan soal cara. Tujuh hal berikut paling sering membuat surat dikembalikan.
- Mengirim surat setelah kembali masuk. Kehadiran sudah terlanjur direkap; mengubahnya perlu persetujuan tambahan.
- Menulis "beberapa hari" atau "sampai sembuh". Petugas absensi mengisi kolom per tanggal dan akan menahan surat yang mengambang.
- Tidak menyebutkan pengganti tugas. Atasan menahan persetujuan sampai memastikan pekerjaan tidak berhenti.
- Alasan yang terlalu rinci. Riwayat penyakit lengkap atau konflik keluarga tidak perlu masuk ke arsip kepegawaian.
- Melewati atasan langsung. Surat yang langsung ke HRD kerap dikembalikan untuk meminta paraf atasan lebih dulu.
- Menyebut lampiran yang tidak disertakan. Surat yang menuliskan "terlampir surat dokter" tanpa berkasnya justru memancing pemeriksaan.
- Mengandalkan pesan singkat saja untuk izin panjang. Untuk izin lebih dari satu hari, keterangan tertulis adalah pembeda antara izin dan mangkir.
Satu hal lagi soal isi surat: alasan yang masuk akal dan bisa dibuktikan selalu lebih aman daripada alasan yang terdengar dramatis. Atasan menolak izin jarang karena alasannya dianggap sepele — lebih sering karena tidak jelas kapan Anda kembali dan siapa yang memegang pekerjaan selama itu.
Bila Anda memang berencana berhenti bekerja, jangan memakai izin berturut-turut sebagai jalan keluar. Prosedurnya berbeda dan haknya juga berbeda — pelajari surat pengunduran diri beserta aturan pemberitahuan 30 hari sebelum tanggal berhenti.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah surat izin tidak masuk kerja harus pakai materai?
Tidak. Surat izin bukan dokumen perjanjian dan tidak memuat kewajiban keuangan, sehingga materai tidak diperlukan. Bila perusahaan meminta materai, kemungkinan yang dimaksud adalah surat pernyataan — dokumen berbeda yang biasanya muncul dalam proses surat peringatan.
Berapa hari sakit yang boleh tanpa surat dokter?
Tidak ada aturan nasional yang menetapkannya. Peraturan pengupahan bahkan tidak menyebut surat dokter sama sekali. Batasnya ditentukan peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, umumnya satu sampai dua hari cukup dengan surat pribadi.
Apakah gaji dipotong kalau izin tidak masuk kerja?
Tergantung alasannya. Prinsip dasarnya upah tidak dibayar bila pekerja tidak bekerja, tetapi peraturan pengupahan mengecualikan sakit, pernikahan, kelahiran, kematian keluarga, kewajiban negara, dan beberapa keadaan lain dengan durasi yang sudah ditetapkan.
Apakah izin lewat WhatsApp sah?
Sah sebagai pemberitahuan bila atasan menerimanya, tetapi berisiko bila hanya berhenti di situ. Aturan pemutusan hubungan kerja menyebut keterangan tertulis yang dilengkapi bukti sah sebagai pembeda dari mangkir, jadi susulkan surat pada hari yang sama.
Berapa hari tidak masuk kerja sampai dianggap mangkir?
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 menyebut lima hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan tertulis yang dilengkapi bukti sah, disertai dua kali panggilan tertulis secara patut, sebagai alasan yang membuka pemutusan hubungan kerja.
Apakah izin karena keperluan keluarga tetap dibayar?
Tidak otomatis. Yang dijamin peraturan hanya peristiwa spesifik seperti menikah, menikahkan atau mengkhitankan anak, istri melahirkan, dan kematian anggota keluarga. Keperluan keluarga di luar itu bergantung pada kebijakan perusahaan atau memotong cuti tahunan.
Surat izin ditujukan ke atasan langsung atau HRD?
Kirim ke atasan langsung dengan tembusan ke HRD. Atasan yang menyetujui ketidakhadiran, sedangkan HRD yang mengarsipkan dan menghitungnya di rekap kehadiran. Melompati atasan adalah penyebab paling umum surat dikembalikan.
Apa bedanya surat izin dan surat cuti?
Surat cuti mengambil jatah cuti tahunan yang jumlahnya paling sedikit 12 hari kerja per tahun dan diajukan sebelum tanggalnya. Surat izin dipakai untuk ketidakhadiran di luar jatah itu, umumnya mendadak, dan tidak selalu berupah.
Bolehkah menulis alasan yang tidak sebenarnya?
Sebaiknya tidak. Keterangan palsu dapat dijadikan dasar sanksi hingga pemutusan hubungan kerja karena melanggar perjanjian kerja, dan alasan yang dibuat-buat mudah terbongkar ketika bukti pendukungnya diminta.
Mana penulisan yang benar, izin atau ijin?
Bentuk bakunya izin. Penulisan "ijin" masih sering dijumpai, bahkan tercetak di sebagian formulir kantor, dan surat Anda tetap sah bila memakainya. Untuk dokumen yang diarsipkan bertahun-tahun, ejaan baku tetap lebih rapi dibaca.
Apakah perusahaan boleh mewajibkan formulir izin sendiri?
Boleh, dan itu lazim. Banyak perusahaan memakai form izin tidak masuk kerja atau aplikasi kepegawaian sebagai jalur resmi. Ikuti jalur tersebut; surat bebas dipakai bila perusahaan tidak menyediakan formulir, atau sebagai lampiran pendukung saat alasannya perlu penjelasan.
Apakah surat izin harus ditulis tangan?
Tidak wajib. Versi diketik dan dikirim sebagai PDF sama sahnya. Tulis tangan hanya lebih lazim di pabrik, toko, dan kantor yang masih menyimpan arsip fisik, karena tulisan tangan sekaligus berfungsi sebagai penanda keaslian.
Penutup
Surat izin tidak masuk kerja hanya butuh sepuluh menit, tetapi menentukan bagaimana satu hari absen tercatat di berkas kepegawaian Anda selama bertahun-tahun. Kabari atasan pada pagi yang sama, tulis tanggalnya secara pasti, sebutkan siapa yang menangani pekerjaan, lalu pastikan suratnya benar-benar sampai dan dibalas.
Salin contoh yang paling mendekati situasi Anda, sesuaikan bagian dalam kurung siku, dan simpan satu berkasnya di ponsel. Lain kali Anda terbangun dengan demam pukul lima pagi, urusan administrasinya sudah selesai sebelum kopi pertama.
Bagikan artikel
Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.
Artikel Terkait

Surat Pengunduran Diri yang Baik dan Sopan (6 Contoh)
Cara membuat surat pengunduran diri yang baik dan sopan: aturan 30 hari, anatomi 8 bagian, 6 contoh siap salin, panduan Word, materai, dan amplop.

Cara Membuat Makalah yang Benar: Struktur & Format Lengkap
Cara membuat makalah yang baik dan benar: urutan struktur dari cover sampai daftar pustaka, format margin dan font standar, serta 6 langkah menulisnya di Word.

Surat Izin Sakit Sekolah: 10 Contoh SD, SMP & SMA
Surat izin sakit sekolah: 10 contoh siap salin untuk SD, SMP, SMA, SMK, aturan kapan wajib surat dokter, versi tulis tangan, dan cara mengurus tugas susulan.
