Lewati ke konten
AhmadWeb
UMUM

Cara Menghitung Persen: Rumus Persentase dan Contoh Soal

Ahmad Saripudin24 menit baca
Simbol persen 3D biru bersandar pada kalkulator biru dengan diagram lingkaran di depannya, ilustrasi cara menghitung persen
Daftar Isi

Cara menghitung persen yang tepat bergantung pada apa yang ditanyakan. "42 itu berapa persen dari 50?" memakai rumus berbeda dengan "berapa 15% dari Rp250.000?", dan keduanya berbeda lagi dengan "harga setelah diskon Rp150.000, berapa harga awalnya?". Kebanyakan salah hitung terjadi karena rumus yang benar dipakai untuk pertanyaan yang salah.

Rumus dasarnya: persentase = nilai bagian ÷ nilai total × 100%. Contoh: 42 soal benar dari 50 soal berarti 42 ÷ 50 = 0,84, lalu 0,84 × 100% = 84%. Untuk mencari X persen dari sebuah angka, kalikan angka itu dengan X, lalu bagi 100.

Poin Penting

  • Berapa persen A dari B? Hitung A ÷ B × 100%.
  • Berapa X% dari B? Hitung B × X ÷ 100.
  • A adalah X% dari berapa? Hitung A ÷ X × 100.
  • Persen kenaikan atau penurunan selalu dibagi nilai lama, bukan nilai baru.
  • Diskon 50% + 20% bukan 70%, melainkan 60%. Persen bertingkat dikalikan, tidak dijumlahkan.

Apa Itu Persen? Pengertian dan Rumus Persentase

Persen adalah perbandingan terhadap angka 100, dan persentase adalah nilai yang dinyatakan dalam persen. Kata persen berasal dari bahasa Latin per centum, artinya "per seratus". Jadi 25% berarti 25 bagian dari setiap 100 bagian, atau sama dengan pecahan 25/100 dan desimal 0,25.

Karena pembandingnya selalu 100, persen memudahkan membandingkan dua hal yang ukurannya berbeda. Nilai 18 dari 20 soal dan 45 dari 50 soal sulit dibandingkan secara langsung. Setelah diubah ke persen, hasilnya jelas: 90% dan 90%, sama baiknya.

Satu persen artinya seperseratus dari keseluruhan. Satu persen dari 1 juta adalah 10.000, dan satu persen dari 1 miliar adalah 10 juta.

Apa itu persen dan rumus hitung persen: 25 dari 100 kotak diarsir sama dengan 25 persen, pecahan 25/100, atau desimal 0,25, dengan rumus hitung persentase bagian dibagi total dikali 100 persen

Rumus menghitung persen yang menjadi dasar semua perhitungan di artikel ini:

Persentase = (nilai bagian ÷ nilai total) × 100%

Nilai bagian adalah angka yang ingin diukur (jumlah soal benar, jumlah siswa hadir, besar potongan harga). Nilai total adalah angka pembandingnya (seluruh soal, seluruh siswa, harga awal).

Persentase atau Presentase? Penulisan yang Benar

Bentuk baku menurut KBBI adalah persentase. "Prosentase" tidak baku, sisa serapan dari bahasa Belanda procent. "Presentase" adalah salah tulis yang tertukar dengan kata presentasi, dan artinya jauh berbeda.

Lambang % ditulis rapat dengan angkanya: 15%, bukan 15 %. Dalam kalimat, angka boleh diikuti kata "persen" seperti "15 persen". Istilah "persenan" hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari, jadi cara menghitung persenan sama saja dengan cara menghitung persen. Kalau ragu memilih prosentase atau persentase dalam tulisan resmi, pakai persentase.

Tiga Pertanyaan Persen dan Rumus Masing-Masing

Hampir semua soal persen, dari diskon toko sampai laporan penjualan, adalah salah satu dari tiga pertanyaan berikut. Kenali dulu pertanyaannya, baru pilih rumus menghitung persentase yang cocok.

PertanyaanYang diketahuiRumusContoh
A. Berapa persen A dari B?Dua angkaA ÷ B × 100%42 dari 50 = 84%
B. Berapa X% dari B?Persen dan totalB × X ÷ 10015% dari 250.000 = 37.500
C. A adalah X% dari berapa?Bagian dan persennyaA ÷ X × 10012 adalah 30% dari 40
Tiga pola cara menghitung persen: mencari berapa persen dari dua angka, cara perkalian persen untuk menghitung X persen dari suatu jumlah, dan cara pembagian persen untuk mencari nilai total, sebagai langkah awal cara mengerjakan persen

Pertanyaan C paling jarang diajarkan, tetapi paling sering muncul dalam urusan uang: harga sebelum diskon, gaji sebelum naik, atau harga sebelum pajak. Bagian 3 membahasnya.

1. Cara Mencari Persentase dari Dua Angka

Pakai cara ini saat Anda punya dua angka dan ingin tahu berapa persen yang satu terhadap yang lain. Inilah cara mencari persen yang paling sering dibutuhkan, dan rumus mencari persen-nya sama dengan rumus dasar di atas. Cara hitung persentase dari dua angka:

  1. Tentukan mana nilai bagian dan mana nilai total.
  2. Bagi nilai bagian dengan nilai total.
  3. Kalikan hasilnya dengan 100, lalu tambahkan tanda %.

Contoh: 28 adalah berapa persen dari 70? Hitung 28 ÷ 70 = 0,4, lalu 0,4 × 100 = 40%. Contoh lain yang sering ditanyakan, 5 dari 1 juta: 5 ÷ 1.000.000 × 100 = 0,0005%.

Langkah 1 terlihat sepele, tetapi di situ kesalahan paling sering terjadi. Cara menghitung persen dari jumlah total, misalnya porsi tiap cabang terhadap total penjualan, juga memakai rumus ini dengan total sebagai pembagi. "Berapa persen siswa perempuan?" berarti yang dibagi adalah jumlah seluruh siswa, bukan jumlah siswa laki-laki.

Cara mencari persentase dan rumus mencari persentase dari dua angka: cari persentase dengan membagi nilai bagian 42 dibagi nilai total 50 menghasilkan 0,84, dikali 100 persen menjadi 84 persen

Contoh: Persentase Nilai Ujian dan Kehadiran Siswa

Nilai ujian dalam persen dihitung dari skor yang diperoleh dibagi skor maksimal. Siswa yang menjawab 42 soal benar dari 50 soal mendapat 42 ÷ 50 × 100% = 84%. Kalau setiap soal berbobot berbeda, pakai total skor, bukan jumlah soal.

Cara menghitung persentase kehadiran siswa sama polanya: jumlah hari hadir dibagi jumlah hari efektif. Siswa yang hadir 58 hari dari 62 hari efektif memiliki kehadiran 58 ÷ 62 × 100% = 93,55%.

Cara menghitung persentase kehadiran siswa per bulan untuk satu kelas: kalikan dulu jumlah siswa dengan hari efektif. Kelas berisi 32 siswa dengan 20 hari efektif seharusnya mencatat 640 kehadiran. Kalau yang tercatat 604, persentase kehadirannya 604 ÷ 640 × 100% = 94,38%.

Nilai rapor biasanya diolah lebih jauh dengan bobot per komponen. Caranya ada di panduan menghitung rata-rata nilai rapor.

2. Cara Menghitung Persen dari Suatu Jumlah (Berapa Rupiah)

Ini pertanyaan B: persennya sudah diketahui, dan Anda ingin tahu nilainya dalam rupiah, orang, atau satuan lain. Cara menghitung persen uang, seperti komisi, potongan gaji, atau uang muka, memakai pola ini. Rumusnya:

Nilai = jumlah total × persen ÷ 100

Contoh: 15% dari Rp250.000 adalah 250.000 × 15 ÷ 100 = Rp37.500. Cara lain yang hasilnya sama: ubah persen ke desimal lebih dulu (15% = 0,15), lalu kalikan: 250.000 × 0,15 = 37.500.

Pertanyaan pendek di kolom pencarian umumnya termasuk pola ini:

  • 10 persen dari 150 = 150 × 0,1 = 15
  • 25 persen dari 200 = 200 × 0,25 = 50
  • 10% dari 100 = 10
  • 1 persen dari 1 juta = Rp10.000
  • 1 persen dari 10 juta = 10.000.000 × 0,01 = Rp100.000
  • 5 persen dari 1 miliar = Rp50 juta
  • 20 persen dari 3 juta = Rp600.000

Tabel Persen dari 1 Juta, 2 Juta, 5 Juta, dan 10 Juta

Kolom menunjukkan jumlah awalnya dalam rupiah. Tabel ini menjawab pertanyaan seperti "5 persen dari 1 juta berapa" atau "10 persen dari 5 juta berapa" tanpa perlu menghitung. Untuk angka lain, cari baris persennya lalu kalikan dengan kelipatannya. Contoh: 5% dari 50 juta = 5% dari 10 juta × 5 = Rp2.500.000.

%1 juta2 juta5 juta10 juta
1%10.00020.00050.000100.000
2%20.00040.000100.000200.000
2,5%25.00050.000125.000250.000
3%30.00060.000150.000300.000
5%50.000100.000250.000500.000
6%60.000120.000300.000600.000
10%100.000200.000500.0001.000.000
15%150.000300.000750.0001.500.000
20%200.000400.0001.000.0002.000.000
25%250.000500.0001.250.0002.500.000
30%300.000600.0001.500.0003.000.000
50%500.0001.000.0002.500.0005.000.000
Cara menghitung persenan uang dengan tabel persen dari 1 juta, 2 juta, 5 juta, dan 10 juta: 5 persen dari 1 juta adalah 50.000 dan 10 persen dari 10 juta adalah 1.000.000

Polanya mudah diingat: 1% dari 1 juta adalah 10.000. Semua angka lain di tabel tinggal kelipatannya, jadi 10 persen dari 1 juta adalah Rp100.000, 20 persen dari 1 juta Rp200.000, 20 persen dari 2 juta Rp400.000, dan 5 persen dari 5 juta Rp250.000.

Menghitung Bunga dalam Persen per Bulan dan per Tahun

Cara menghitung bunga persen juga memakai pola B, hanya diulang tiap periode. Perhatikan satuan waktunya: bunga 1,5% per bulan tidak sama dengan 1,5% per tahun.

Contoh pinjaman Rp10.000.000 dengan bunga flat 1,5% per bulan selama 12 bulan:

  1. Bunga per bulan = 10.000.000 × 1,5% = Rp150.000.
  2. Total bunga = 150.000 × 12 = Rp1.800.000.
  3. Cicilan per bulan = (10.000.000 + 1.800.000) ÷ 12 = Rp983.333.

Bunga flat 1,5% per bulan setara 18% per tahun. Pinjaman berbunga efektif menghitung bunga dari sisa pokok yang terus berkurang, sehingga dengan angka 1,5% per bulan yang sama total bunganya hanya sekitar Rp1.001.600 dan cicilannya ±Rp916.800. Saat membandingkan dua tawaran pinjaman, samakan dulu satuan waktu dan metode bunganya.

Cara menghitung bunga persen per bulan: pinjaman Rp10 juta bunga flat 1,5 persen selama 12 bulan menghasilkan total bunga Rp1,8 juta, sedangkan bunga efektif dengan persen yang sama sekitar Rp1 juta

3. Cara Mencari Nilai Awal Jika Persennya Diketahui

Ini pertanyaan C, dan paling sering keliru. Rumusnya membalik perkalian di pola B:

Nilai total = nilai bagian ÷ persen × 100

Contoh dasar: 12 siswa adalah 30% dari satu kelas. Jumlah siswa di kelas itu 12 ÷ 30 × 100 = 40 siswa.

Dalam urusan harga, yang diketahui biasanya harga setelah potongan atau kenaikan. Kuncinya, ubah dulu persennya menjadi persentase sisa atau persentase akhir:

  • Harga sebelum diskon. Harga setelah diskon 25% adalah Rp150.000. Yang dibayar berarti 75% dari harga awal, sehingga harga awal = 150.000 ÷ 0,75 = Rp200.000.
  • Gaji sebelum naik. Gaji setelah naik 8% menjadi Rp5.400.000. Gaji baru = 108% dari gaji lama, sehingga gaji lama = 5.400.000 ÷ 1,08 = Rp5.000.000.
Cara mencari nilai awal dari persen: harga setelah diskon 25 persen Rp150.000 adalah 75 persen dari harga awal, sehingga harga awal Rp150.000 dibagi 0,75 sama dengan Rp200.000

Jangan menambahkan 25% kembali ke harga diskon. Rp150.000 + 25% = Rp187.500, bukan Rp200.000. Persen diskon dihitung dari harga awal, jadi membaliknya pun harus dengan pembagian.

Iklan

4. Cara Menghitung Persentase Kenaikan dan Penurunan

Persen perubahan mengukur seberapa besar sebuah nilai bertambah atau berkurang dibanding nilai sebelumnya. Rumusnya sama untuk kenaikan dan penurunan:

Persen perubahan = (nilai baru − nilai lama) ÷ nilai lama × 100%

Hasil positif berarti kenaikan, hasil negatif berarti penurunan.

Contoh kenaikan: harga beras naik dari Rp13.500 menjadi Rp15.000 per kilogram. Selisihnya Rp1.500. Kenaikannya 1.500 ÷ 13.500 × 100% = 11,11%.

Contoh penurunan: pengunjung toko turun dari 2.400 menjadi 1.800 orang per bulan. Selisihnya −600. Penurunannya −600 ÷ 2.400 × 100% = −25%, atau turun 25%.

Cara menghitung persentase kenaikan dan penurunan dengan rumus kenaikan persentase: harga beras naik dari Rp13.500 ke Rp15.000 sama dengan 11,11 persen, pengunjung turun dari 2.400 ke 1.800 sama dengan 25 persen

Pembaginya selalu nilai lama. Kalau pembaginya tertukar dengan nilai baru, kenaikan beras tadi terhitung 10%, padahal yang benar 11,11%.

Hal yang sama berlaku saat membandingkan dua harga. Barang A seharga Rp125.000 dan barang B Rp100.000. A lebih mahal 25% dari B (25.000 ÷ 100.000), tetapi B hanya lebih murah 20% dari A (25.000 ÷ 125.000). Selisih rupiahnya sama, pembandingnya berbeda.

Persen dan Poin Persen Itu Berbeda

Saat yang berubah adalah angka persen itu sendiri, misalnya suku bunga atau tingkat pengangguran, ada dua cara menyebutnya. Bunga yang naik dari 5% menjadi 6% berarti:

  • naik 1 poin persen (6 − 5), atau
  • naik 20% (1 ÷ 5 × 100%).

Keduanya benar, tetapi maknanya berbeda. Berita ekonomi yang menulis "naik 1%" untuk kasus ini sebenarnya keliru, karena seharusnya 1 poin persen.

Naik 20% Lalu Turun 20% Tidak Kembali ke Semula

Harga Rp100.000 yang naik 20% menjadi Rp120.000. Turunkan lagi 20%, dan yang tersisa Rp96.000. Harganya tidak pulang ke Rp100.000. Penurunan kedua dihitung dari Rp120.000, jadi potongannya Rp24.000, lebih besar dari kenaikan Rp20.000.

Naik 20 persen lalu turun 20 persen: Rp100.000 menjadi Rp120.000 lalu Rp96.000, sehingga hasil akhirnya turun 4 persen dari harga semula

Kenaikan berturut-turut juga tidak dijumlahkan. Naik 10% dua kali sama dengan dikali 1,1 × 1,1 = 1,21, jadi totalnya naik 21%, bukan 20%.

Kenaikan Lebih dari 100 Persen

Persen perubahan boleh melewati 100%. Penjualan yang naik dari 200 menjadi 500 unit bertambah 300 unit, atau naik 300 ÷ 200 × 100% = 150%.

Perhatikan cara menyebutnya. "Naik 150%" sama dengan "menjadi 250% dari semula". Yang tidak mungkin adalah turun lebih dari 100%, karena turun 100% berarti nilainya sudah nol.

Perbedaan persen dan poin persen: bunga dari 5 persen ke 6 persen naik 1 poin persen atau naik 20 persen, sedangkan cara menghitung kenaikan persentase penjualan dari 200 ke 500 unit menghasilkan naik 150 persen atau menjadi 250 persen

5. Cara Menghitung Diskon Persen

Diskon adalah pola B yang hasilnya dikurangkan dari harga awal, jadi cara menghitung potongan persen sama dengan cara menghitung X% dari harga. Rumus diskon yang dipakai kasir: harga bayar = harga awal × (1 − persen diskon). Ada dua cara hitung diskon persen yang hasilnya sama:

  1. Hitung potongannya dulu. Kemeja Rp240.000 diskon 35%: potongan = 240.000 × 0,35 = Rp84.000, jadi harga bayar = 240.000 − 84.000 = Rp156.000.
  2. Langsung kalikan dengan sisa persennya. Diskon 35% berarti Anda membayar 65%: 240.000 × 0,65 = Rp156.000.

Cara kedua lebih cepat di kalkulator karena hanya satu perkalian. Diskon 20% dikali 0,8, diskon 30% dikali 0,7, dan seterusnya.

Diskon Bertingkat: 50% + 20% Bukan 70%

Pada label "diskon 50% + 20%", potongan kedua berlaku untuk harga hasil potongan pertama, bukan untuk harga awal. Barang Rp300.000 dipotong 50% menjadi Rp150.000, lalu dipotong 20% lagi menjadi Rp120.000. Total potongannya Rp180.000, atau 60% dari harga awal.

Cara menghitung diskon persen bertingkat: harga Rp300.000 diskon 50 persen menjadi Rp150.000, lalu diskon 20 persen menjadi Rp120.000, sehingga total diskon 60 persen bukan 70 persen

Rumus cepatnya: kalikan semua sisa persen, lalu kurangkan dari 1.

Total diskon = 1 − (0,5 × 0,8) = 1 − 0,4 = 0,6 = 60%

Dengan rumus yang sama, diskon 20% + 10% = 1 − (0,8 × 0,9) = 28%, bukan 30%.

6. Cara Menghitung Persentase Keuntungan dan Kerugian

Persentase keuntungan dihitung dari modal atau harga beli. Rumusnya:

Persentase keuntungan = (harga jual − modal) ÷ modal × 100%

Contoh: barang dengan modal Rp40.000 dijual Rp50.000. Labanya Rp10.000, sehingga persentase keuntungannya 10.000 ÷ 40.000 × 100% = 25%.

Kalau barang yang sama terpaksa dijual Rp36.000, ada kerugian Rp4.000. Persentase kerugiannya 4.000 ÷ 40.000 × 100% = 10%.

Pelaku usaha sering memakai ukuran lain, yaitu margin, yang dihitung dari harga jual. Cara menghitung persen dari harga jual inilah yang dipakai di laporan laba rugi. Dari contoh tadi, margin = 10.000 ÷ 50.000 × 100% = 20%. Transaksinya sama, tetapi angkanya berbeda karena pembaginya berbeda.

Rumus persentase keuntungan dan margin: modal Rp40.000 dijual Rp50.000 memberi keuntungan 25 persen dari modal dan margin 20 persen dari harga jual

Menentukan harga jual dari target keuntungan butuh angka modal yang akurat per unit. Cara menyusunnya dibahas di panduan menghitung HPP.

Menghitung Komisi dan Pencapaian Target

Komisi adalah pola B. Tenaga penjual dengan komisi 3% dari penjualan Rp18.000.000 menerima 18.000.000 × 0,03 = Rp540.000.

Pencapaian target adalah pola A. Realisasi Rp42 juta dari target Rp50 juta berarti 42 ÷ 50 × 100% = 84% dari target, atau masih kurang 16%.

7. Cara Menghitung PPN 11 Persen dan Harga Sebelum PPN

PPN sekarang berapa persen? Sejak 1 Januari 2025, tarif PPN resmi adalah 12%. Untuk barang dan jasa yang bukan barang mewah, dasar pengenaan pajaknya (DPP) memakai nilai lain sebesar 11/12 dari harga jual, sehingga tarif efektifnya tetap 11%. Tarif efektif 12% hanya berlaku untuk barang mewah seperti kendaraan tertentu, rumah mewah, dan kapal pesiar. Ketentuannya ada di PMK 131 Tahun 2024 menurut Direktorat Jenderal Pajak.

Harga belum termasuk PPN. Barang Rp200.000 kena PPN 12% × 11/12 × 200.000 = Rp22.000. Hasilnya sama dengan 11% × 200.000. Total yang dibayar Rp222.000.

Harga sudah termasuk PPN (include). Cara menghitung PPN 11 persen yang sudah include berbeda dari cara di atas. Struk menulis Rp333.000 "sudah termasuk PPN". Harga ini adalah 111% dari harga sebelum pajak, jadi pakai pola C:

  • Harga sebelum PPN = 333.000 ÷ 1,11 = Rp300.000
  • PPN = 333.000 − 300.000 = Rp33.000
Cara menghitung PPN 11 persen dan harga sebelum PPN: harga Rp333.000 sudah termasuk PPN dibagi 1,11 menjadi Rp300.000 dengan PPN Rp33.000, bukan dikali 11 persen

Di kalkulator, cukup ketik 333000 ÷ 1,11 = untuk mendapat harga sebelum PPN.

PPN 12 persen untuk barang mewah. Cara menghitung PPN 12 persen tidak memakai DPP 11/12: kendaraan tertentu seharga Rp500.000.000 (belum termasuk pajak) kena PPN 500.000.000 × 12% = Rp60.000.000, di luar PPnBM yang dihitung terpisah.

Kesalahan umumnya adalah mengalikan harga yang sudah termasuk PPN dengan 11%. Hasilnya Rp36.630, lebih besar Rp3.630 dari PPN yang sebenarnya.

Pajak di struk restoran biasanya bukan PPN, melainkan pajak daerah atas makanan dan minuman (PBJT). Tarifnya paling tinggi 10% menurut UU Nomor 1 Tahun 2022, dan tiap daerah menetapkan angkanya sendiri. Pajak 10 persen dari tagihan Rp185.000 berarti Rp18.500, sehingga totalnya Rp203.500.

8. Cara Menghitung Persen di Kalkulator HP

Kalkulator bawaan HP bisa menghitung ketiga pola persen. Urutan tombol berikut berlaku di kalkulator mana pun, termasuk yang tidak punya tombol %:

Yang dicariUrutan tombolHasil
42 berapa persen dari 5042 ÷ 50 × 100 =84
15% dari 250.000250000 × 15 ÷ 100 =37500
Harga setelah diskon 35%240000 × 0,65 =156000
Harga sebelum diskon 25%150000 ÷ 0,75 =200000
Harga setelah ditambah 10%250000 × 1,1 =275000

Pada kalkulator yang punya tombol %, pola B bisa lebih singkat: ketik 250000 × 15 %. Kalkulator bawaan iPhone dan umumnya kalkulator bawaan Android langsung menampilkan 37.500, begitu pula kalkulator saku Casio.

Cara menghitung persen di kalkulator HP: urutan tombol 250000 kali 15 persen menghasilkan 37.500 dan uji tombol persen dengan 100 tambah 10 persen yang menghasilkan 110 atau 100,1 tergantung aplikasinya

Tombol % paling membingungkan saat dipakai untuk penjumlahan atau pengurangan, karena perilakunya berbeda antaraplikasi. Uji sekali di kalkulator Anda dengan mengetik 100 + 10 %:

  • Kalau hasilnya 110, tombol % membaca "10% dari angka sebelumnya". Anda bisa langsung mengetik 250000 − 35 % untuk harga diskon.
  • Kalau hasilnya 100,1, tombol % hanya membagi 10 dengan 100. Pakai cara perkalian di tabel atas.

Untuk urusan uang yang penting seperti tagihan atau gaji, cara perkalian lebih aman karena hasilnya sama di semua kalkulator. Cara menghitung diskon persen di kalkulator pun cukup satu perkalian dengan sisa persennya, misalnya 240000 × 0,65 = untuk diskon 35%.

Cara menghitung persen dengan kalkulator saku fisik sama saja. Bedanya, kalkulator saku biasanya langsung menampilkan hasil setelah tombol % ditekan, tanpa perlu menekan =.

Iklan

9. Cara Menghitung Persen di Excel dan Google Sheets

Cara menghitung persentase di Excel berbeda sedikit dari kalkulator karena Excel menyimpan persen sebagai desimal: 15% disimpan sebagai 0,15. Karena itu, rumus persen di Excel tidak perlu dikali 100. Cukup bagi, lalu ubah formatnya menjadi persen. Tabel berikut memakai angka pertama di B2 dan angka kedua atau persennya di C2; sesuaikan alamat selnya dengan lembar kerja Anda:

Yang dihitungRumus ExcelContoh hasil
Persentase dari dua angka=B2/C2 lalu format %84%
X% dari sebuah angka=B2*C237.500
Persen kenaikan atau penurunan=(C2-B2)/B2 lalu format %11,11%
Harga setelah diskon=B2*(1-C2)156.000
Harga sebelum diskon=B2/(1-C2)200.000
Persen terhadap total kolom=B2/$B$10 lalu format %12,5%

Cara mengubah hasil menjadi persen: pilih selnya, lalu klik tombol % di grup Number pada tab Home, atau tekan Ctrl+Shift+%. Tombol Increase Decimal di sebelahnya menambah angka di belakang koma. Panduan resminya ada di halaman Menghitung persentase di Microsoft Support.

Cara membuat persentase di Excel dengan rumus persentase untuk capaian penjualan per cabang: rumus =C2/B2 diformat persen menghasilkan 84 persen, dan =C2/$C$6 dengan tanda dolar menghitung porsi terhadap total kolom

Dua kesalahan yang paling sering muncul:

  1. Dikali 100 lalu diformat persen. =B2/C2*100 yang diformat % menampilkan 8400%, bukan 84%.
  2. Lupa tanda $ saat rumus disalin ke bawah. Pada rumus persen terhadap total, sel total harus dikunci ($B$10). Tanpa tanda $, baris berikutnya membagi dengan sel kosong dan muncul #DIV/0!.

Kalau ingin membulatkan hasil, bungkus dengan ROUND. Excel dengan pengaturan wilayah Indonesia memakai titik koma sebagai pemisah argumen: =ROUND(B2/C2;4). Total kolom yang menjadi pembagi bisa dibuat dengan rumus penjumlahan di Excel.

Google Sheets memakai rumus persentase Excel yang sama persis. Tombol format persennya ada di bilah alat dengan ikon %.

10. Cara Menghitung Persen Tanpa Kalkulator

Untuk memeriksa harga di toko atau tagihan restoran, beberapa persen bisa dihitung di kepala dengan menggeser koma:

  • 10%: geser koma satu angka ke kiri. 10% dari 85.000 = 8.500.
  • 1%: geser koma dua angka ke kiri. 1% dari 85.000 = 850.
  • 5%: separuh dari 10%. 5% dari 85.000 = 4.250.
  • 15%: 10% ditambah 5%. 15% dari 85.000 = 8.500 + 4.250 = 12.750.
  • 25%: bagi 4. 50%: bagi 2. 20%: 10% dikali 2.
Cara cepat menghitung persen tanpa kalkulator: 10 persen geser koma satu angka, 1 persen geser dua angka, 5 persen separuh dari 10 persen, dan trik tukar posisi 8 persen dari 50 sama dengan 50 persen dari 8

Trik yang jarang diketahui: angka persen dan angka yang dihitung boleh ditukar. 8% dari 50 sama dengan 50% dari 8, yaitu 4. 12% dari 25 sama dengan 25% dari 12, yaitu 3. Pilih urutan yang lebih mudah dihitung.

Mengubah Pecahan dan Desimal ke Persen

Cara mengubah desimal ke persen cukup dengan mengalikan 100, atau menggeser koma dua angka ke kanan. Bilangan 0,6 jika diubah ke persen menjadi 60%, dan 0,075 menjadi 7,5%.

Cara mengubah persen ke desimal adalah kebalikannya, yaitu geser koma dua angka ke kiri: 45% = 0,45. Cara mengubah persen ke pecahan biasa: tulis angkanya di atas 100 lalu sederhanakan, misalnya 45% = 45/100 = 9/20.

Cara mengubah pecahan biasa ke persen: bagi pembilang dengan penyebut, lalu kalikan 100. Contohnya, 2/3 berapa persen? 2 ÷ 3 = 0,6667, jadi 66,67%. Konversi pecahan ke persen yang paling sering dipakai:

PecahanDesimalPersen
1/20,550%
1/30,333…33,33%
2/30,666…66,67%
1/40,2525%
3/40,7575%
1/50,220%
2/50,440%
1/80,12512,5%
3/80,37537,5%
1/100,110%
1/200,055%
1/250,044%
Cara mengubah pecahan ke persen dengan tabel pecahan dan desimal ke persen: 1/2 sama dengan 50 persen, 1/3 sama dengan 33,33 persen, 2/3 sama dengan 66,67 persen, 1/4 sama dengan 25 persen, dan 1/8 sama dengan 12,5 persen

Persen pada Diagram Lingkaran

Satu lingkaran penuh adalah 360°, jadi setiap 1% sama dengan 3,6°. Rumus sudut juring pada diagram lingkaran:

Sudut = persen × 3,6°
Persen = sudut ÷ 3,6°

Data 25% digambar sebagai juring 90°, dan data 40% sebagai juring 144°. Cara menghitung diagram lingkaran persen dari data mentah: ubah dulu ke persen dengan pola A, lalu kalikan 3,6°. Contohnya, 12 dari 40 siswa memilih futsal, jadi 12 ÷ 40 × 100% = 30%, atau juring 108°. Sebaliknya, juring 72° mewakili 72 ÷ 3,6 = 20%. Pastikan semua persen dijumlahkan menjadi 100% sebelum menggambar.

Persen pada diagram lingkaran: setiap 1 persen sama dengan 3,6 derajat, sehingga 25 persen menjadi juring 90 derajat, 40 persen menjadi 144 derajat, dan 35 persen menjadi 126 derajat

Kalau datanya sudah ada di lembar kerja, Excel bisa menghitung sudut dan persennya otomatis. Caranya ada di panduan membuat grafik di Excel.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Menghitung Persen

KesalahanContoh salahYang benar
Pembagi kenaikan memakai nilai baru(15.000 − 13.500) ÷ 15.000 = 10%÷ 13.500 = 11,11%
Diskon bertingkat dijumlahkan50% + 20% = 70%1 − (0,5 × 0,8) = 60%
Harga awal dicari dengan menambah persen150.000 + 25% = 187.500150.000 ÷ 0,75 = 200.000
PPN dari harga yang sudah termasuk pajak333.000 × 11% = 36.630333.000 − (333.000 ÷ 1,11) = 33.000
Poin persen disebut persenBunga 5% → 6% "naik 1%"Naik 1 poin persen, atau naik 20%
Di Excel dikali 100 lalu diformat %Tampil 8400%=B2/C2 saja, lalu format %

Semua kesalahan hitungan persen di tabel itu berakar dari hal yang sama: pembanding atau nilai total yang keliru. Sebelum menekan tombol kalkulator, tanyakan dulu "persen dari apa?".

Contoh Soal Persen dan Pembahasannya

Soal 1. Dari 36 siswa, 27 siswa lulus tanpa remedial. Berapa persen yang lulus tanpa remedial?

Pembahasan: pola A. 27 ÷ 36 × 100% = 75%.

Soal 2. Tabungan Rp4.000.000 mendapat bunga 3% per tahun. Berapa bunga setahun sebelum dipotong pajak?

Pembahasan: pola B. 4.000.000 × 3 ÷ 100 = Rp120.000.

Soal 3. Harga sebuah HP turun dari Rp3.200.000 menjadi Rp2.720.000. Berapa persen penurunannya?

Pembahasan: selisih Rp480.000. 480.000 ÷ 3.200.000 × 100% = 15%.

Soal 4. Setelah diskon 30%, harga sepatu menjadi Rp189.000. Berapa harga sebelum diskon?

Pembahasan: pola C. Yang dibayar 70%, jadi 189.000 ÷ 0,7 = Rp270.000.

Soal 5. 40% dari suatu bilangan adalah 36. Berapa bilangan itu?

Pembahasan: pola C. 36 ÷ 40 × 100 = 90.

Soal 6. Sebuah toko memberi diskon 20% + 10% untuk barang seharga Rp500.000. Berapa harga yang dibayar dan total diskonnya?

Pembahasan: 500.000 × 0,8 = 400.000, lalu 400.000 × 0,9 = Rp360.000. Total diskon Rp140.000, atau 28%.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara hitung persen dengan cepat?

Bagi nilai bagian dengan nilai total, lalu kalikan 100. Untuk mencari X persen dari sebuah angka, kalikan angka itu dengan X lalu bagi 100. Di kepala, mulai dari 10% dengan menggeser koma satu angka ke kiri, lalu gandakan atau bagi dua sesuai kebutuhan.

30% dari 100% itu berapa?

Hasilnya 30%. Seratus persen berarti keseluruhan, jadi 30% dari keseluruhan tetap 30%. Secara desimal, 0,3 × 1 = 0,3.

Diskon 20 persen itu berapa rupiah?

Tergantung harga barangnya. Kalikan harga dengan 0,2. Barang Rp150.000 mendapat potongan Rp30.000, sehingga Anda membayar Rp120.000.

1/3 berapa persen?

Sekitar 33,33%. Hitungannya 1 ÷ 3 = 0,3333, lalu dikali 100. Angka persisnya berulang tanpa akhir, jadi biasanya dibulatkan dua angka di belakang koma.

PPN sekarang berapa persen?

Tarif resminya 12% sejak 1 Januari 2025. Untuk barang dan jasa selain barang mewah, dasar pengenaan pajaknya 11/12 dari harga jual, sehingga PPN yang dibayar tetap setara 11%.

1 persen dari 10 juta berapa?

Rp100.000. Hitungannya 10.000.000 × 1 ÷ 100 = 100.000. Cara cepatnya, geser koma dua angka ke kiri.

10 persennya dari 100 berapa?

Hasilnya 10, karena 100 × 10 ÷ 100 = 10. Pada angka 100, nilai persen selalu sama dengan angkanya.

Mana yang benar, persentase, presentase, atau prosentase?

Yang baku adalah persentase. Prosentase tidak baku, sedangkan presentase adalah salah tulis yang tertukar dengan kata presentasi.

Apakah persen bisa lebih dari 100%?

Bisa, untuk kenaikan atau perbandingan. Penjualan yang naik dari 200 menjadi 500 unit naik 150%. Yang tidak mungkin adalah penurunan lebih dari 100%, karena penurunan 100% sudah berarti nol.

Apa bedanya persen dan poin persen?

Poin persen adalah selisih dua angka persen, sedangkan persen mengukur perubahan relatifnya. Bunga dari 5% ke 6% naik 1 poin persen, atau naik 20% dari angka semula.

Kenapa diskon 50% + 20% bukan 70%?

Potongan kedua berlaku untuk harga yang sudah turun oleh potongan pertama. Harga Rp100.000 menjadi Rp50.000, lalu Rp40.000, sehingga total diskonnya 60%.

Bagaimana cara menghitung persen di kalkulator HP?

Untuk mencari persentase, ketik bagian ÷ total × 100 =. Untuk mencari X persen dari sebuah angka, ketik angka × X % atau angka × X ÷ 100 =. Uji tombol % dengan 100 + 10 % terlebih dahulu. Jika hasilnya 110, tombol % bisa dipakai untuk menghitung harga diskon secara langsung.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan