Lewati ke konten
AhmadWeb
UMUM

Cara Menghitung HPP: Rumus, Contoh Soal & HPP Makanan

Ahmad Saripudin26 menit baca
Kalkulator biru dengan gulungan struk putih di atas tumpukan koin emas, ilustrasi cara menghitung HPP (harga pokok penjualan)
Daftar Isi

Cara menghitung HPP bergantung pada jenis usaha Anda. Toko yang membeli barang jadi memakai rumus persediaan. Warung makan menghitung biaya per porsi dari resep. Pabrik menyusun laporan harga pokok produksi berlapis. Ketiganya sering dicampur dalam satu penjelasan, dan dari situ kebanyakan salah hitung berasal.

HPP adalah harga pokok penjualan, yaitu total biaya langsung atas barang yang laku selama satu periode. Rumus dasarnya: HPP = persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir. Usaha yang membuat produk sendiri menjumlahkan bahan baku, upah pekerja produksi, dan overhead, lalu membaginya dengan jumlah produk.

Poin Penting

  • Toko dan reseller: HPP = persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir.
  • Usaha makanan dan produksi rumahan: HPP per unit = (bahan + tenaga kerja langsung + overhead) ÷ jumlah produk.
  • Hitung harga bahan per gram setelah susut, bukan per bungkus. Selisihnya bisa 20% atau lebih.
  • Markup 30% dan margin 30% menghasilkan harga jual yang berbeda. Pakai margin kalau target Anda persentase keuntungan dari harga jual.
  • Standar akuntansi Indonesia dan UU PPh hanya mengakui metode FIFO atau rata-rata. LIFO tidak dipakai lagi.

HPP Adalah Biaya Barang yang Terjual, Bukan Semua Pengeluaran

Kalau ditanya HPP itu apa, kata kuncinya ada di "yang terjual". Harga pokok penjualan adalah biaya perolehan atau biaya pembuatan barang yang sudah laku, bukan barang yang dibeli. Barang yang masih di gudang pada akhir bulan belum menjadi HPP. Nilainya tetap tercatat sebagai persediaan, dan baru menjadi HPP ketika laku pada periode berikutnya.

Karena itu HPP tidak sama dengan total belanja. Toko yang belanja Rp15 juta dalam sebulan belum tentu punya HPP Rp15 juta. Kalau separuh belanjaan itu belum laku, HPP-nya jauh lebih kecil.

Apa itu HPP dan pengertian HPP: singkatan HPP adalah harga pokok penjualan, jadi HPP artinya biaya barang yang terjual yang dikurangkan dari penjualan bersih di laporan laba rugi untuk mendapat laba kotor

Fungsi dan manfaat HPP ada tiga: mengetahui laba kotor yang sebenarnya, menentukan harga jual yang tidak merugi, dan memantau apakah biaya produksi membengkak dari bulan ke bulan.

Dalam laporan laba rugi, HPP muncul tepat di bawah penjualan bersih. Selisih keduanya disebut laba kotor. Dari laba kotor itu barulah beban operasional seperti sewa toko, gaji admin, dan iklan dikurangkan untuk mendapat laba bersih.

Kepanjangan HPP dan Artinya

HPP singkatan dari Harga Pokok Penjualan. Jadi, arti HPP adalah harga pokok dari barang yang terjual. Di sebagian materi kewirausahaan dan blog kuliner, HPP kepanjangan dari harga pokok produksi juga dipakai, sehingga singkatan HPP bisa bermakna dua dan perlu dilihat dari konteksnya.

Dalam bahasa Inggris (HPP in English), istilahnya cost of goods sold. Beberapa istilah lain merujuk ke hal yang sama atau berdekatan:

IstilahArtiDipakai di
Harga pokok penjualan (HPP)Biaya barang yang terjual dalam satu periodePembukuan UMKM, buku pelajaran
Beban pokok penjualanSama dengan HPPLaporan keuangan perusahaan terbuka
Cost of goods sold (COGS)HPP dalam bahasa InggrisLaporan berbahasa Inggris, aplikasi akuntansi
Harga pokok produksiBiaya produk yang selesai dibuat dalam satu periodePerusahaan manufaktur
Cost of goods manufactured (COGM)Harga pokok produksi dalam bahasa InggrisManufaktur
Harga pokok per porsi / per unitBiaya membuat satu produkUsaha makanan, konveksi, kerajinan

Istilah "HPP makanan" yang populer di kalangan pelaku kuliner sebenarnya adalah harga pokok produksi per porsi. Tidak salah, hanya perlu diingat bahwa rumusnya berbeda dari rumus HPP toko.

Satu lagi yang sering membingungkan: di berita pertanian, HPP berarti Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah dan beras. Itu tidak berhubungan dengan akuntansi usaha.

Komponen HPP: Yang Masuk dan Tidak Masuk

Komponen harga pokok penjualan pada toko adalah persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir. Komponen harga pokok produksi pada usaha yang membuat barang sendiri adalah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead. Untuk memilah biaya satu per satu, patokannya: biaya masuk HPP kalau melekat langsung pada barang yang dijual atau dibuat. Biaya untuk menjalankan usaha secara umum masuk beban operasional.

Masuk HPPTidak masuk HPP (beban operasional)
Harga beli barang daganganSewa toko atau ruang pamer
Ongkos kirim saat membeli barangOngkos kirim saat mengirim ke pembeli
Bahan baku dan bahan penolongGaji kasir, admin, dan pemasaran
Upah pekerja yang membuat produkBiaya iklan dan promosi
Kemasan yang ikut terjualListrik kantor dan internet
Gas, listrik, dan air untuk produksiBunga pinjaman
Penyusutan mesin atau alat produksiPenyusutan kendaraan operasional

Garis ini agak bergeser antarjenis usaha. Sewa dapur produksi masuk overhead dan ikut HPP. Sewa etalase tempat berjualan tidak.

Rumus HPP Berbeda Menurut Jenis Usaha

Cara hitung HPP selalu dimulai dari pertanyaan yang sama: Anda berada di kelompok usaha mana? Rumus yang benar untuk toko akan memberi angka keliru kalau dipakai untuk warung makan, begitu pula sebaliknya.

Rumus menghitung HPP sesuai jenis usaha sebagai cara menentukan HPP: persediaan untuk perusahaan dagang, HPP makanan per porsi, rumus HPP produksi untuk manufaktur, dan biaya langsung layanan untuk usaha jasa
Jenis usahaContohRumus yang dipakai
DagangToko kelontong, reseller baju, toko onlinePersediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir
Produksi skala kecilWarung makan, kedai kopi, kue rumahan(Bahan + tenaga langsung + overhead) ÷ jumlah produk
ManufakturKonveksi, pabrik roti, percetakanLaporan harga pokok produksi, lalu dikoreksi persediaan barang jadi
JasaLaundry, salon, bengkelBiaya bahan habis pakai + tenaga + overhead per layanan

Usaha makanan skala kecil sebetulnya juga manufaktur. Bedanya, persediaan produk jadinya nyaris nol karena makanan habis hari itu juga. Karena itu rumus berlapis manufaktur bisa dipangkas menjadi hitungan per porsi. Cara menghitung HPP produk buatan sendiri lainnya, seperti kue, sabun, atau kerajinan, mengikuti pola yang sama: total biaya satu kali produksi dibagi jumlah produk jadi.

1. Cara Menghitung HPP Perusahaan Dagang

Rumus HPP adalah persediaan awal ditambah pembelian bersih, dikurangi persediaan akhir. Untuk cara menghitung harga pokok penjualan pada perusahaan dagang, rinciannya:

Pembelian bersih =
  pembelian + ongkos angkut pembelian − retur pembelian − potongan pembelian

Barang tersedia untuk dijual =
  persediaan awal + pembelian bersih

HPP =
  barang tersedia untuk dijual − persediaan akhir

Ongkos angkut pembelian ikut ditambahkan karena barang baru siap dijual setelah sampai di toko. Retur dan potongan pembelian dikurangkan karena uang itu kembali atau tidak jadi dibayar.

Rumus harga pokok penjualan atau rumus HPP perusahaan dagang untuk cara hitung HPP: persediaan awal ditambah pembelian bersih menjadi barang tersedia untuk dijual, lalu dikurangi persediaan akhir hasil stock opname

Langkah Menghitung HPP Toko

  1. Catat persediaan awal. Ambil dari persediaan akhir bulan lalu. Toko yang baru buka memakai nol.
  2. Jumlahkan seluruh pembelian barang dagangan selama periode dari nota pemasok.
  3. Tambahkan ongkos angkut pembelian, lalu kurangi retur dan potongan pembelian. Hasilnya pembelian bersih.
  4. Jumlahkan persediaan awal dan pembelian bersih. Inilah barang tersedia untuk dijual.
  5. Hitung persediaan akhir lewat stock opname: hitung fisik barang di rak dan gudang, kalikan dengan harga beli masing-masing.
  6. Kurangkan persediaan akhir dari barang tersedia untuk dijual. Hasilnya HPP periode itu.

Langkah kelima yang paling sering dilewati. Tanpa stock opname, persediaan akhir hanya tebakan, dan HPP ikut meleset.

Contoh Soal HPP Perusahaan Dagang

Contoh perhitungan HPP berikut memakai data Toko Baju Sari bulan Januari:

DataNilai
Persediaan awalRp8.000.000
PembelianRp15.000.000
Ongkos angkut pembelianRp500.000
Retur pembelianRp700.000
Potongan pembelianRp300.000
Persediaan akhir (stock opname 31 Januari)Rp6.500.000
PenjualanRp26.000.000
Retur penjualanRp1.000.000

Penyelesaian:

  1. Pembelian bersih = 15.000.000 + 500.000 − 700.000 − 300.000 = Rp14.500.000
  2. Barang tersedia untuk dijual = 8.000.000 + 14.500.000 = Rp22.500.000
  3. HPP = 22.500.000 − 6.500.000 = Rp16.000.000
  4. Penjualan bersih = 26.000.000 − 1.000.000 = Rp25.000.000
  5. Laba kotor = 25.000.000 − 16.000.000 = Rp9.000.000, atau 36% dari penjualan bersih.

Perhatikan retur penjualan. Ia mengurangi penjualan, bukan HPP. Barang yang dikembalikan pembeli masuk lagi ke rak dan otomatis terhitung saat stock opname.

Kalau disusun sebagai laporan harga pokok penjualan Toko Baju Sari bulan Januari, formatnya seperti ini:

UraianRincian (Rp)Jumlah (Rp)
Persediaan awal8.000.000
Pembelian15.000.000
Ongkos angkut pembelian500.000
Retur pembelian(700.000)
Potongan pembelian(300.000)
Pembelian bersih14.500.000
Barang tersedia untuk dijual22.500.000
Persediaan akhir(6.500.000)
Harga pokok penjualan16.000.000

Mencari Persediaan Akhir atau Pembelian dari Rumus HPP

Soal latihan sering membalik rumusnya, sehingga yang ditanya bukan cara mencari HPP, melainkan salah satu komponennya. Selama tiga dari empat angka diketahui, angka keempat tinggal dicari:

  • Persediaan akhir = persediaan awal + pembelian bersih − HPP
  • Pembelian bersih = HPP + persediaan akhir − persediaan awal
  • Persediaan awal = HPP + persediaan akhir − pembelian bersih

Lalu bagaimana cara menghitung persediaan akhir tanpa HPP? Dalam praktik, persediaan akhir dihitung dengan stock opname. Di soal ujian, biasanya diberi data laba kotor atau persentase margin. Misalnya penjualan bersih Rp25.000.000 dengan margin kotor 36%, maka HPP = 25.000.000 × 64% = Rp16.000.000, lalu persediaan akhir dicari dengan rumus pertama di atas.

2. Cara Menghitung HPP Makanan per Porsi

Warung makan tidak menyimpan stok ayam goreng jadi sampai akhir bulan. Maka cara hitung HPP makanan adalah menghitung biaya membuat satu porsi:

HPP per porsi =
  (bahan + kemasan + tenaga kerja langsung + overhead) ÷ jumlah porsi

Cara paling rapi adalah menghitung per batch, misalnya satu hari produksi, lalu membaginya dengan jumlah porsi yang dihasilkan.

Contoh HPP makanan dan cara hitung HPP makanan per porsi: rincian biaya ayam geprek dari bahan, kemasan, gas, tenaga kerja, dan overhead hingga Rp14.420
Iklan

Hitung Harga Bahan per Gram, Bukan per Bungkus

Rumus untuk tiap bahan:

Biaya bahan per porsi =
  (harga beli ÷ isi bersih terpakai) × takaran per porsi

Kata "isi bersih yang terpakai" itu penting. Daging, ayam, sayur, dan buah menyusut setelah dibersihkan. Selisih antara berat beli dan berat terpakai disebut yield.

Contohnya dada ayam 1 kg seharga Rp55.000. Setelah kulit dan tulangnya dibuang, tersisa 800 gram fillet. Harga efektifnya bukan Rp55 per gram, melainkan 55.000 ÷ 800 = Rp68,75 per gram, atau 25% lebih mahal. Kalau satu porsi memakai 100 gram fillet, biaya ayamnya Rp6.875, bukan Rp5.500.

Yield bahan baku pada HPP makanan: dada ayam 1 kg menyusut menjadi 800 gram fillet sehingga harga efektif per gram naik 25 persen

Susut juga terjadi pada minyak goreng yang dibuang, sayur yang layu, dan nasi sisa. Cara praktis mengukurnya: timbang bahan saat dibeli dan saat siap dipakai selama satu atau dua minggu, lalu pakai rata-ratanya.

Contoh HPP Makanan: Ayam Geprek

Warung ayam geprek memproduksi 40 porsi per hari. Rincian biayanya:

KomponenDasar perhitunganBiaya per porsi
Dada ayam filletRp68,75/gram × 100 gramRp6.875
Tepung bumbuRp18.000/kg × 25 gramRp450
Minyak goreng2 liter @ Rp18.000 habis untuk 40 porsiRp900
NasiBeras Rp14.000/kg menjadi 12 porsiRp1.170
SambalCabai, bawang, garam Rp30.000 untuk 40 porsiRp750
LalapanRp12.000 untuk 40 porsiRp300
KemasanKotak, sendok, kantongRp1.300
Gas LPG 3 kgRp22.000 per tabung habis untuk 80 porsiRp275
Tenaga kerja langsung1 karyawan Rp80.000/hari ÷ 40 porsiRp2.000
OverheadListrik, air, penyusutan wajan dan komporRp400
HPP per porsiRp14.420

Biaya bahan saja (ayam sampai lalapan) Rp10.445. Kalau Anda hanya menghitung bahan, HPP terlihat Rp4.000 lebih murah dari kenyataannya. Selisih sebesar itu cukup untuk membuat warung yang tampak ramai ternyata merugi.

Untuk gas, cara menghitungnya mudah: catat berapa hari satu tabung habis, lalu bagi harga tabung dengan jumlah porsi yang dimasak selama itu. Harga LPG 3 kg berbeda antardaerah, jadi pakai harga yang benar-benar Anda bayar.

Cara Menghitung HPP Minuman per Cup

Minuman dihitung dengan cara yang sama, hanya takarannya mililiter dan gram yang kecil. Contoh es kopi susu gula aren ukuran 250 ml:

KomponenDasar perhitunganBiaya per cup
EspressoBiji kopi Rp200.000/kg × 18 gramRp3.600
Susu UHTRp20.000/liter × 150 mlRp3.000
Gula aren cairRp40.000/liter × 25 mlRp1.000
Es batuPer cupRp300
Cup, tutup, sedotanSatu setRp1.500
Tenaga dan overheadBarista, listrik mesin, airRp2.000
HPP per cupRp11.400
Cara hitung HPP minuman kopi per cup: rincian biaya espresso, susu, gula aren, es, kemasan, serta tenaga dan overhead dalam satu gelas 250 ml

Pada kedai kopi, kemasan dan susu sering lebih mahal dari kopinya sendiri. Jangan lupa menghitung shot espresso yang gagal saat kalibrasi grinder setiap pagi. Kalau 10 gram biji terbuang per hari untuk 50 cup, tambahkan Rp40 per cup.

3. Cara Menghitung HPP Manufaktur (Harga Pokok Produksi)

Harga pokok produksi adalah total biaya produk yang selesai dibuat dalam satu periode. Perusahaan manufaktur punya tiga jenis persediaan: bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Karena itu rumus HPP perusahaan manufaktur bertingkat, dengan harga pokok produksi di tengahnya:

Bahan baku dipakai =
  bahan baku awal + pembelian bahan baku − bahan baku akhir

Total biaya produksi =
  bahan baku dipakai + tenaga kerja langsung + overhead pabrik

Harga pokok produksi =
  total biaya produksi + barang dalam proses awal − barang dalam proses akhir

HPP =
  harga pokok produksi + barang jadi awal − barang jadi akhir
Contoh laporan harga pokok produksi dan perhitungan HPP perusahaan manufaktur dengan rumus HPP manufaktur bertingkat: bahan baku dipakai, total biaya produksi, harga pokok produksi, hingga harga pokok penjualan

Overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain bahan baku dan upah pekerja langsung. Contohnya benang dan kancing pada konveksi, listrik mesin, gaji mandor, perawatan mesin, dan penyusutan gedung produksi.

Ada dua metode perhitungan harga pokok produksi yang diajarkan di akuntansi biaya. Metode harga pokok pesanan (job order costing) menghitung biaya per pesanan, cocok untuk percetakan atau konveksi yang menerima order seragam sekolah. Metode harga pokok proses (process costing) menghitung biaya per departemen per periode lalu membaginya dengan jumlah unit, cocok untuk pabrik roti atau air minum kemasan yang produksinya terus-menerus. Contoh di bawah memakai pola periode bulanan.

Perbedaan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan

Harga pokok produksiHarga pokok penjualan
MengukurBiaya produk yang selesai dibuatBiaya produk yang terjual
Dipakai olehManufakturSemua jenis usaha
LetakLaporan harga pokok produksiLaporan laba rugi
HubunganMenjadi masukan untuk HPPDihitung dari harga pokok produksi

Kalau semua produk yang selesai dibuat bulan itu habis terjual, dan tidak ada stok barang jadi di awal maupun akhir bulan, kedua angka itu sama.

Contoh Laporan Harga Pokok Produksi

Konveksi kaus mencatat data bulan Maret:

DataNilai
Persediaan bahan baku awalRp12.000.000
Pembelian bahan bakuRp40.000.000
Persediaan bahan baku akhirRp10.000.000
Tenaga kerja langsungRp18.000.000
Overhead pabrikRp9.000.000
Barang dalam proses awalRp3.000.000
Barang dalam proses akhirRp4.000.000
Kaus selesai dijahit4.000 potong
Barang jadi awal300 potong, Rp5.100.000
Barang jadi akhir500 potong

Penyelesaian:

  1. Bahan baku dipakai = 12.000.000 + 40.000.000 − 10.000.000 = Rp42.000.000
  2. Total biaya produksi = 42.000.000 + 18.000.000 + 9.000.000 = Rp69.000.000
  3. Harga pokok produksi = 69.000.000 + 3.000.000 − 4.000.000 = Rp68.000.000
  4. HPP per unit (harga pokok produksi per unit) = 68.000.000 ÷ 4.000 = Rp17.000 per kaus
  5. Barang jadi akhir = 500 × 17.000 = Rp8.500.000
  6. HPP = 68.000.000 + 5.100.000 − 8.500.000 = Rp64.600.000

Jadi, cara menghitung harga pokok produksi per unit, yang sering disebut HPP per unit, adalah membagi harga pokok produksi dengan jumlah produk jadi pada periode yang sama.

Cek silang: kaus yang terjual = 300 + 4.000 − 500 = 3.800 potong. Dikali Rp17.000 hasilnya Rp64.600.000, sama dengan langkah 6. Cek semacam ini berguna untuk menangkap salah ketik.

Rumus HPP PKWU dan Contoh HPP Produk

Rumus HPP PKWU, yang diajarkan dalam pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA, adalah versi ringkas: HPP = biaya bahan baku + biaya tenaga kerja + biaya overhead, lalu dibagi jumlah produk. Itu sama dengan langkah 2 dan 4 di atas, tanpa koreksi persediaan. Soal yang muncul biasanya berupa produk olahan rumahan.

Contoh soal: sebuah kelompok siswa memproduksi 200 bungkus keripik singkong dengan biaya bahan baku Rp400.000, tenaga kerja Rp150.000, dan overhead (gas, plastik kemasan, label) Rp90.000. Laba yang diinginkan 25% dari HPP.

  1. Total biaya produksi = 400.000 + 150.000 + 90.000 = Rp640.000
  2. HPP per bungkus = 640.000 ÷ 200 = Rp3.200
  3. Laba per bungkus = 25% × 3.200 = Rp800
  4. Harga jual = 3.200 + 800 = Rp4.000 per bungkus
Rumus HPP PKWU dan cara hitung HPP produk keripik singkong: bahan baku, tenaga kerja, dan overhead dibagi 200 bungkus sehingga HPP produk adalah Rp3.200, lalu ditambah laba yang diinginkan menjadi harga jual Rp4.000

Soal pilihan ganda sering menanyakan kalimat "HPP ditambah dengan laba yang diinginkan adalah cara menghitung …". Jawabannya harga jual, dengan metode yang disebut cost-plus pricing. Metode ini sama dengan rumus markup yang dibahas di bagian harga jual.

4. Cara Menghitung HPP Usaha Jasa

Usaha jasa tidak menjual barang, tetapi tetap punya biaya langsung per layanan. Rumusnya mengikuti pola usaha makanan: jumlahkan biaya yang habis untuk melayani, lalu bagi dengan satuan layanan.

Contoh laundry kiloan dengan volume 800 kg sebulan:

KomponenDasar perhitunganBiaya per kg
Deterjen cair5 liter Rp90.000 untuk 100 kgRp900
Pewangi dan pelembut5 liter Rp75.000 untuk 100 kgRp750
Plastik dan labelPer kg cucianRp300
Listrik dan airMesin cuci, pengering, setrikaRp1.200
Tenaga kerjaRp2.400.000/bulan ÷ 800 kgRp3.000
Penyusutan mesinRp9.000.000 ÷ 48 bulan ÷ 800 kgRp234
HPP per kgRp6.384
Cara menghitung HPP perusahaan jasa laundry kiloan per kg dari biaya deterjen, pewangi, plastik, listrik dan air, tenaga kerja, serta penyusutan mesin

Dengan harga jual Rp8.000 per kg, laba kotornya Rp1.616 per kg atau sekitar 20%. Angka itu tipis. Menaikkan volume ke 1.000 kg dengan karyawan yang sama akan menurunkan biaya tenaga ke Rp2.400 per kg, dan inilah alasan laundry mengejar volume.

Satu catatan untuk penyusutan: mesin seharga Rp9 juta dengan umur pakai empat tahun "memakan" Rp187.500 per bulan. Biaya ini tidak terasa karena tidak ada uang keluar tiap bulan, tetapi saat mesin rusak Anda perlu uang untuk menggantinya.

Metode FIFO dan Rata-Rata dalam Perhitungan HPP

Harga beli barang jarang tetap. Pertanyaannya, kalau barang yang sama dibeli dengan dua harga berbeda, harga mana yang dipakai untuk menghitung HPP?

Ada dua metode yang diakui:

  • FIFO (first in, first out): barang yang masuk lebih dulu dianggap keluar lebih dulu.
  • Rata-rata tertimbang: semua barang dinilai dengan harga rata-rata.

Contoh: stok awal 100 unit @ Rp10.000, lalu dibeli lagi 200 unit @ Rp11.000. Selama bulan itu terjual 220 unit.

MetodeHPPPersediaan akhir (80 unit)
FIFO100 × 10.000 + 120 × 11.000 = Rp2.320.00080 × 11.000 = Rp880.000
Rata-rata220 × Rp10.666,67 = Rp2.346.66780 × Rp10.666,67 = Rp853.333
LIFO (tidak diakui)200 × 11.000 + 20 × 10.000 = Rp2.400.00080 × 10.000 = Rp800.000
Metode FIFO dan rata-rata dalam perhitungan HPP dibandingkan LIFO: ketika harga beli naik, FIFO memberi HPP terendah dan LIFO tertinggi

Ketika harga naik, FIFO memberi HPP terendah dan laba tertinggi. Metode apa pun yang dipakai, jumlah HPP dan persediaan akhir selalu sama dengan barang tersedia untuk dijual, yaitu Rp3.200.000.

Metode LIFO (last in, first out) masih muncul di beberapa artikel, tetapi sudah tidak dipakai di Indonesia. Standar persediaan yang kini bernomor PSAK 202 (dahulu PSAK 14) menghapus LIFO sejak revisi 2008. Aturan pajaknya sejalan: Pasal 10 ayat (6) UU Pajak Penghasilan menilai persediaan dengan cara rata-rata atau mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama, seperti dijelaskan dalam kamus pajak DDTC tentang metode FIFO.

Untuk UMKM, pilih salah satu dan pakai secara konsisten. Rata-rata lebih mudah dihitung di lembar kerja. FIFO lebih cocok untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa karena memang barang lama yang harus keluar dulu.

Iklan

Cara Menentukan Harga Jual dari HPP

Banyak pelaku usaha menyebut HPP sebagai "modal per porsi" atau modal per barang, sehingga cara menghitung modal dan harga jual pada dasarnya satu rangkaian. HPP adalah batas bawah. Menjual di bawah HPP berarti setiap transaksi merugi, seramai apa pun pembelinya. Cara menghitung harga jual dari HPP memakai salah satu dari dua rumus harga jual berikut:

Markup : harga jual = HPP × (1 + markup)
Margin : harga jual = HPP ÷ (1 − margin)

Markup dan Margin Tidak Sama

Markup dihitung dari HPP. Margin dihitung dari harga jual. Dengan HPP ayam geprek Rp14.420:

Target 30%PerhitunganHarga jualUntung per porsiUntung ÷ harga jual
Markup 30%14.420 × 1,3Rp18.746Rp4.32623,1%
Margin 30%14.420 ÷ 0,7Rp20.600Rp6.18030,0%
Rumus harga jual dan cara menentukan harga jual dari HPP dengan markup dan margin: rumus menghitung harga jual ini memberi Rp18.746 untuk markup 30 persen dan Rp20.600 untuk margin 30 persen dari HPP Rp14.420

Cara menghitung margin keuntungan untuk memeriksanya: (harga jual − HPP) ÷ harga jual × 100%. Selisih kedua cara di tabel hampir Rp2.000 per porsi. Pemilik usaha yang berniat "untung 30%" lalu memakai rumus markup sebenarnya hanya mendapat 23%. Kalau target Anda persentase dari omzet, pakai rumus margin.

Setelah itu, bulatkan ke angka yang wajar di mata pembeli, misalnya Rp21.000, lalu bandingkan dengan harga pesaing di sekitar Anda. Kalau harga pasar jauh di bawah hasil hitungan, yang perlu diperiksa adalah HPP-nya: bahan mana yang terlalu mahal atau takaran mana yang berlebihan.

Harga Jual di Aplikasi Pesan-Antar

Aplikasi pesan-antar memotong komisi dari harga menu. Kalau potongannya 20%, harga Rp21.000 hanya menyisakan Rp16.800 untuk Anda. Agar penerimaan bersihnya sama dengan harga di warung:

Harga di aplikasi = harga offline ÷ (1 − komisi)
                  = 21.000 ÷ 0,8 = Rp26.250
                  → dibulatkan Rp26.500

Besaran komisi, biaya layanan, dan pajak atas komisi berbeda antarplatform dan jenis kemitraan. Ambil angkanya dari aplikasi mitra Anda sendiri, lalu masukkan ke rumus di atas.

Pembayaran QRIS di warung berbeda perlakuannya. Potongan MDR ditanggung pedagang dan tidak boleh dibebankan ke pembeli, jadi harga untuk pembayar QRIS harus sama dengan harga tunai. Untuk usaha mikro, transaksi sampai Rp500.000 tidak dipotong sama sekali; tarif lengkapnya ada di panduan membuat QRIS.

Menghitung BEP dari HPP

Cara menghitung HPP dan BEP saling terkait, karena BEP memakai angka dari rincian HPP. Break even point (BEP) adalah jumlah penjualan saat usaha tidak untung dan tidak rugi. Rumusnya:

BEP (unit) = biaya tetap per bulan
             ÷ (harga jual − biaya variabel per unit)

Di sini HPP perlu dipecah. Tenaga kerja harian dan overhead yang tadi dimasukkan per porsi sebenarnya dibayar tetap setiap bulan, berapa pun porsi yang terjual. Jadi untuk BEP, biaya variabel ayam geprek hanya bahan, kemasan, dan gas: Rp12.020 per porsi.

Misalkan biaya tetap per bulan terdiri dari sewa Rp1.500.000, gaji Rp2.400.000, serta listrik dan air Rp400.000, totalnya Rp4.300.000. Dengan harga jual Rp21.000:

BEP = 4.300.000 ÷ (21.000 − 12.020)
    = 4.300.000 ÷ 8.980
    = 479 porsi per bulan (±16 porsi per hari)
Cara menghitung HPP dan BEP usaha ayam geprek: garis pendapatan memotong garis total biaya di titik impas 479 porsi per bulan, di bawahnya rugi dan di atasnya untung

Penjualan porsi ke-480 dan seterusnya menyumbang laba Rp8.980 per porsi. Perhitungan HPP, harga jual, dan BEP seperti ini juga yang diminta pemodal atau bank dalam proposal usaha, jadi simpan lembar hitungannya. Jangan menghitung tenaga kerja dua kali, yaitu di biaya variabel sekaligus di biaya tetap. Kesalahan ini membuat BEP terlihat jauh lebih tinggi dari kenyataannya.

Cara Menghitung HPP di Excel

Lembar kerja memudahkan Anda memperbarui HPP setiap kali harga bahan berubah. Susun satu baris per bahan dengan lima kolom:

KolomIsiContoh (dada ayam)
ANama bahanDada ayam fillet
BHarga beli55000
CIsi bersih terpakai (gram)800
DTakaran per porsi (gram)100
EBiaya per porsi=B2/C2*D2 → 6875
Tabel HPP di Excel sebagai cara menghitung HPP produk per porsi, dengan kolom harga beli, isi bersih, takaran, serta rumus biaya per porsi dan harga jual

Rumus-rumus yang dipakai:

  • Total HPP per porsi: =SUM(E2:E11)
  • Tanpa kolom E, sekaligus dalam satu sel: =SUMPRODUCT(B2:B11/C2:C11*D2:D11)
  • Harga jual dengan margin 30% yang dibulatkan ke atas per seribu: =ROUNDUP(E12/(1-30%);-3) menghasilkan 21000

Komputer dengan pengaturan wilayah Indonesia memakai titik koma (;) sebagai pemisah argumen rumus, sedangkan pengaturan Inggris memakai koma. Kalau rumus di atas ditolak, ganti pemisahnya. Dasar-dasar fungsi penjumlahan ada di panduan menjumlahkan di Excel, dan cara merapikan tabel beserta format rupiahnya di cara membuat tabel di Excel.

Simpan satu lembar per menu, lalu satu lembar ringkasan yang merujuk total tiap menu. Ketika harga cabai naik, Anda cukup mengganti satu sel dan seluruh HPP ikut berubah.

Biaya yang Paling Sering Terlupa Saat Menghitung HPP

Hampir semua kesalahan HPP berarah sama: angkanya terlalu rendah. Akibatnya harga jual ditetapkan terlalu murah, dan kerugian baru terasa berbulan-bulan kemudian.

Biaya yang sering terlupa saat menghitung HPP: susut bahan, gas, kemasan, upah pemilik sendiri, ongkos kirim pembelian, dan penyusutan alat
  1. Susut bahan. Menghitung ayam dengan harga per kilogram mentah, padahal yang terpakai hanya 80%.
  2. Gas, listrik, dan air produksi. Kecil per porsi, tetapi terasa dalam sebulan.
  3. Kemasan. Pada makanan murah, kotak dan kantong bisa mencapai 10% dari HPP.
  4. Upah pemilik sendiri. Kalau Anda memasak sendiri tanpa menghitung upah, HPP terlihat murah. Masalahnya muncul saat usaha membesar dan pekerjaan itu harus diupahkan ke orang lain.
  5. Ongkos kirim pembelian. Belanja bahan ke pasar induk dengan ongkos Rp50.000 per kali adalah bagian dari harga bahan.
  6. Penyusutan alat. Kompor, freezer, mesin jahit, dan mesin cuci akan diganti suatu hari. Sisihkan biayanya per bulan.
  7. Harga bahan lama. HPP yang dihitung setahun lalu hampir pasti sudah tidak berlaku. Perbarui setidaknya setiap kali harga bahan utama naik.

Satu hal lagi. Pelaku UMKM yang memakai tarif PPh final 0,5% membayar pajak dari omzet, bukan dari laba. Artinya HPP tidak mengurangi pajak mereka. HPP baru mengurangi penghasilan kena pajak bagi wajib pajak yang menyelenggarakan pembukuan. Kalau Anda belum punya NPWP untuk usaha, langkahnya ada di cara membuat NPWP online.

HPP dalam Laporan Keuangan dan Jurnal

Bagian ini untuk pelajar akuntansi dan pemilik usaha yang mulai membuat pembukuan.

HPP masuk laporan laba rugi, bukan neraca. Yang masuk neraca adalah persediaan akhir, sebagai aset lancar. Jadi satu nilai belanja akan terbelah dua: yang terjual menjadi HPP di laba rugi, yang tersisa menjadi persediaan di neraca.

HPP termasuk akun beban dengan saldo normal di debit. HPP bertambah di sisi debit dan berkurang di sisi kredit. Dalam bagan akun banyak usaha, kelompok ini diberi kode awal 5 bersama beban lain, walaupun penomoran akun tidak diatur secara baku.

Laporan HPP dan jurnalnya: akun harga pokok penjualan atau beban pokok penjualan bersaldo normal debit, jurnal perpetual saat penjualan, dan persediaan akhir di neraca

Cara mencatatnya tergantung sistem persediaan:

SistemKapan HPP dicatatJurnal
PerpetualSetiap kali terjadi penjualan(D) Harga pokok penjualan / (K) Persediaan barang dagang
PeriodikAkhir periode, setelah stock opnameHPP dihitung lewat rumus, lalu dicatat dalam jurnal penyesuaian atau penutup

Sistem perpetual cocok untuk usaha yang sudah memakai aplikasi kasir karena stok berkurang otomatis setiap transaksi. Sistem periodik lebih sederhana untuk toko kecil yang mencatat manual, dengan konsekuensi HPP baru diketahui setelah stock opname.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu HPP dan contohnya?

HPP adalah harga pokok penjualan, yaitu biaya langsung untuk barang yang terjual dalam satu periode. Contohnya toko baju dengan persediaan awal Rp8 juta, pembelian bersih Rp14,5 juta, dan persediaan akhir Rp6,5 juta. HPP-nya Rp16 juta.

Apa itu HPP per porsi?

HPP per porsi adalah biaya untuk membuat satu porsi makanan atau satu cup minuman. Isinya bahan setelah susut, kemasan, gas, tenaga kerja langsung, dan overhead, dibagi jumlah porsi dalam satu kali produksi.

Bagaimana contoh soal perhitungan HPP?

Persediaan awal Rp8.000.000, pembelian Rp15.000.000, ongkos angkut Rp500.000, retur Rp700.000, potongan Rp300.000, persediaan akhir Rp6.500.000. Pembelian bersih Rp14.500.000, barang tersedia untuk dijual Rp22.500.000, dan HPP Rp16.000.000.

Apa rumus untuk menghitung HPP dan BEP?

HPP toko = persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir. BEP dalam unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit). Untuk BEP, pisahkan biaya tetap seperti gaji dan sewa dari HPP per unit agar tidak terhitung dua kali.

Apa itu HPP produk?

HPP produk adalah biaya untuk memperoleh atau membuat satu unit produk, misalnya satu kaus, satu bungkus keripik, atau satu porsi makanan. Angka inilah yang dipakai sebagai dasar harga jual per unit.

Apakah beban pokok penjualan sama dengan HPP?

Sama. Beban pokok penjualan adalah istilah yang lazim di laporan keuangan perusahaan besar, sedangkan harga pokok penjualan lebih umum di UMKM dan buku pelajaran. Dalam bahasa Inggris keduanya disebut cost of goods sold (COGS).

HPP masuk laba rugi atau neraca?

Laporan laba rugi, sebagai pengurang penjualan bersih untuk mendapat laba kotor. Persediaan barang yang belum terjual masuk neraca sebagai aset lancar.

Saldo normal HPP di debit atau kredit?

Debit (debet). HPP adalah akun beban, sehingga bertambah di debit dan berkurang di kredit. Pada sistem perpetual, setiap penjualan dicatat dengan mendebit HPP dan mengkredit persediaan barang dagang.

Apakah gaji pemilik usaha masuk HPP?

Kalau pemilik ikut memproduksi, misalnya memasak atau menjahit, masukkan upah yang wajar untuk pekerjaan itu. Tanpanya HPP terlalu rendah dan harga jual tidak cukup ketika pekerjaan itu kelak diupahkan ke orang lain.

Kenapa hasil HPP saya berbeda dengan kalkulator HPP online?

Kalkulator hanya mengolah angka yang Anda masukkan. Perbedaan biasanya berasal dari susut bahan, gas, kemasan, atau penyusutan alat yang tidak diisi. Periksa kembali daftar biaya yang sering terlupa di atas.

Berapa persen HPP yang ideal untuk usaha makanan?

Tidak ada angka baku karena tergantung jenis menu, lokasi, dan harga pasar. Yang lebih berguna adalah memastikan harga jual menutup HPP plus biaya tetap dengan margin yang Anda targetkan, lalu memantau apakah persentase HPP terhadap harga jual naik dari bulan ke bulan.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan