Lewati ke konten
AhmadWeb
KOMPUTER

Switch Adalah: Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Memilih

Ahmad Saripudin17 menit baca
Switch Adalah: Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Memilih
Daftar Isi

Kotak pipih dengan deretan lubang kabel dan lampu berkedip itu ada di hampir setiap kantor, sekolah, dan warnet. Banyak orang menyebutnya "hub", sebagian menyebutnya "switch hub", padahal kedua istilah itu merujuk pada dua perangkat yang cara kerjanya berbeda jauh.

Switch adalah perangkat jaringan yang menghubungkan banyak komputer dalam satu jaringan lokal (LAN) dan meneruskan data hanya ke perangkat tujuan, bukan ke semua perangkat. Switch bekerja di lapisan kedua model OSI dengan membaca MAC address setiap perangkat yang terhubung ke port-nya.

Poin Penting

  • Switch mengenali perangkat lewat MAC address, lalu mengirim data hanya ke port tujuan.
  • Hub menyiarkan data ke semua port; switch menyalurkannya satu per satu — inilah beda utamanya.
  • Switch menghubungkan perangkat di dalam satu jaringan, router menghubungkan antar-jaringan.
  • Tiga jenis pokoknya: unmanaged (pasang langsung pakai), smart, dan managed (bisa dikonfigurasi).
  • Untuk kantor kecil, switch gigabit 8 port unmanaged umumnya sudah lebih dari cukup.

Kata "switch" punya banyak arti

Artikel ini membahas switch sebagai perangkat jaringan komputer. Di konteks lain, "switch" berarti sakelar mekanis (limit switch, ignition switch pada kendaraan), konsol permainan Nintendo Switch, aplikasi pemindah data Smart Switch milik Samsung, atau istilah switch career untuk pindah jalur profesi. Semuanya memakai kata yang sama karena akar maknanya sama: mengalihkan sesuatu dari satu jalur ke jalur lain.

Apa Itu Switch dalam Jaringan Komputer

Switch adalah titik pusat tempat semua kabel jaringan bertemu. Setiap komputer, printer, kamera CCTV, atau access point menancapkan satu kabel ke salah satu port switch, dan sejak itu semuanya bisa saling berkirim data.

Posisi switch dalam jaringan: router menerima internet, switch membagi koneksi ke komputer, printer, CCTV, dan access point
Posisi switch dalam jaringan: router menerima internet, switch membagi koneksi ke komputer, printer, CCTV, dan access point

Posisinya berada di lapisan kedua (Data Link) model OSI. Artinya switch tidak peduli pada alamat IP; yang dibacanya adalah MAC address, yaitu nomor identitas sepanjang 48 bit yang tertanam permanen di setiap kartu jaringan dan ditulis dalam enam pasang heksadesimal seperti A4:BB:6D:1F:20:9C.

Perbedaan lapisan ini yang membuat pembagian tugasnya jelas. Switch mengurus lalu lintas di dalam satu jaringan lokal, sementara alamat IP dan perutean antar-jaringan menjadi urusan router. Dalam topologi jaringan berbentuk star yang kini paling umum dipakai, switch justru menjadi titik pusat tempat semua node terhubung.

Satu hal yang membedakan switch dari perangkat penghubung generasi sebelumnya: setiap port punya jalur sendiri. Dua komputer bisa saling bertukar file lewat port 1 dan 2 sementara dua komputer lain bertukar data di port 5 dan 6, tanpa saling mengganggu. Dalam istilah teknis, tiap port switch adalah collision domain tersendiri.

Fungsi Switch dalam Jaringan

Fungsi switch tidak berhenti pada "membagi koneksi". Ada beberapa pekerjaan yang dilakukannya sekaligus:

  • Mempelajari dan mencatat alamat perangkat. Switch menyimpan daftar MAC address beserta nomor port tempat perangkat itu berada, lalu memakainya sebagai peta pengiriman.
  • Meneruskan data ke tujuan yang tepat. Frame data dikirim hanya ke port yang dituju, sehingga kapasitas jaringan tidak terbuang untuk pengiriman yang sia-sia.
  • Menyaring lalu lintas. Bila pengirim dan penerima berada di port yang sama, switch menahan frame tersebut alih-alih meneruskannya ke seluruh jaringan.
  • Mencegah data berputar tanpa henti. Lewat Spanning Tree Protocol (standar IEEE 802.1D), switch menonaktifkan jalur cadangan yang membentuk lingkaran sehingga data tidak berputar tanpa ujung.
  • Memperkuat sinyal. Frame yang diterima dibangkitkan ulang sebelum diteruskan, sehingga kualitasnya tidak menurun sepanjang rantai perangkat.
  • Menyalurkan listrik lewat kabel jaringan. Pada model PoE, kabel yang sama membawa data sekaligus daya untuk CCTV atau access point.

Pada switch kelas managed, daftar fungsinya bertambah: pemisahan jaringan lewat VLAN (standar IEEE 802.1Q), pembatasan bandwidth per port, penggabungan beberapa kabel menjadi satu jalur gemuk, hingga pemantauan lalu lintas tiap port.

Cara Kerja Switch: Belajar Dulu, Baru Meneruskan

Switch tidak dibekali daftar perangkat sejak pabrik. Ia menyusun sendiri petanya sambil bekerja, dan prosesnya berlangsung dalam empat tahap.

Cara kerja switch membangun tabel MAC address: belajar, membanjiri, meneruskan, dan menghapus entri diam 300 detik
Cara kerja switch membangun tabel MAC address: belajar, membanjiri, meneruskan, dan menghapus entri diam 300 detik

Pertama, belajar (learning). Setiap kali sebuah frame masuk, switch membaca MAC address pengirimnya dan mencatat pasangan "alamat ini ada di port sekian" ke dalam tabel MAC address — sering disebut juga tabel CAM.

Kedua, membanjiri (flooding). Kalau alamat tujuan belum ada di tabel, switch belum tahu harus mengirim ke mana. Frame itu diteruskan ke semua port kecuali port asalnya. Perangkat yang merasa dituju akan membalas, dan dari balasan itulah switch belajar lokasinya.

Ketiga, meneruskan (forwarding). Setelah alamat tujuan tercatat, semua frame berikutnya dikirim langsung ke satu port yang benar. Port lain tidak menerima apa pun.

Keempat, melupakan (aging). Entri yang tidak aktif selama jangka waktu tertentu dihapus otomatis — pada banyak perangkat, patokannya 300 detik atau lima menit. Tanpa mekanisme ini, tabel akan penuh oleh perangkat yang sudah lama dicabut.

Efeknya terasa nyata pada beban jaringan. Di jaringan berisi 24 komputer, satu pengiriman file dengan hub berarti 23 komputer lain ikut menerima paket yang tidak mereka butuhkan. Dengan switch, hanya satu komputer tujuan yang menerimanya.

Tiga Metode Penerusan Frame

Seberapa cepat switch meneruskan data bergantung pada seberapa banyak isi frame yang dibacanya lebih dulu. Ada tiga pendekatan yang dipakai:

MetodeYang dibaca sebelum diteruskanKelebihanKelemahan
Store-and-forwardSeluruh frame, termasuk pemeriksaan galat CRCFrame rusak dibuang, tidak ikut disebarJeda paling besar
Cut-throughHanya 6 byte pertama (MAC tujuan)Jeda paling kecilFrame rusak tetap diteruskan
Fragment-free64 byte pertamaMenyaring frame kerdil akibat tabrakanGalat setelah byte ke-64 lolos

Switch rumahan dan kantoran umumnya memakai store-and-forward karena keandalannya lebih penting daripada selisih jeda yang hanya beberapa mikrodetik. Cut-through dipakai di lingkungan yang sangat sensitif terhadap keterlambatan, misalnya perdagangan saham otomatis.

Perbedaan Switch, Hub, Router, dan Bridge

Empat perangkat ini kerap tertukar karena bentuknya mirip: kotak dengan banyak lubang kabel. Yang membedakannya adalah lapisan tempat mereka bekerja dan cara mereka memperlakukan data.

Perbandingan cara kerja hub yang menyiarkan data ke semua port dan switch yang mengirim hanya ke port tujuan
Perbandingan cara kerja hub yang menyiarkan data ke semua port dan switch yang mengirim hanya ke port tujuan
AspekHubSwitchBridgeRouter
Lapisan OSI1 (Fisik)2 (Data Link)2 (Data Link)3 (Jaringan)
Dasar pengirimanTidak ada, disiarkanMAC addressMAC addressAlamat IP
Tujuan dataSemua portHanya port tujuanAntar-segmenAntar-jaringan
Jumlah port lazim4–85–482–41 WAN + beberapa LAN
Collision domainSatu untuk semuaSatu per portSatu per segmenSatu per antarmuka
Mode kerjaHalf-duplexFull-duplexFull-duplexFull-duplex
Status di pasaranTidak diproduksi lagiStandar saat iniUmumnya sudah menyatu di switchStandar saat ini

Ringkasnya: hub menyiarkan, switch mengantar, router menerjemahkan antar-jaringan. Kalau sebuah paket harus keluar dari jaringan lokal menuju internet, switch akan menyerahkannya ke router — bukan menanganinya sendiri.

Bridge sendiri kini jarang berdiri sebagai perangkat terpisah. Fungsinya menggabungkan dua segmen jaringan sudah diserap ke dalam switch, yang pada dasarnya adalah bridge dengan banyak port.

Iklan

Kenapa Hub Ditinggalkan

Hub bekerja tanpa kecerdasan sama sekali. Sinyal listrik yang masuk lewat satu port disalin apa adanya ke semua port lain, tanpa peduli siapa tujuannya.

Konsekuensinya berat. Seluruh perangkat berbagi satu jalur, sehingga hanya satu perangkat yang boleh mengirim data pada satu waktu. Bila dua perangkat mengirim bersamaan, terjadi tabrakan data dan keduanya harus mengulang. Semakin banyak komputer terpasang, semakin sering tabrakan itu terjadi dan semakin lambat jaringannya.

Ada pula sisi keamanan: karena semua data mengalir ke semua port, siapa pun yang menancapkan laptop ke hub dapat menyadap lalu lintas perangkat lain. Switch menutup celah itu dengan sendirinya, sebab data hanya mengalir ke port yang dituju.

Switch Hub: Kenapa Sebutan Ini Begitu Populer

Di Indonesia, istilah "switch hub" jauh lebih sering terdengar daripada "switch" saja. Toko komputer memakainya sebagai nama produk, teknisi menyebutnya begitu, dan pencariannya di Google jauh melampaui istilah teknis yang benar.

Istilah gabungan ini lahir pada masa peralihan awal 2000-an. Switch mulai menggantikan hub, tetapi orang sudah terlanjur menyebut semua perangkat pembagi jaringan sebagai "hub". Penjual lalu menambahkan kata "switch" di depannya agar pembeli mengerti bahwa barangnya versi yang lebih baru.

Secara teknis penggabungan itu keliru — hub dan switch adalah dua perangkat dengan cara kerja berbeda, seperti sudah dibandingkan di tabel sebelumnya. Namun secara praktis tidak ada yang perlu dikhawatirkan: barang berlabel "switch hub" yang dijual hari ini hampir pasti switch murni. Hub sejati sudah tidak diproduksi massal sejak sekitar 2005, jadi peluang tertukar sangat kecil.

Cara memastikan yang Anda beli benar switch

Lihat spesifikasinya, bukan namanya. Kalau tercantum istilah MAC address table, store-and-forward, full-duplex, atau kapasitas seperti "16 Gbps switching capacity", itu switch. Hub sejati hanya menyebut jumlah port dan kecepatan bersama, tanpa satu pun istilah di atas.

Fungsi switch hub pun sama persis dengan fungsi switch yang dijelaskan di atas: mencatat MAC address, meneruskan data hanya ke port tujuan, dan memberi tiap port jalur sendiri. Satu-satunya perkecualian adalah bila Anda menemukan perangkat hub bekas yang benar-benar hub — perangkat semacam itu sebaiknya tidak dipakai lagi karena akan menahan seluruh jaringan di kecepatan bersama.

Jenis-Jenis Switch yang Perlu Diketahui

Pembagian jenis switch bisa dilakukan dari beberapa sudut, dan ketiganya sering bercampur dalam satu produk.

Tiga jenis switch: unmanaged, smart, dan managed beserta fitur dan sasaran pemakaiannya
Tiga jenis switch: unmanaged, smart, dan managed beserta fitur dan sasaran pemakaiannya

Berdasarkan Kemampuan Konfigurasi

Unmanaged switch langsung bekerja begitu kabel ditancapkan. Tidak ada alamat untuk dikelola, tidak ada menu pengaturan. Inilah yang dipakai di rumah, warnet kecil, dan kantor dengan belasan komputer.

Smart switch berada di tengah. Ia menyediakan halaman pengaturan sederhana untuk VLAN dasar dan pembatasan kecepatan, tetapi tanpa perintah lengkap seperti kelas managed.

Managed switch dapat dikonfigurasi menyeluruh melalui antarmuka web, konsol, atau SSH: VLAN, Spanning Tree, agregasi jalur, pemantauan trafik, hingga pembatasan akses per port. Harganya jelas lebih tinggi, dan wajar dipakai ketika jaringan sudah perlu dipisah-pisah per bagian.

Berdasarkan Lapisan Kerja

Switch Layer 2 adalah bentuk standarnya — bekerja murni dengan MAC address. Switch Layer 3 menambahkan kemampuan perutean antar-VLAN memakai alamat IP, sehingga dapat menggantikan sebagian tugas router di jaringan besar. Beberapa jaringan kampus memakai switch Layer 3 sebagai inti agar lalu lintas antar-gedung tidak perlu berputar ke router pusat.

Berdasarkan Dukungan Daya (PoE)

Switch PoE mengirim listrik lewat kabel jaringan yang sama dengan data, sehingga kamera CCTV atau access point di plafon tidak perlu stopkontak sendiri. Standarnya bertingkat:

StandarNama umumDaya per portContoh penggunaan
IEEE 802.3afPoE15,4 WTelepon IP, kamera CCTV standar
IEEE 802.3atPoE+30 WAccess point WiFi, kamera PTZ
IEEE 802.3bt Type 3PoE++60 WAccess point WiFi 6/7, layar informasi
IEEE 802.3bt Type 4PoE++90 WKamera berpemanas, terminal kecil

Angka di atas adalah daya yang dikeluarkan port; daya yang benar-benar diterima perangkat sedikit lebih kecil karena ada susut di sepanjang kabel. Seluruh standar ini disusun oleh kelompok kerja IEEE 802.3, badan yang sama yang membakukan Ethernet sejak awal.

Cara Memilih Switch yang Sesuai Kebutuhan

Kesalahan paling umum saat membeli switch bukan salah merek, melainkan salah ukuran — port terlalu sedikit atau membayar fitur managed yang tidak pernah dipakai. Lima pertimbangan berikut layak dilalui berurutan.

1. Hitung Jumlah Port dengan Sisa Cadangan

Switch beredar dalam ukuran 5, 8, 16, 24, dan 48 port. Hitung semua perangkat berkabel yang akan tersambung — komputer, printer, CCTV, access point — lalu tambahkan cadangan sekitar 25 persen.

Anatomi panel depan switch jaringan: port data, port uplink, slot SFP, dan lampu indikator status
Anatomi panel depan switch jaringan: port data, port uplink, slot SFP, dan lampu indikator status

Ingat bahwa satu port selalu terpakai untuk kabel yang menuju router. Switch 8 port yang terisi penuh sejak hari pertama berarti penambahan satu perangkat saja sudah memaksa Anda membeli unit baru.

2. Tentukan Kecepatan Port

Switch Fast Ethernet 100 Mbps masih dijual dengan harga lebih murah, tetapi selisihnya kini tipis dan kecepatannya menjadi penghambat begitu ada transfer file besar antar-komputer. Pilih gigabit (1000 Mbps) kecuali jaringannya benar-benar hanya untuk mesin kasir atau printer.

Kecepatan port juga percuma bila kabelnya tidak memadai. Untuk gigabit, gunakan minimal kabel Cat5e dengan panjang maksimal 100 meter per jalur. Di jaringan dengan server penyimpanan bersama, port uplink 2,5 Gbps atau 10 Gbps mulai masuk akal agar jalur menuju server tidak menjadi leher botol.

3. Putuskan Perlu PoE atau Tidak

Jawabannya bergantung pada satu hal: apakah ada perangkat yang dipasang jauh dari stopkontak. Kamera CCTV di plafon dan access point di dinding adalah kandidat utama.

Switch PoE mengirim data dan listrik lewat satu kabel ke CCTV dan access point, dengan daya 15,4 W hingga 90 W per port
Switch PoE mengirim data dan listrik lewat satu kabel ke CCTV dan access point, dengan daya 15,4 W hingga 90 W per port

Bila ya, perhatikan bukan hanya ada-tidaknya label PoE, melainkan anggaran daya total switch tersebut. Switch 8 port PoE dengan anggaran 65 W tidak akan sanggup memberi 30 W untuk delapan access point sekaligus. Jumlahkan kebutuhan daya semua perangkat, lalu pilih switch dengan anggaran di atas angka itu.

4. Pilih Managed atau Unmanaged

Untuk jaringan rumah dan kantor kecil di bawah 20 perangkat tanpa kebutuhan pemisahan, unmanaged switch adalah pilihan yang tepat — lebih murah dan tidak ada yang perlu dirawat.

Managed switch mulai sepadan ketika muncul salah satu kebutuhan ini: memisahkan jaringan tamu dari jaringan kantor, memberi prioritas untuk suara atau video, membatasi kecepatan per pengguna, atau melacak port mana yang menyebabkan masalah. Kalau tak satu pun dari kebutuhan itu ada, fitur managed hanya menambah biaya dan pekerjaan konfigurasi. Untuk membatasi pemakaian per pengguna di jaringan berbasis WiFi, pendekatan lain lewat cara membatasi pengguna WiFi sering lebih praktis daripada mengandalkan switch.

Iklan

5. Periksa Kapasitas dan Bentuk Fisiknya

Spesifikasi switching capacity menunjukkan total data yang sanggup ditangani sekaligus. Rumusnya sederhana: jumlah port × kecepatan × 2 (karena arah kirim dan terima berjalan bersamaan). Switch 8 port gigabit yang sehat semestinya mencantumkan 16 Gbps. Angka yang jauh lebih kecil dari itu menandakan perangkat tidak sanggup melayani semua port pada kecepatan penuh secara bersamaan.

Perhatikan pula bentuk fisiknya. Model desktop berbahan plastik cocok diletakkan di meja, sedangkan model rackmount berbahan logam dengan lebar 19 inci dirancang untuk lemari jaringan. Casing logam membantu pembuangan panas — hal yang penting karena switch menyala terus-menerus selama bertahun-tahun.

Masalah yang Sering Terjadi pada Switch

Sebagian besar gangguan jaringan yang terlihat seperti "internet mati" sebenarnya berasal dari lapisan ini. Tabel berikut memetakan gejala yang paling sering muncul.

GejalaKemungkinan penyebabTindakan
Semua lampu port berkedip serempak dan cepat, jaringan lumpuhBroadcast storm akibat kabel membentuk lingkaranCabut kabel yang baru dipasang, aktifkan Spanning Tree
Satu port mati, port lain normalKabel atau konektor RJ45 rusakTukar kabel, coba port lain untuk memastikan
Kecepatan turun jauh dari seharusnyaPort terkunci di 100 Mbps atau kabel di bawah Cat5ePeriksa indikator kecepatan, ganti kabel
Perangkat PoE menyala lalu mati berulangAnggaran daya switch terlampauiKurangi beban atau pindah ke switch berdaya lebih besar
Jaringan lambat setiap sore di jam sibukUplink ke router jadi leher botolNaikkan kecepatan uplink atau bagi beban ke switch kedua
Broadcast storm akibat kabel jaringan membentuk lingkaran antar-switch dan cara Spanning Tree memutus jalur cadangan
Broadcast storm akibat kabel jaringan membentuk lingkaran antar-switch dan cara Spanning Tree memutus jalur cadangan

Yang paling sering menjatuhkan jaringan kantor adalah kasus pertama. Dua switch yang tanpa sengaja terhubung oleh dua kabel sekaligus akan membuat frame broadcast berputar tanpa henti dan menggandakan diri sampai seluruh kapasitas jaringan habis. Gejalanya khas: semua lampu berkedip serempak dengan irama sangat cepat, dan jaringan langsung tidak bisa dipakai.

Jangan mencolok kabel "cadangan" antar-switch

Menyambungkan dua switch dengan dua kabel sekaligus bukan membuat jaringan lebih cepat atau lebih aman. Tanpa Spanning Tree, tindakan itu justru melumpuhkan seluruh jaringan dalam hitungan detik.

Pada switch unmanaged tanpa Spanning Tree, satu-satunya jalan keluar adalah mencabut kabel penyebabnya. Inilah alasan paling praktis untuk memilih switch yang mendukung Spanning Tree begitu jumlah switch di satu lokasi lebih dari satu.

Switch pada Perangkat Mikrotik

Router Mikrotik seri kecil seperti RB750 menyediakan beberapa port ethernet yang dapat dikelompokkan menjadi satu switch lewat switch chip di dalamnya. Artinya satu perangkat sudah menjalankan peran router sekaligus switch, tanpa perlu membeli switch terpisah untuk jaringan berskala kecil.

Perbedaannya ada pada beban kerja. Ketika port digabungkan lewat switch chip, penerusan frame ditangani oleh perangkat keras khusus sehingga tidak membebani prosesor. Bila port digabungkan lewat bridge biasa di RouterOS, pekerjaan itu jatuh ke prosesor — pilihan yang lebih fleksibel tetapi lebih berat pada trafik besar. Pembahasan kemampuan perangkatnya ada di artikel fungsi Mikrotik, sedangkan langkah konfigurasi awalnya dibahas di panduan cara setting Mikrotik dengan Winbox.

Untuk perangkat switch khusus buatan Mikrotik sendiri, contoh konfigurasinya tersedia di dokumentasi resmi seri CRS. Untuk jaringan yang lebih besar, praktik lazimnya tetap memisahkan peran: Mikrotik sebagai router dan pengatur bandwidth, switch terpisah sebagai pembagi port. Cara ini memudahkan penambahan perangkat tanpa menyentuh konfigurasi router.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa fungsi utama switch?

Fungsi utamanya menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan lokal dan meneruskan data hanya ke perangkat tujuan. Switch mencatat MAC address tiap perangkat beserta port tempatnya terhubung, lalu memakai catatan itu sebagai peta pengiriman data.

Apa perbedaan hub dan switch?

Hub menyiarkan setiap data yang masuk ke semua port tanpa memilih tujuan, sedangkan switch mengirimkannya hanya ke port yang dituju. Akibatnya switch jauh lebih cepat, lebih aman dari penyadapan, dan tidak menimbulkan tabrakan data seperti hub.

Apakah switch bisa menggantikan router?

Tidak. Switch hanya menghubungkan perangkat di dalam satu jaringan yang sama, sementara router yang menyambungkan jaringan lokal ke internet dan membagikan alamat IP. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

Apa arti kata switch?

Dalam bahasa Inggris, switch berarti mengalihkan, menukar, atau memindahkan dari satu jalur ke jalur lain. Di dunia jaringan komputer, makna itu tetap dipakai: perangkatnya mengalihkan data ke port yang tepat. Kata yang sama juga dipakai untuk sakelar listrik dan konsol permainan Nintendo Switch.

Apa itu switch LAN?

Switch LAN adalah sebutan lain untuk switch jaringan, dengan penekanan bahwa perangkat itu bekerja di dalam jaringan lokal (Local Area Network). Tidak ada perbedaan teknis dengan switch biasa — istilah LAN hanya menegaskan cakupan kerjanya yang terbatas pada satu lokasi.

Apakah switch bisa memancarkan sinyal WiFi?

Tidak. Switch hanya bekerja lewat kabel dan tidak punya radio pemancar. Untuk menambahkan WiFi, sambungkan access point ke salah satu port switch. Perangkat berlabel "switch WiFi" yang dijual di pasaran umumnya sebenarnya adalah router atau access point, bukan switch.

Apakah switch memerlukan konfigurasi?

Unmanaged switch tidak memerlukan konfigurasi apa pun — cukup tancapkan kabel dan langsung bekerja. Managed switch memerlukan pengaturan melalui antarmuka web atau konsol bila fiturnya seperti VLAN dan pembatasan bandwidth ingin dipakai.

Berapa jumlah port switch yang sebaiknya dipilih?

Hitung jumlah perangkat berkabel yang akan tersambung, tambahkan cadangan sekitar 25 persen, dan jangan lupa satu port untuk kabel menuju router. Untuk rumah biasanya 5 atau 8 port cukup, sedangkan satu ruang kantor umumnya memakai 16 atau 24 port.

Apa itu switch hub?

Switch hub adalah sebutan populer di Indonesia untuk perangkat switch. Istilah gabungan ini warisan masa peralihan ketika switch menggantikan hub, dan secara teknis kurang tepat karena hub dan switch berbeda cara kerjanya. Barang yang dimaksud hampir selalu switch.

Apakah switch memengaruhi kecepatan internet?

Switch tidak menambah kecepatan internet dari penyedia layanan, tetapi switch yang lambat bisa menahannya. Switch 100 Mbps akan membatasi koneksi 300 Mbps di angka 100 Mbps, jadi pastikan port dan kabelnya mendukung gigabit.

Apa yang terjadi kalau dua switch dihubungkan dengan dua kabel?

Akan terbentuk lingkaran yang menyebabkan broadcast storm — data berputar tanpa henti sampai jaringan lumpuh. Switch bermodalkan Spanning Tree akan otomatis menonaktifkan salah satu jalur, sedangkan pada switch unmanaged kabel penyebabnya harus dicabut manual.

Berapa lama switch bertahan?

Switch tidak punya bagian bergerak selain kipas pada model besar, sehingga umumnya bertahan bertahun-tahun. Penyebab kerusakan yang paling sering justru berasal dari luar: lonjakan listrik saat petir dan panas berlebih akibat ventilasi yang tertutup.

Kesimpulan

Switch adalah perangkat yang paling jarang disentuh tetapi paling sering menentukan lancar-tidaknya jaringan lokal. Memahami cara kerjanya — mencatat MAC address, meneruskan hanya ke port tujuan, dan menghapus catatan lama secara berkala — membuat sebagian besar gangguan jaringan lebih mudah dilacak.

Untuk kebanyakan kebutuhan, switch gigabit unmanaged dengan jumlah port berlebih secukupnya sudah menyelesaikan persoalan. Fitur managed baru layak dibeli ketika jaringan benar-benar perlu dipisah atau diawasi. Setelah perangkat penghubungnya siap, langkah berikutnya biasanya menata pembagian alamat dan bentuk jaringannya, yang bisa dipelajari lewat pembahasan jaringan komputer secara menyeluruh.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan