Lewati ke konten
AhmadWeb
KOMPUTER

TCP/IP Adalah: Fungsi, 4 Lapisan, dan Cara Kerjanya

Ahmad Saripudin18 menit baca
Ilustrasi tumpukan empat lapisan jaringan dengan kabel data, sampul panduan protokol TCP/IP
Daftar Isi

Membuka satu halaman web terasa seperti satu tindakan tunggal. Di balik layar, prosesnya jauh lebih ramai: nama situs diterjemahkan menjadi angka, isi halaman dipotong menjadi ribuan bagian kecil, dikirim lewat perangkat yang berbeda-beda, lalu disusun ulang dengan urutan yang benar sebelum tampil. Semua itu diatur oleh satu perangkat aturan yang sama.

TCP/IP adalah kumpulan protokol jaringan yang mengatur pertukaran data di internet. Namanya diambil dari dua protokol utamanya: Transmission Control Protocol yang menjaga data sampai lengkap dan berurutan, serta Internet Protocol yang menentukan alamat tujuan sekaligus jalur pengirimannya.

Poin Penting

  • TCP/IP singkatan dari dua nama: Transmission Control Protocol dan Internet Protocol, dua protokol berbeda yang bekerja berpasangan.
  • IP mengurus alamat dan jalur; TCP mengurus keutuhan serta urutan data.
  • Modelnya terdiri atas empat lapisan: aplikasi, transport, internet, dan akses jaringan.
  • Sebagian buku kuliah menulis lima lapisan karena memisahkan lapisan fisik — isinya sama.
  • Memahami lapisannya membuat gangguan jaringan jauh lebih mudah dilacak.

Apa Itu TCP/IP dan Kepanjangannya

Pengertian TCP/IP kerap disalahpahami sebagai satu program yang bisa dipasang atau dihapus. Kenyataannya ia sekumpulan aturan yang sudah tertanam di sistem operasi setiap perangkat: ponsel, laptop, router, kamera pengawas, bahkan mesin absensi kantor. Selama dua perangkat memakai aturan yang sama, keduanya bisa berkomunikasi meski buatan pabrik yang berbeda.

Kepanjangan TCP/IP adalah Transmission Control Protocol/Internet Protocol. Penulisannya memakai garis miring karena keduanya memang protokol terpisah yang dirancang bekerja berpasangan, bukan satu nama utuh. Bentuk tanpa garis miring, TCPIP, juga sering dijumpai dan maksudnya sama.

Di luar dua nama itu masih ada puluhan protokol lain yang ikut dalam rombongan yang sama — HTTP untuk halaman web, DNS untuk penerjemahan nama, ARP untuk mencari alamat fisik perangkat, ICMP untuk pesan status, dan UDP sebagai pasangan alternatif TCP. Karena itu istilah teknis yang lebih tepat sebenarnya protocol suite, alias satu rombongan protokol. Jadi protokol TCP/IP adalah nama payung untuk seluruh rombongan tersebut, bukan satu aturan tunggal. Nama "TCP/IP" bertahan karena dua anggota itulah yang paling sering dipakai.

Perbedaan TCP dan IP

TCP adalah protokol yang menjaga keandalan pengiriman; TCP singkatan dari Transmission Control Protocol. IP singkatan dari Internet Protocol, dan tugasnya mengurus alamat serta jalur. Keduanya begitu sering disebut bersamaan sampai banyak orang mengira keduanya satu barang, padahal pembagian kerjanya sangat tegas.

AspekIPTCP
Tugas pokokMemberi alamat dan memilih jalurMenjaga data utuh dan berurutan
Satuan kerjaPaketSegmen
Menjamin sampai?TidakYa, lewat konfirmasi ulang
Kalau data hilangDibiarkanDikirim ulang
Bekerja di lapisanInternetTransport

IP bersifat best effort: ia berusaha mengantar, tetapi tidak berjanji apa pun. Paket boleh hilang di tengah jalan, boleh datang terlambat, boleh tiba tidak berurutan. TCP-lah yang menambal semua kekurangan itu dengan penomoran urut dan permintaan kirim ulang.

Fungsi TCP/IP dalam Jaringan

Sekumpulan pekerjaan berikut berjalan otomatis setiap kali perangkat Anda terhubung:

  • Memberi identitas. Setiap perangkat memperoleh alamat IP sebagai penanda unik dalam jaringan, sehingga data tahu harus dikirim ke mana.
  • Memecah dan menyusun ulang data. Berkas besar dipotong menjadi potongan kecil agar muat dilewatkan media jaringan, lalu dirakit kembali di tujuan.
  • Menentukan jalur. Router membaca alamat tujuan dan memilih rute terbaik yang tersedia saat itu, bukan rute tetap.
  • Menjamin keutuhan. Potongan yang hilang atau rusak diminta ulang sampai lengkap, dan urutannya dikembalikan sesuai nomor.
  • Memisahkan banyak layanan sekaligus. Nomor port membuat satu perangkat bisa membuka halaman web, mengunduh berkas, dan menerima surel bersamaan tanpa tertukar.
  • Menyatukan perangkat lintas merek. Karena standarnya terbuka, laptop Windows, ponsel Android, dan router Mikrotik dapat berada di satu jaringan tanpa penyesuaian khusus.

Fungsi terakhir itu yang paling sering diabaikan padahal paling menentukan. Sebelum TCP/IP menjadi standar, jaringan buatan satu vendor umumnya tidak bisa bicara dengan jaringan vendor lain.

Cara Kerja TCP/IP dari Ujung ke Ujung

Cara paling jelas memahaminya adalah mengikuti satu permintaan nyata: Anda mengetik alamat sebuah situs lalu menekan Enter.

Cara kerja TCP/IP saat membuka halaman web: permintaan DNS diterjemahkan menjadi alamat IP, jabat tangan TCP, lalu segmen data dikirim dan disusun ulang di peramban
Cara kerja TCP/IP saat membuka halaman web: permintaan DNS diterjemahkan menjadi alamat IP, jabat tangan TCP, lalu segmen data dikirim dan disusun ulang di peramban

Langkahnya berurutan seperti ini:

  1. Nama diterjemahkan. Peramban bertanya ke server DNS: alamat IP mana yang memiliki nama domain tersebut. Jawabannya berupa deretan angka, misalnya 104.21.0.15.
  2. Sambungan dibuka. TCP melakukan jabat tangan tiga langkah dengan server tujuan sebelum satu byte isi halaman dikirim.
  3. Data dipotong. Isi halaman dipecah menjadi segmen. Pada jaringan Ethernet biasa, satu segmen memuat maksimal 1.460 byte data — angka itu berasal dari batas 1.500 byte per frame dikurangi 20 byte header IP dan 20 byte header TCP.
  4. Paket dikirim dan dirutekan. Setiap segmen dibungkus header IP lalu dilempar ke router. Tiap router membaca alamat tujuan dan meneruskannya ke tetangga terdekat menuju arah yang benar.
  5. Kedatangan dikonfirmasi. Penerima mengirim tanda terima (ACK). Segmen yang tidak dikonfirmasi dalam tenggat tertentu dikirim ulang.
  6. Semua disusun ulang. Nomor urut di header TCP dipakai untuk merakit potongan kembali ke bentuk asli, meski beberapa di antaranya tiba lebih dulu atau lewat jalur berbeda.

Angkanya membantu membayangkan skalanya. Sebuah foto berukuran 3 MB perlu dipecah menjadi sekitar 2.000 segmen sebelum dikirim. Semuanya berjalan tanpa satu pun perintah dari pengguna.

Jabat Tangan Tiga Langkah

Sebelum data mengalir, kedua pihak sepakat dulu bahwa jalur siap dipakai. Prosesnya memakai tiga paket pendek tanpa isi.

Jabat tangan tiga langkah TCP: klien mengirim SYN, server membalas SYN-ACK, klien menutup dengan ACK sebelum data dikirim
Jabat tangan tiga langkah TCP: klien mengirim SYN, server membalas SYN-ACK, klien menutup dengan ACK sebelum data dikirim

Klien mengirim paket SYN yang berarti permintaan membuka sambungan. Server membalas dengan SYN-ACK, yaitu persetujuan sekaligus permintaan balik. Klien menutup dengan ACK sebagai konfirmasi terakhir, dan barulah isi halaman dikirimkan.

Rangkaian ini menjelaskan gejala yang sering dikeluhkan: situs yang terasa "lama sekali baru mulai memuat" padahal setelah muncul isinya cepat. Yang lambat biasanya bukan kecepatan unduh, melainkan tahap perkenalan ini, terutama bila jarak ke server jauh.

Enkapsulasi: Data Berganti Nama di Tiap Lapisan

Setiap lapisan menambahkan keterangannya sendiri di depan data yang diterimanya dari lapisan atas. Proses pembungkusan bertingkat ini disebut enkapsulasi.

Enkapsulasi TCP/IP: data aplikasi dibungkus header TCP menjadi segmen, dibungkus header IP menjadi paket, lalu dibungkus header ethernet menjadi frame
Enkapsulasi TCP/IP: data aplikasi dibungkus header TCP menjadi segmen, dibungkus header IP menjadi paket, lalu dibungkus header ethernet menjadi frame

Nama satuan datanya berubah di tiap tingkat: data di lapisan aplikasi, segmen setelah diberi header TCP, paket setelah diberi header IP, dan frame setelah diberi header Ethernet. Di sisi penerima urutannya dibalik — tiap lapisan melepas pembungkusnya sendiri lalu menyerahkan isinya ke atas.

Pembungkus itu memakan tempat. Dari 1.500 byte yang boleh dilewatkan satu frame Ethernet, 40 byte terpakai untuk header sehingga hanya 1.460 byte tersisa untuk isi. Pada sambungan yang memakai PPPoE seperti kebanyakan layanan internet rumah, batasnya turun lagi menjadi 1.492 byte.

Lapisan TCP/IP: Empat Lapisan, Bukan Tujuh

Model TCP/IP membagi pekerjaan jaringan menjadi empat lapisan — susunan yang juga disebut TCP/IP layer atau TCP/IP model. Pembagian ini ditetapkan dalam RFC 1122 terbitan IETF, dokumen rujukan yang mengatur syarat perangkat yang tersambung ke internet.

Empat lapisan TCP/IP dari atas ke bawah:

  1. Application layer — tempat aplikasi bekerja, memakai protokol seperti HTTP dan DNS.
  2. Transport layer — memotong data, menomorinya, dan menandai port tujuan lewat TCP atau UDP.
  3. Internet layer — memberi alamat IP dan memilih jalur antar-jaringan.
  4. Network access layer — mengirimkan data lewat kabel atau gelombang radio.

Gambar TCP/IP berikut merangkum keempatnya beserta protokol, satuan data, dan perangkat yang bekerja di tiap tingkat.

Empat lapisan model TCP/IP beserta contoh protokol, satuan data, dan perangkat yang bekerja di tiap lapisan
Empat lapisan model TCP/IP beserta contoh protokol, satuan data, dan perangkat yang bekerja di tiap lapisan

Sebelum masuk ke isinya, satu kebingungan perlu diluruskan lebih dulu. Sebagian buku kuliah dan materi sekolah menulis lima lapisan, bukan empat. Keduanya tidak saling bertentangan: versi lima lapisan memisahkan lapisan fisik (kabel, gelombang radio, konektor) dari lapisan akses jaringan, sedangkan versi resmi RFC menggabungkan keduanya. Isi pembahasannya persis sama, hanya garis pemisahnya yang digeser.

Uraian di bawah mengikuti arah perjalanan data ketika Anda mengirim sesuatu, yaitu dari atas ke bawah.

Iklan

1. Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Lapisan ini bersinggungan langsung dengan yang Anda pakai. Peramban, aplikasi surel, klien FTP, dan aplikasi perpesanan semuanya bekerja di sini. Tugasnya menyiapkan data dalam format yang dimengerti kedua pihak.

Protokol yang tinggal di lapisan ini antara lain HTTP dan HTTPS untuk halaman web, DNS untuk penerjemahan nama domain, SMTP, POP3, dan IMAP untuk surel, FTP untuk transfer berkas, serta SSH untuk akses jarak jauh yang terenkripsi.

Satu catatan penting: lapisan aplikasi di model TCP/IP menampung tiga lapisan teratas model OSI sekaligus. Urusan penyandian karakter, kompresi, dan pengelolaan sesi yang di OSI dipisah menjadi lapisan tersendiri, di sini semuanya menjadi tanggung jawab aplikasinya.

2. Transport Layer (Lapisan Transport)

Di sinilah data dipotong dan diberi nomor. Lapisan transport menentukan seberapa andal pengiriman berlangsung, sekaligus menandai layanan mana yang dituju lewat nomor port.

Dua protokol utamanya adalah TCP dan UDP. TCP menomori setiap segmen, menunggu konfirmasi, dan mengirim ulang yang hilang. UDP melempar data begitu saja tanpa jabat tangan maupun konfirmasi. Spesifikasi TCP yang berlaku sekarang tertuang dalam RFC 9293, pembaruan dari dokumen asli tahun 1981.

Lapisan ini juga yang membuat satu perangkat sanggup melayani banyak hal bersamaan. Peramban memakai port 443, aplikasi surel memakai port 993, dan keduanya berjalan lewat satu alamat IP yang sama tanpa saling mengganggu.

3. Internet Layer (Lapisan Internet)

Lapisan internet mengurus alamat dan perjalanan antar-jaringan. Internet Protocol adalah protokol utamanya, dengan dua versi yang kini berjalan berdampingan: IPv4 sepanjang 32 bit yang menyediakan sekitar 4,29 miliar alamat, dan protokol IPv6 sepanjang 128 bit yang jumlah alamatnya praktis tak terbatas.

Selain IP, ada beberapa protokol pendamping yang bekerja di tingkat yang sama. ICMP membawa pesan status dan menjadi mesin di balik perintah ping. ARP mencari alamat fisik perangkat berdasarkan alamat IP-nya. Protokol perutean seperti OSPF dan BGP membantu router saling bertukar informasi jalur.

Perangkat yang bekerja di lapisan ini adalah router. Ia membaca alamat IP tujuan lalu memutuskan ke arah mana paket diteruskan — berbeda dengan switch yang bekerja satu tingkat di bawahnya dan hanya membaca alamat fisik perangkat.

4. Network Access Layer (Lapisan Akses Jaringan)

Lapisan paling bawah menangani pengiriman nyata lewat media yang ada: kabel tembaga, serat optik, atau gelombang radio. Di sini data sudah berbentuk frame dan alamat yang dipakai bukan lagi alamat IP, melainkan MAC address yang tertanam di setiap kartu jaringan.

Standar yang bekerja di lapisan ini termasuk Ethernet (IEEE 802.3) untuk jaringan kabel dan Wi-Fi (IEEE 802.11) untuk nirkabel. Perangkatnya berupa switch, access point, kartu jaringan, dan kabel itu sendiri.

Sebagian besar gangguan jaringan sehari-hari sebenarnya berhenti di lapisan ini — kabel longgar, konektor RJ45 yang tidak rapat, atau sinyal nirkabel yang terlalu lemah. Bentuk susunan perangkatnya sendiri dibahas terpisah dalam pembahasan topologi jaringan.

Perbedaan Model TCP/IP dan Model OSI

Pertanyaan yang paling sering menyusul adalah perbedaan OSI layer dan TCP/IP — kerap ditulis singkat sebagai OSI vs TCP/IP. Model OSI terbit sebagai standar ISO pada 1984, beberapa tahun setelah TCP/IP sudah berjalan di lapangan. Keduanya menggambarkan hal yang sama dengan cara berbeda: OSI disusun sebagai kerangka teori yang rapi, TCP/IP tumbuh dari implementasi yang memang sudah bekerja.

Pemetaan tujuh lapisan model OSI ke empat lapisan model TCP/IP beserta contoh protokolnya
Pemetaan tujuh lapisan model OSI ke empat lapisan model TCP/IP beserta contoh protokolnya

Perbandingan model OSI dan TCP/IP paling jelas dibaca dari pemetaan lapisannya.

Model OSI (7 lapisan)Model TCP/IP (4 lapisan)
Application, Presentation, SessionApplication
TransportTransport
NetworkInternet
Data Link, PhysicalNetwork Access

Perbedaan lain di luar jumlah lapisan:

  • Asal-usul. OSI dirancang lebih dulu sebagai teori lalu dicari penerapannya; TCP/IP dibuat dari protokol yang sudah terlebih dahulu berjalan.
  • Keterikatan protokol. OSI tidak terikat protokol tertentu, sedangkan tiap lapisan TCP/IP punya protokol bawaan yang jelas.
  • Pemakaian nyata. Yang berjalan di jaringan sungguhan adalah TCP/IP, sementara OSI bertahan sebagai bahasa pengajaran.

Istilah OSI tetap hidup di percakapan teknis sehari-hari. Sebutan "switch layer 2", "routing layer 3", atau "serangan layer 7" semuanya merujuk pada penomoran OSI, bukan TCP/IP. Aturan penyaringan di firewall Mikrotik, misalnya, umumnya dijelaskan memakai nomor lapisan versi OSI.

TCP atau UDP: Dua Cara Mengirim di Lapisan yang Sama

Keduanya menempati lapisan transport, tetapi filosofinya bertolak belakang. TCP mengutamakan kelengkapan, UDP mengutamakan kecepatan.

Perbedaan TCP dan UDP: TCP memastikan data lengkap dan berurutan lewat konfirmasi, UDP mengirim tanpa konfirmasi demi kecepatan
Perbedaan TCP dan UDP: TCP memastikan data lengkap dan berurutan lewat konfirmasi, UDP mengirim tanpa konfirmasi demi kecepatan
PembedaTCPUDP
Jabat tanganAdaTidak ada
Ukuran header20 byte8 byte
Data hilangDikirim ulangDiabaikan
Urutan dijagaYaTidak
Cocok untukWeb, surel, transferVideo, panggilan, permainan

Alasannya masuk akal begitu dipikirkan. Pada panggilan video, potongan suara yang telat setengah detik sudah tidak berguna lagi meski akhirnya sampai — lebih baik dilewatkan daripada menahan sisa percakapan. Sebaliknya, satu byte yang hilang pada unduhan berkas membuat seluruh berkas rusak.

UDP kini juga dipakai untuk web

Anggapan "web selalu lewat TCP" tidak lagi sepenuhnya benar. HTTP/3 berjalan di atas QUIC yang memakai UDP, lalu menambahkan sendiri mekanisme keandalannya. Sebagian besar layanan besar sudah memakainya, dan peramban modern memilihnya secara otomatis bila tersedia.

Protokol dan Nomor Port yang Sering Ditemui

Nomor port memisahkan banyak layanan di dalam satu perangkat: alamat IP menunjuk perangkat mana yang dituju, nomor port menunjuk layanan mana di dalamnya. Rentangnya 0 sampai 65535, dan 1024 nomor pertama disediakan untuk layanan baku. Daftar resminya dikelola IANA.

PortProtokolDipakai untuk
20, 21FTPTransfer berkas
22SSHAkses jarak jauh terenkripsi
25SMTPPengiriman surel
53DNSPenerjemahan nama domain
67, 68DHCPPembagian alamat IP otomatis
80HTTPHalaman web tanpa enkripsi
443HTTPSHalaman web terenkripsi
3389RDPRemote desktop Windows
8291WinboxPengelolaan router Mikrotik

Daftar di atas sekaligus menjadi contoh TCP/IP yang paling sering ditemui sehari-hari: setiap kali sebuah aplikasi dibuka, salah satu baris itulah yang dipakai.

Baris terakhir berguna dalam praktik. Ketika Winbox gagal tersambung padahal router jelas hidup, penyebab yang paling sering adalah port 8291 tertutup oleh aturan firewall — bukan kerusakan perangkat.

Iklan

Melacak Gangguan Jaringan Lewat Lapisan TCP/IP

Inilah nilai praktis terbesar dari memahami lapisan. Alih-alih menebak, gejala yang muncul dapat langsung diarahkan ke lapisan tertentu, dan tiap lapisan punya perintah pemeriksaannya sendiri.

Peta gejala gangguan jaringan yang dipetakan ke empat lapisan TCP/IP beserta perintah pemeriksaan di tiap lapisan
Peta gejala gangguan jaringan yang dipetakan ke empat lapisan TCP/IP beserta perintah pemeriksaan di tiap lapisan
GejalaLapisanPemeriksaan
Lampu port mati, Wi-Fi tak tersambungAkses jaringanPeriksa kabel dan adapter
Alamat IP tertulis 169.254.x.xAkses jaringanDHCP gagal, periksa router
Ping ke gateway gagalInternetCek alamat dan subnet mask
Ping 8.8.8.8 jalan, situs tak terbukaAplikasiUji DNS: nslookup
Satu aplikasi mati, lainnya normalTransportUji portnya, cek firewall
Halaman sering terputus di tengahTransportCurigai MTU atau paket hilang

Urutannya bekerja dari bawah ke atas. Alamat yang diawali 169.254 selalu berarti hal yang sama: perangkat gagal memperoleh alamat dari router dan akhirnya menamai dirinya sendiri, sehingga sambungan tidak mungkin terjadi.

Kombinasi keempat baris terakhir yang paling sering menipu. Bila ping 8.8.8.8 berhasil tetapi tidak ada satu pun situs yang terbuka, jaringannya sebenarnya sehat — yang bermasalah hanya penerjemahan nama. Kasus semacam ini dibahas lebih jauh pada panduan kenapa WiFi tidak ada internet dan laptop tidak bisa connect wifi.

Perintah

telnet tidak aktif secara bawaan di Windows Menguji port dengan telnet <host> <port> akan menghasilkan pesan "not recognized" pada Windows 10 dan 11. Nyalakan dulu lewat Control Panel → Programs → Turn Windows features on or off → Telnet Client, atau pakai penggantinya tanpa pemasangan apa pun: Test-NetConnection -ComputerName <host> -Port 443 di PowerShell.

Empat perintah yang menjawab hampir semua kasus

Jalankan berurutan di Command Prompt: ipconfig /all untuk melihat alamat dan gateway, ping <gateway> untuk menguji jaringan lokal, ping 8.8.8.8 untuk menguji jalur keluar, lalu nslookup ahmadweb.com untuk menguji DNS. Perintah pertama yang gagal menunjukkan lapisan tempat masalahnya berada.

Melihat Pengaturan TCP/IP di Windows dan Mikrotik

Pengaturan TCP/IP di Windows lewat ipconfig all beserta padanan menunya di Winbox Mikrotik: IP Addresses, Routes, DNS, dan Tools Torch
Pengaturan TCP/IP di Windows lewat ipconfig all beserta padanan menunya di Winbox Mikrotik: IP Addresses, Routes, DNS, dan Tools Torch

Di Windows, seluruh pengaturannya berada di properti adapter jaringan. Buka Control Panel → Network and Sharing Center → Change adapter settings, klik kanan adapter yang dipakai, pilih Properties, lalu lihat entri Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan Internet Protocol Version 6 (TCP/IPv6). Di sanalah alamat IP, subnet mask, gateway, dan server DNS diisi bila jaringan tidak memakai pembagian otomatis.

Untuk pembacaan cepat, ipconfig /all di Command Prompt menampilkan semuanya sekaligus tanpa perlu membuka jendela mana pun.

Pada perangkat Mikrotik, pengaturan yang setara berada di menu IP → Addresses untuk alamat, IP → Routes untuk jalur, dan IP → DNS untuk penerjemahan nama. Alat Torch di menu Tools memperlihatkan lalu lintas yang sedang berjalan lengkap dengan protokol dan nomor portnya, berguna untuk memastikan trafik benar-benar sampai. Cara membaca daftar perangkat beserta alamatnya dibahas pada panduan cek IP.

Kelebihan dan Kekurangan TCP/IP

Standar yang bertahan lebih dari empat dekade tetap punya sisi lemah, dan sebagian justru muncul karena umurnya.

KelebihanKekurangan
Standar terbuka, bebas dipakai siapa punRancangan awal tidak memikirkan keamanan
Bekerja lintas merek dan sistem operasiHeader menambah beban di jaringan kecil
Terbukti andal pada skala internetKonfigurasi manual mudah salah
Mudah dikembangkan lewat protokol baruAlamat IPv4 sudah habis

Soal keamanan perlu diluruskan. TCP/IP lahir di lingkungan riset yang saling percaya, sehingga isi paket tidak disandikan sama sekali. Perlindungan yang dipakai sekarang — HTTPS, VPN, maupun penyaringan firewall — semuanya lapisan tambahan di atasnya, bukan bawaan protokolnya.

Sejarah TCP/IP dan Tokoh di Baliknya

Garis waktu sejarah TCP/IP: rancangan Vint Cerf dan Bob Kahn 1974, peralihan ARPANET 1983, RFC 1122 tahun 1989, dan Turing Award 2004
Garis waktu sejarah TCP/IP: rancangan Vint Cerf dan Bob Kahn 1974, peralihan ARPANET 1983, RFC 1122 tahun 1989, dan Turing Award 2004

Dua nama yang selalu disebut adalah Vint Cerf dan Bob Kahn. Keduanya menerbitkan rancangan protokol antar-jaringan pada 1974, gagasan yang kemudian berkembang menjadi TCP/IP dan mengantarkan mereka menerima Turing Award pada 2004.

Tonggak terpentingnya jatuh pada 1 Januari 1983, ketika ARPANET meninggalkan protokol lamanya dan beralih sepenuhnya ke TCP/IP dalam satu hari. Peralihan serentak itu dikenal sebagai flag day, dan tanggalnya kerap disebut sebagai hari lahir internet dalam bentuk yang kita kenal sekarang.

Cerita lengkap perkembangan jaringan dari titik itu sampai internet rumahan dibahas dalam pembahasan jaringan komputer.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud TCP atau IP?

TCP dan IP adalah dua protokol berbeda yang bekerja berpasangan. IP bertugas memberi alamat dan memilih jalur pengiriman, sedangkan TCP memastikan data tiba lengkap serta berurutan dengan cara menomori tiap potongan dan meminta kirim ulang bila ada yang hilang.

Kepanjangan dari TCP atau IP adalah apa?

Kepanjangan dari TCP/IP adalah Transmission Control Protocol/Internet Protocol. TCP singkatan dari Transmission Control Protocol, sedangkan IP adalah singkatan dari Internet Protocol. Garis miring dipakai karena keduanya protokol terpisah, bukan satu nama utuh.

4 layer TCP/IP apa saja?

Empat lapisannya adalah application layer (aplikasi), transport layer, internet layer, dan network access layer (akses jaringan). Urutan itu mengikuti perjalanan data dari aplikasi turun ke media pengiriman.

Kenapa ada yang menyebut 5 layer TCP/IP?

Versi lima lapisan memisahkan lapisan fisik dari lapisan akses jaringan, sedangkan versi resmi RFC 1122 menggabungkan keduanya. Keduanya membahas hal yang sama, jadi tidak ada yang keliru di antara keduanya.

Siapa tokoh di balik pengembangan protokol TCP/IP?

Vint Cerf dan Bob Kahn, dua peneliti Amerika Serikat yang menerbitkan rancangan protokol antar-jaringan pada 1974. Keduanya memperoleh Turing Award pada 2004 atas karya tersebut.

Apa yang dimaksud dengan TCP/IP dalam sejarah internet?

Dalam sejarah internet, TCP/IP adalah protokol yang menyatukan jaringan-jaringan terpisah menjadi satu. Sebelum diadopsi, tiap jaringan memakai aturan sendiri dan tidak bisa saling terhubung. Sejak ARPANET beralih ke TCP/IP pada 1 Januari 1983, jaringan mana pun dapat bergabung selama memakai aturan yang sama — itulah yang melahirkan internet.

Apa fungsi utama dari protokol TCP/IP dalam jaringan komputer?

Fungsi utamanya membuat perangkat berbeda dapat bertukar data lewat aturan yang seragam: memberi alamat, memecah data menjadi paket, memilih jalur, lalu menyusunnya kembali secara utuh di tujuan.

Apa perbedaan OSI dan TCP/IP?

OSI membagi pekerjaan jaringan menjadi tujuh lapisan sebagai kerangka teori, sedangkan TCP/IP memakai empat lapisan yang benar-benar dipakai di jaringan nyata. Tiga lapisan teratas OSI dilebur menjadi satu lapisan aplikasi di TCP/IP.

Apakah TCP/IP sama dengan alamat IP?

Tidak sama. Alamat IP adalah nomor identitas sebuah perangkat, sementara TCP/IP adalah kumpulan aturan yang mengatur bagaimana data dikirim, termasuk cara alamat itu dipakai.

Apa beda TCP dan UDP?

TCP membuka sambungan lebih dulu, mengonfirmasi tiap potongan, dan mengirim ulang yang hilang. UDP mengirim tanpa konfirmasi sehingga lebih cepat tetapi tidak menjamin data sampai — pilihan yang tepat untuk panggilan video dan permainan daring.

Apakah TCP/IP perlu dipasang sendiri?

Tidak perlu. Setiap sistem operasi modern sudah memuatnya sejak awal. Yang kadang perlu diatur hanyalah nilainya, seperti alamat IP dan server DNS.

Berapa banyak protokol dalam rombongan TCP/IP?

Puluhan, dan jumlahnya terus bertambah. Selain TCP dan IP sendiri, yang paling sering ditemui adalah HTTP, HTTPS, DNS, DHCP, FTP, SMTP, SSH, ICMP, ARP, dan UDP.

Apakah TCP/IP masih dipakai dengan hadirnya IPv6?

Masih, dan justru IPv6 merupakan bagian dari rombongan yang sama. IPv6 menggantikan IPv4 sebagai protokol lapisan internet, sedangkan TCP, UDP, dan seluruh protokol aplikasi di atasnya tetap bekerja seperti biasa.

Kesimpulan

Pengertian TCP/IP adalah aturan bersama yang membuat perangkat mana pun bisa saling berkirim data: IP menangani alamat dan jalur, TCP menjaga isinya tetap utuh dan berurutan. Empat lapisannya — aplikasi, transport, internet, dan akses jaringan — memetakan pekerjaan itu dengan rapi dari layar sampai ke kabel.

Nilai praktisnya baru terasa ketika jaringan bermasalah. Begitu Anda terbiasa menanyakan "gejala ini ada di lapisan mana", langkah pemeriksaan menjadi jauh lebih pendek dan tebakan berkurang. Sebagai kelanjutan, keluhan yang paling sering menyusul biasanya soal kecepatan — penyebab dan penanganannya dibahas pada panduan cara mempercepat koneksi internet.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan