Lewati ke konten
AhmadWeb
KOMPUTER

7 Fungsi Bridge di Jaringan Komputer dan Cara Kerjanya

Ahmad Saripudin24 menit baca
Dua tumpuk switch jaringan disambung kabel ethernet yang melintasi jembatan lengkung biru, lambang fungsi bridge di LAN
Daftar Isi

Istilah bridge muncul di banyak tempat yang tampak tidak berhubungan: menu Bridge di Winbox, pilihan Bridged Adapter di VirtualBox, sampai permintaan "ubah modem ke mode bridge" kepada teknisi IndiHome. Ketiganya memakai kata yang sama karena berangkat dari gagasan yang sama.

Fungsi bridge adalah menyambung dua atau lebih segmen jaringan lokal (LAN) menjadi satu jaringan komputer, sambil memilah lalu lintas di antaranya. Bridge membaca MAC address pada setiap frame, lalu memutuskan apakah frame itu diteruskan ke seberang atau cukup ditahan di segmen asalnya. Kerjanya berada di lapisan 2 model OSI.

Poin Penting

  • Bridge menyatukan beberapa segmen LAN menjadi satu jaringan dan menyaring frame berdasarkan MAC address.
  • Bridge memecah collision domain, tetapi tidak memecah broadcast domain — broadcast tetap menyeberang. Pemisah broadcast adalah router atau VLAN.
  • Switch pada dasarnya adalah bridge dengan banyak port dan cip khusus, sehingga bridge berbentuk kotak tersendiri kini langka.
  • Bridge hari ini lebih sering hadir sebagai fitur perangkat lunak: bridge di MikroTik dan Linux, bridged adapter mesin virtual, dan wireless bridge antar gedung.
  • "Mode bridge" pada ONT atau modem punya arti lain: fungsi router di perangkat itu dimatikan.

Kata "bridge" punya banyak arti

Artikel ini membahas bridge sebagai perangkat dan fitur jaringan komputer. Di luar itu, bridge juga nama olahraga permainan kartu, gigi tiruan jembatan di kedokteran gigi, bagian lagu yang menjembatani bait dan refrein, dudukan senar pada gitar, rangkaian dioda bridge pada catu daya, cip northbridge dan southbridge pada motherboard lama, aplikasi Adobe Bridge, serta gerakan glute bridge dalam latihan fisik.

Apa itu bridge? Secara singkat, bridge adalah perangkat jaringan — atau fitur perangkat lunak — yang menyatukan beberapa segmen LAN di lapisan data link. Proses menyatukan segmen itu disebut bridging.

Bayangkan sebuah kantor dua lantai. Komputer di lantai satu tersambung ke satu jalur kabel, komputer di lantai dua ke jalur lain. Masing-masing jalur itu disebut segmen.

Bridge dipasang di antara keduanya agar semua komputer bisa saling berkirim data seolah berada di satu jaringan yang sama.

Bedanya dengan sekadar menyambung kabel: bridge tidak meneruskan semua hal. Kiriman antar-komputer di lantai satu tetap tinggal di lantai satu. Hanya frame yang memang ditujukan ke lantai dua yang diseberangkan.

Untuk memutuskan itu, bridge membaca MAC address — alamat fisik 48 bit yang tertanam di setiap kartu jaringan. Bridge sama sekali tidak melihat alamat IP. Karena itulah bridge digolongkan perangkat lapisan 2 (data link) dalam model OSI, satu kelompok dengan switch dan kartu jaringan.

Apa itu bridge: gambar bridge komputer dan pengertian bridge lewat wujudnya, bridge klasik dua port, switch sebagai bridge banyak port, router dengan bridge internal, dan antena wireless bridge

Teknologinya lahir di Digital Equipment Corporation (DEC) pada 1983, dan produk komersial pertamanya, LANBridge 100, diperkenalkan pada 1986. Saat itu bridge berupa kotak dengan dua port.

Seiring waktu jumlah port bertambah dan penyaringannya dipindahkan ke cip khusus — hasilnya adalah perangkat yang kini kita kenal sebagai switch. Itulah sebabnya teknisi sering menyebut switch sebagai multiport bridge.

Jadi kalau Anda mencari "gambar bridge" di toko komputer hari ini, yang akan Anda temui biasanya bukan kotak bertuliskan bridge, melainkan salah satu dari tiga wujud berikut: switch, router yang menjalankan fitur bridge di dalamnya, atau sepasang antena wireless bridge.

7 Fungsi Bridge dalam Jaringan Komputer

Tujuh jawaban untuk apa fungsi bridge dalam jaringan komputer: bridge berfungsi untuk menyambung segmen, menyaring frame, memecah collision domain, menyatukan kabel dan WiFi, wireless bridge, jalur cadangan STP, dan bridge virtual

Ketujuh fungsi di bawah ini berurutan dari yang paling dasar sampai yang paling sering Anda temui di perangkat modern. Jika soal sekolah atau kuliah meminta Anda menyebutkan fungsi dari bridge, tiga yang pertama adalah jawaban intinya. Sisanya kegunaan bridge di perangkat masa kini.

1. Menyambung Dua Segmen LAN Menjadi Satu Jaringan

Ini fungsi utama bridge dan alasan perangkat ini dibuat. Dua segmen yang disambung bridge berbagi satu ruang alamat: komputer di segmen A dan segmen B bisa memakai satu rentang IP yang sama, misalnya 192.168.1.0/24, dan menerima alamat dari satu server DHCP yang sama.

Bagi komputer yang terhubung, bridge tidak terlihat. Tidak ada alamat gateway yang perlu diisi dan tidak ada pengaturan apa pun di sisi klien. Sifat inilah yang membuat bridge jenis ini disebut transparent bridge.

Contoh penerapannya mudah ditemukan: menyambung jaringan ruang guru dengan laboratorium komputer, menyatukan jaringan dua ruko yang bersebelahan, atau menyambungkan jaringan lama ke perangkat baru tanpa mengubah alamat IP satu pun komputer.

2. Menyaring Frame Berdasarkan MAC Address

Fungsi kedua inilah yang membedakan bridge dari kabel sambungan biasa atau repeater. Setiap frame yang masuk diperiksa alamat tujuannya, lalu bridge mengambil satu dari tiga keputusan:

Kondisi frameKeputusan bridgeIstilahnya
Tujuan berada di segmen yang sama dengan pengirimFrame dibuang, tidak diseberangkanFiltering
Tujuan tercatat di segmen lainFrame dikirim ke port segmen tujuan sajaForwarding
Tujuan belum dikenal, atau frame berupa broadcastFrame dikirim ke semua port kecuali port asalFlooding
Tiga keputusan bridge: menyaring, meneruskan, dan membanjiri frame sesuai letak MAC address tujuan di tabel bridge

Dampaknya langsung terasa pada beban kabel. Jika lantai satu sedang menyalin berkas besar ke server lantai satu, lalu lintas itu tidak ikut membebani jalur lantai dua. Masing-masing segmen hanya menanggung kirimannya sendiri ditambah kiriman yang memang menyeberang.

3. Memecah Collision Domain agar Jaringan Tidak Saling Menunggu

Pada jaringan Ethernet lama yang memakai hub atau kabel koaksial bersama, hanya satu perangkat yang boleh mengirim pada satu waktu. Wilayah tempat kiriman bisa bertabrakan itu disebut collision domain. Makin banyak perangkat di dalamnya, makin sering tabrakan terjadi dan makin lambat jaringan.

Bridge memotong wilayah itu menjadi dua. Perangkat di segmen A boleh mengirim bersamaan dengan perangkat di segmen B tanpa saling bertabrakan, karena bridge menampung frame lebih dulu sebelum meneruskannya.

Bridge perangkat jaringan lapisan 2 memecah collision domain menjadi dua tetapi broadcast domain tetap satu, berbeda dengan router yang memisahkan broadcast

Broadcast domain TIDAK dipecah

Banyak sumber menulis bahwa bridge "mengontrol" atau "memecah" broadcast domain. Ini keliru. Frame broadcast — misalnya permintaan ARP atau DHCP Discover — justru disebarkan bridge ke seluruh segmen. Seluruh jaringan di belakang bridge tetap satu broadcast domain. Yang memisahkan broadcast domain adalah router atau VLAN.

Pada jaringan modern yang semua port-nya full-duplex, tabrakan praktis tidak lagi terjadi. Namun konsep collision domain tetap ditanyakan di materi jaringan dan ujian sertifikasi, sehingga pembedaan di atas masih penting dipahami.

4. Menyatukan Port Kabel dan WiFi dalam Satu Jaringan

Inilah fungsi bridge yang paling sering Anda pakai tanpa sadar. Di dalam hampir setiap router rumahan, port LAN dan pemancar WiFi digabung dalam satu bridge. Itu sebabnya laptop yang tersambung kabel dan ponsel yang tersambung WiFi mendapat alamat dari rentang yang sama dan bisa saling melihat — misalnya saat mengirim berkas ke printer jaringan.

Router MikroTik memperlihatkan hal ini dengan jelas. Pada konfigurasi bawaan pabrik, ether1 disiapkan sebagai jalur internet, sedangkan port ether lainnya dan antarmuka wlan dimasukkan ke satu bridge yang diberi alamat 192.168.88.1/24. Alamat itu melekat pada bridge, bukan pada salah satu port — detail yang sering menjadi sumber kebingungan saat pertama kali login ke MikroTik.

Kegunaan bridge di router MikroTik: ether2 sampai ether5 dan wlan1 digabung menjadi satu jaringan dengan alamat 192.168.88.1 pada bridge, sementara ether1 tetap jalur internet

Menggabungkan kabel dengan WiFi juga berarti bridge menerjemahkan dua jenis frame yang berbeda, yaitu frame Ethernet (IEEE 802.3) dan frame WiFi (IEEE 802.11). Bridge yang mampu melakukan ini disebut translational bridge. Setiap access point pada dasarnya menjalankan peran tersebut.

5. Menyambung Dua Gedung Tanpa Kabel lewat Wireless Bridge

Ketika dua gedung terpisah jalan raya atau lapangan, menarik kabel sering kali tidak mungkin. Solusinya wireless bridge: sepasang antena terarah yang saling berhadapan dan meneruskan frame seperti kabel tak terlihat. Jaringan di gedung B menjadi bagian dari jaringan gedung A, lengkap dengan DHCP dan printer bersama.

Wireless bridge point to point menyambung jaringan dua gedung dengan sepasang antena terarah yang harus saling terlihat

Ada dua pola yang perlu dibedakan:

  • Point-to-point (PtP): satu antena di tiap ujung, khusus menyambung dua lokasi. Pada RouterOS, sisi pemancarnya memakai mode wireless bridge yang hanya menerima satu klien.
  • Point-to-multipoint (PtMP): satu pemancar melayani banyak titik sekaligus. Pada RouterOS memakai mode ap-bridge, mode yang sama untuk Mikrotik jadi access point biasa.

Di sisi penerima, mode klien biasa (station) tidak bisa meneruskan banyak perangkat di belakangnya secara transparan. Untuk itu MikroTik menyediakan mode station-bridge, yang disebut dalam dokumentasi Wireless Interface sebagai salah satu mode stasiun.

Syarat terpenting wireless bridge bukan merek antenanya, melainkan garis pandang bebas. Pohon, papan reklame, atau atap gedung yang menghalangi jalur antara dua antena akan menurunkan kecepatan jauh lebih parah daripada jarak. Jarak yang wajar berkisar dari ratusan meter hingga beberapa kilometer, bergantung pada penguatan antena dan frekuensi yang dipakai.

Iklan

6. Menyediakan Jalur Cadangan Tanpa Loop dengan STP

Begitu ada lebih dari satu jalur antara dua bridge, muncul bahaya besar: loop. Frame broadcast akan berputar terus-menerus, digandakan di setiap putaran, sampai jaringan lumpuh. Kondisi ini disebut broadcast storm, dan bisa dipicu oleh satu kabel yang tidak sengaja ditancapkan ke dua port switch yang sama.

Di sinilah bridge punya fungsi pengaman, yaitu Spanning Tree Protocol (STP). Protokol ini diciptakan Radia Perlman di DEC pada 1985 dan dibakukan sebagai IEEE 802.1D pada 1990. Cara kerjanya bisa diringkas dalam tiga langkah:

  1. Semua bridge memilih satu root bridge — yang nilai priority-nya paling kecil. Nilai bawaannya 32768, dan bila sama, MAC address terkecil yang menang.
  2. Setiap bridge menghitung jalur termurah menuju root bridge.
  3. Port yang membentuk lingkaran dipindah ke status blocking. Port itu tetap mendengarkan, dan baru aktif bila jalur utama putus.
STP dan RSTP mencegah loop di jaringan bridge dengan memilih root bridge dan memblokir satu port cadangan, dengan waktu pulih STP 30–50 detik dibanding RSTP sekitar 6 detik

STP versi awal lambat. Dengan pewaktu bawaan hello 2 detik, max age 20 detik, dan forward delay 15 detik, jaringan butuh 30–50 detik untuk pulih setelah topologi berubah.

Versi penerusnya, RSTP (IEEE 802.1w, 2001), biasanya pulih dalam sekitar 6 detik — tiga kali waktu hello — dan dalam hitungan milidetik bila kabel fisik yang putus. RouterOS memakai RSTP sebagai protokol bawaan setiap bridge baru, sebagaimana tercantum di panduan STP MikroTik.

Tentukan root bridge sendiri

Jangan biarkan root bridge dipilih secara kebetulan berdasarkan MAC address terkecil, karena yang terpilih bisa saja switch murah di pojok ruangan. Turunkan priority pada perangkat pusat, misalnya menjadi 4096. RouterOS menerima nilai apa pun dari 0 sampai 65535, tetapi standar IEEE menghendaki kelipatan 4096 agar cocok dengan perangkat merek lain.

7. Menjadikan Mesin Virtual dan Server Bagian dari LAN

Bridge tidak harus berupa perangkat keras. Sistem operasi bisa menjalankan bridge sebagai perangkat lunak, dan fungsi ini sangat berguna untuk mesin virtual.

Di VirtualBox, pilihan Bridged Adapter membuat mesin virtual tampil di jaringan sebagai komputer tersendiri. Ia meminta alamat langsung ke router, misalnya 192.168.1.57, sehingga bisa diakses dari laptop atau ponsel lain di jaringan yang sama. Bandingkan dengan pilihan bawaan NAT, yang menyembunyikan mesin virtual di balik alamat komputer induk.

Pilihan bridge adapter (Bridged Adapter) di VirtualBox sebagai network bridge mesin virtual: VM mendapat IP langsung dari router seperti komputer fisik, dibandingkan mode NAT yang tersembunyi di balik host

Ada satu catatan teknis.

Menurut manual jaringan VirtualBox, menjembatani adapter WiFi bekerja berbeda dari adapter kabel, karena kebanyakan adapter nirkabel tidak mendukung promiscuous mode. VirtualBox lalu mengganti MAC address pengirim dengan MAC adapter WiFi komputer induk. Akibatnya, reservasi DHCP berdasarkan MAC address untuk mesin virtual itu tidak akan bekerja seperti yang Anda harapkan.

Prinsip yang sama dipakai server Linux yang menjalankan banyak kontainer atau mesin virtual, serta Proxmox yang menyediakan bridge bernama vmbr0 sejak dipasang.

Cara Kerja Bridge: Mengikuti Perjalanan Satu Frame

Bridge baru tidak tahu apa-apa tentang jaringannya. Ia menyusun sendiri daftar perangkat — disebut tabel MAC, forwarding database (FDB), atau tabel host — dari frame yang lewat. Cara termudah memahaminya adalah mengikuti contoh berikut.

Ada empat komputer. PC-A dan PC-B berada di segmen yang tersambung ke port 1 bridge, sedangkan PC-C dan PC-D di segmen port 2. Tabel MAC masih kosong.

Cara kerja bridge adalah membangun tabel MAC address langkah demi langkah: frame PC-A ke PC-C dibanjirkan, balasan PC-C diteruskan, frame PC-A ke PC-B disaring, entri diam dihapus
  1. PC-A mengirim frame ke PC-C. Bridge mencatat "MAC PC-A ada di port 1". Lokasi PC-C belum diketahui, jadi frame dibanjirkan ke port 2.
  2. PC-C membalas ke PC-A. Bridge mencatat "MAC PC-C ada di port 2". Lokasi PC-A sudah tercatat, maka balasan dikirim ke port 1 saja.
  3. PC-A mengirim frame ke PC-B. Keduanya berada di port 1. Bridge tidak meneruskannya ke port 2 — frame itu disaring.
  4. Lima menit kemudian, PC-C dimatikan. Karena tidak ada lagi frame dari PC-C, entrinya dihapus otomatis setelah batas waktu ageing habis.

Setelah beberapa menit berjalan, isi tabelnya kira-kira seperti ini:

MAC addressPortSisa umur entri
AA:11:22:33:44:01 (PC-A)1diperbarui tiap kali PC-A mengirim
AA:11:22:33:44:02 (PC-B)1diperbarui tiap kali PC-B mengirim
AA:11:22:33:44:03 (PC-C)2dihapus 300 detik setelah diam
AA:11:22:33:44:04 (PC-D)2diperbarui tiap kali PC-D mengirim

Angka 300 detik itu bukan kebetulan. Bridge di kernel Linux dan bridge di RouterOS sama-sama memakai batas ageing bawaan 5 menit. Tanpa mekanisme ini, tabel akan penuh oleh perangkat yang sudah lama dicabut, dan frame ke laptop yang pindah ruangan akan terus dikirim ke port yang salah.

Ukuran tabel pun terbatas. Pada RouterOS, batas entri bawaan menyesuaikan kapasitas RAM: 8.192 entri untuk perangkat ber-RAM 64 MB, sampai 131.072 entri untuk RAM 1 GB atau lebih.

Yang Tidak Dilakukan Bridge

Banyak penjelasan bridge yang beredar menambahkan kemampuan yang sebenarnya bukan miliknya. Supaya tidak salah memilih perangkat, pegang empat batas berikut:

  • Tidak memisahkan broadcast. Seperti dibahas di fungsi ketiga, broadcast menyeberang ke semua segmen. Jaringan berisi ratusan perangkat yang disatukan bridge akan tetap riuh oleh broadcast.
  • Tidak melakukan routing. Bridge tidak membaca alamat IP dan tidak bisa menyambungkan jaringan 192.168.1.0/24 dengan 10.0.0.0/24. Perangkat yang bisa menjalankan bridge sekaligus routing disebut brouter, dan sesungguhnya itu dua fungsi dalam satu kotak.
  • Tidak membagikan alamat IP. DHCP, NAT, dan firewall adalah tugas router. Di MikroTik, Anda memang bisa memasang server DHCP di atas antarmuka bridge, tetapi yang membagikan alamat adalah layanan routernya, bukan bridge-nya.
  • Tidak menjaga keamanan. Bridge meneruskan apa saja yang alamatnya cocok. Masalah di satu sudut — IP ganda, server DHCP liar, atau perangkat yang terkena malware penyebar ARP — langsung menjalar ke seluruh jaringan yang dijembatani.

Perbedaan Bridge dengan Switch, Router, Hub, dan Repeater

Lima perangkat ini sering tertukar karena bentuknya sama-sama kotak berlubang kabel. Pembedanya ada pada lapisan kerja dan cara masing-masing memperlakukan dua jenis "wilayah" jaringan. Gambaran semua perangkat beserta posisinya tersedia di daftar perangkat jaringan.

PerangkatLapisan & dasarCollision domainBroadcast domain
Repeater1 · sinyalTidak dipecahTidak dipecah
Hub1 · sinyalTidak dipecahTidak dipecah
Bridge2 · MACSatu per segmenTidak dipecah
Switch2 · MACSatu per portHanya lewat VLAN
Router3 · IPSatu per antarmukaSatu per antarmuka
Perbedaan bridge dan router, switch, serta hub dilihat dari jumlah collision domain dan broadcast domain yang dibentuk masing-masing

Perbedaan Bridge dan Switch

Secara logika keduanya bekerja sama persis: belajar MAC address, menyaring, meneruskan, dan membanjiri. Perbedaannya ada pada jumlah port dan cara pengerjaannya.

Bridge klasik punya dua sampai empat port dan memproses frame dengan prosesor biasa. Switch punya 5 sampai 48 port atau lebih, dan memproses frame dengan cip ASIC sehingga semua port bisa berkirim pada kecepatan penuh secara bersamaan. Switch kelas managed juga menambahkan VLAN, yang memungkinkan satu switch dipecah menjadi beberapa broadcast domain — sesuatu yang tidak dimiliki bridge klasik.

Perbedaan Bridge dan Router

Perbedaan router dan bridge bisa diringkas begini: bridge menyatukan; router memisahkan lalu menghubungkan. Komputer di kedua sisi bridge berada di jaringan IP yang sama. Komputer di kedua sisi router berada di jaringan IP berbeda dan harus menyebut router sebagai gateway.

Contoh paling sederhana ada di rumah Anda: dari ponsel ke laptop di jaringan WiFi yang sama, data melewati bridge di dalam router. Dari ponsel ke server YouTube, data melewati fungsi routing router yang sama.

Bridge dan Repeater

Repeater hanya menguatkan sinyal yang melemah karena jarak. Ia tidak membaca alamat apa pun, sehingga semua yang masuk diteruskan, termasuk frame rusak.

Bridge membaca alamat dan membuang frame yang tidak perlu diseberangkan. Repeater bekerja di lapisan 1, bridge di lapisan 2.

Jenis-Jenis Bridge dan Mana yang Masih Dipakai

Buku teks biasanya menyebut tiga jenis bridge. Dalam praktik hari ini, pembagian berdasarkan wujud dan letak justru lebih berguna.

JenisCara kerjanyaStatus sekarang
Transparent bridgeBelajar MAC address sendiri, tidak perlu diatur di sisi klienDasar semua switch dan bridge Ethernet
Source routing bridgeJalur ditentukan pengirim di dalam frameUsang, khusus jaringan Token Ring
Translational bridgeMenerjemahkan dua jenis frame, misalnya 802.3 dan 802.11Hidup di setiap access point
Remote bridgeMenyambung dua LAN berjauhan lewat jalur WAN atau terowonganDipakai lewat EoIP, VXLAN, atau VPN layer 2
Wireless bridgeMeneruskan frame lewat gelombang radioUmum untuk sambungan antar gedung
Bridge perangkat lunakDijalankan sistem operasi atau hypervisorMikroTik, Linux, VirtualBox, VMware, Proxmox
Jenis-jenis bridge jaringan komputer: transparent, source routing yang sudah usang, translational, remote, wireless, dan bridge perangkat lunak

Jika materi kuliah atau sekolah menanyakan jenis bridge, jawaban tiga jenis pertama tetap benar. Namun perlu diingat bahwa Token Ring sudah lama ditinggalkan, sehingga source routing bridge praktis hanya muncul di buku.

Bridge di MikroTik, Linux, Windows, dan Mesin Virtual

Bagian ini merangkum bridge pada perangkat yang paling mungkin Anda pegang.

Bridge di MikroTik RouterOS

Di Winbox, bridge diatur dari menu Bridge. Tab Bridge dipakai untuk membuat antarmuka bridge, tab Ports untuk memasukkan port ke dalamnya. Lewat terminal, perintahnya sesingkat ini:

/interface bridge add name=bridge1
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge1 interface=wlan1
/ip address add address=192.168.88.1/24 interface=bridge1
Fungsi bridge pada MikroTik: daftar port bridge bertanda H hardware offload, alamat IP 192.168.88.1 dipasang pada bridge1, serta bawaan ageing 5 menit dan RSTP

Beberapa pengaturan bawaan yang perlu Anda kenali, menurut dokumentasi Bridging and Switching:

  • ageing-time=5m — entri tabel MAC dihapus setelah lima menit diam.
  • protocol-mode=rstp — RSTP aktif otomatis di setiap bridge baru.
  • hw=yes pada port — bila perangkat punya switch chip, penerusan frame diserahkan ke cip itu dan port bertanda H di daftar Ports. Prosesor tidak terbebani sama sekali.
  • auto-mac=yes — MAC address bridge dipilih otomatis dari port anggotanya. MikroTik menyarankan mengisi admin-mac secara manual agar MAC bridge tidak berubah ketika susunan port diubah.

Tiga kesalahan yang paling sering terjadi di lapangan:

  1. Alamat IP dipasang di port anggota, bukan di bridge. Setelah ether2 masuk bridge, alamat dan server DHCP harus dipindah ke antarmuka bridge. Jika tidak, klien di port lain tidak mendapat alamat.
  2. Membuat dua bridge pada satu switch chip. Pada perangkat yang tidak mendukung isolasi port, hardware offload hanya aktif di satu bridge. Bridge kedua diproses prosesor, dan beban CPU bisa melonjak saat trafik besar. Untuk memisahkan port, VLAN pada satu bridge biasanya lebih tepat.
  3. Mengubah setelan bridge saat jaringan sedang ramai. Beberapa perubahan membuat bridge menonaktifkan semua port sesaat. Kerjakan di luar jam sibuk.

Langkah lengkap menggabungkan port kabel dan WiFi dalam satu bridge ada di panduan setting MikroTik dengan Winbox.

Iklan

Bridge di Linux

Linux punya bridge bawaan di kernelnya. Dengan perintah ip dari paket iproute2:

ip link add name br0 type bridge
ip link set dev eth0 master br0
ip link set dev eth1 master br0
ip link set dev br0 up

Menurut dokumentasi bridge kernel Linux, STP pada bridge Linux mati secara bawaan, berbeda dengan MikroTik. Bila Anda menyambung lebih dari satu kabel antar-bridge, aktifkan dengan ip link set dev br0 type bridge stp_state 1.

Docker juga memakai mekanisme ini: jaringan bawaan kontainernya bernama bridge network dan berjalan di atas antarmuka docker0. Bedanya, bridge Docker tidak disambungkan ke kartu jaringan fisik — kontainer mendapat alamat dari rentang bawaan 172.17.0.0/16 dan keluar ke LAN lewat NAT. Proxmox sebaliknya menyiapkan bridge vmbr0 yang memuat kartu fisik, sehingga mesin virtualnya langsung menjadi anggota LAN.

Linux menjalankan bridge perangkat lunak: br0 atau vmbr0 Proxmox memuat eth0, mesin virtual, dan kontainer dalam satu LAN, sedangkan bridge network docker0 memakai rentang 172.17.0.0/16 lewat NAT

Perintah lama brctl masih ditemukan di banyak tutorial, tetapi paket bridge-utils sudah tidak lagi disertakan secara bawaan di beberapa distribusi.

Network Bridge di Windows

Windows bisa menjembatani dua adapter jaringan. Tekan Windows + R, ketik ncpa.cpl, lalu Enter.

Pilih dua adapter sambil menahan Ctrl, klik kanan, dan pilih Bridge Connections — namanya bisa diterjemahkan berbeda pada Windows berbahasa Indonesia. Windows membuat adapter baru bernama Network Bridge, dan pengaturan IP berpindah ke adapter itu.

Fitur ini berguna untuk keadaan darurat, misalnya meneruskan internet WiFi laptop ke komputer lain lewat kabel. Untuk pemakaian rutin, fitur Mobile hotspot bawaan Windows atau router terpisah lebih stabil, karena tidak semua driver WiFi mendukung bridge.

Bridge Adapter (Bridged Adapter) di VirtualBox dan VMware

Pada pengaturan Network mesin virtual, pilih Attached to: Bridged Adapter, lalu tentukan adapter fisik yang dijembatani — adapter kabel lebih disarankan bila ada. VMware Workstation menyebutnya Bridged: Connected directly to the physical network. VirtualBox menyediakan sampai delapan kartu jaringan virtual per mesin, sehingga Anda bisa memadukan satu adapter bridged dengan satu adapter NAT.

Mode Bridge pada ONT dan Modem: Istilah Sama, Arti Berbeda

Ketika teknisi berkata "ONT-nya dijadikan mode bridge", yang dimaksud bukan memasang bridge di antara dua segmen. Mode bridge adalah keadaan ketika fungsi router di dalam ONT atau modem dimatikan: tidak ada lagi NAT, DHCP, dan sesi PPPoE di sana. Perangkat itu hanya mengubah sinyal optik menjadi Ethernet dan meneruskannya mentah-mentah ke router di belakangnya.

Mode bridge adalah keadaan ketika router di dalam ONT dimatikan dan PPPoE, NAT, serta DHCP dipindah ke router sendiri, berbeda dengan bridge jaringan yang menyatukan dua segmen

Mode ini dipakai bila Anda memasang router sendiri, misalnya MikroTik, dan ingin menghindari NAT bertingkat (double NAT). Pada layanan IndiHome dan sejenisnya, setelan ini umumnya berada di akses superadmin dan perlu diminta ke operator. Alternatif yang tidak menyentuh konfigurasi operator dibahas di bagian router tambahan pada artikel ONT.

Kaitannya dengan bridge jaringan tetap ada: dalam mode bridge, ONT memang hanya meneruskan frame di lapisan 2 tanpa membaca alamat IP — persis sifat bridge.

Kapan Memakai Bridge, Switch, atau Router

Pilihan perangkat paling mudah ditentukan dari kebutuhan, bukan dari nama perangkatnya.

KebutuhanPakaiAlasan
Menambah port untuk 10 komputer di satu ruanganSwitchBridge banyak port dengan cip khusus, paling murah per port
Port LAN dan WiFi router harus satu jaringanBridge di routerSudah bawaan di hampir semua router
Menyambung jaringan dua gedung berjarak 300 meterWireless bridge PtPTanpa kabel, jaringan tetap satu
Memisahkan jaringan tamu dari jaringan kantorRouter atau VLANBridge tidak memisahkan broadcast
Mesin virtual harus bisa diakses komputer lainBridged adapterMesin virtual mendapat IP dari router
Router sendiri di belakang ONT tanpa double NATMode bridge ONTHanya satu perangkat yang melakukan NAT
Contoh bridge dan kapan memakainya dibanding switch atau router: satu jaringan IP, banyak port, antar gedung, atau jaringan yang harus dipisah

Kelebihan dan Kekurangan Bridge

KelebihanKekurangan
Tidak perlu pengaturan di sisi klien, langsung bekerjaBroadcast tetap menyebar ke semua segmen
Menyatukan kabel dan WiFi dalam satu jaringanTidak bisa routing, NAT, atau membagikan IP
Mengurangi lalu lintas yang tidak perlu menyeberangGangguan di satu segmen menjalar ke seluruh jaringan
Bridge perangkat lunak gratis di MikroTik, Linux, dan hypervisorBridge perangkat lunak membebani prosesor saat trafik besar
Dengan RSTP, jalur cadangan bisa dipasang tanpa loopSalah susun kabel tanpa STP memicu broadcast storm

Kelebihan bridge yang paling terasa adalah kepraktisannya, tetapi kekurangan terbesarnya justru berasal dari kelebihan itu: semua menjadi satu jaringan. Untuk jaringan kecil itu memudahkan. Untuk jaringan yang tumbuh sampai ratusan perangkat, sebaiknya jaringan dipecah dengan VLAN atau router, sesuai prinsip perancangan topologi jaringan yang baik.

Masalah yang Sering Muncul di Jaringan Bridge

GejalaPenyebab paling umumPenanganan
Seluruh jaringan tiba-tiba lambat, lampu port berkedip terusLoop kabel tanpa STP (broadcast storm)Cabut kabel yang baru dipasang, aktifkan RSTP
Klien mendapat IP dari rentang yang tidak dikenalServer DHCP liar di salah satu segmenCari perangkat penyebab, aktifkan DHCP snooping bila tersedia
Klien di port tertentu tidak mendapat IPAlamat atau DHCP masih terpasang di port, bukan di bridgePindahkan ke antarmuka bridge
CPU MikroTik tinggi saat transfer besarHardware offload tidak aktif (tidak ada tanda H)Gabungkan port dalam satu bridge, cek fitur yang mematikan offload
Mesin virtual tidak mendapat IPAdapter yang dijembatani salah atau adapter WiFiPilih adapter yang sedang terhubung, utamakan kabel
Internet putus setelah membuat Network Bridge di WindowsPengaturan IP pindah ke adapter bridgeAtur IP pada adapter Network Bridge, atau hapus bridge-nya
Masalah jaringan bridge yang paling sering: loop kabel memicu broadcast storm dan server DHCP liar membagikan alamat yang salah ke seluruh segmen

Dua masalah teratas pada tabel itu sama-sama berakar pada sifat bridge yang menyatukan segalanya. Loop dan DHCP liar tidak bisa dibatasi pada satu ruangan, karena bagi bridge seluruh segmen adalah satu jaringan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud bridge dalam jaringan komputer?

Bridge adalah perangkat jaringan lapisan 2 yang menyambung dua atau lebih segmen LAN menjadi satu jaringan. Ia membaca MAC address setiap frame untuk memutuskan apakah frame diteruskan ke segmen lain atau ditahan di segmen asalnya.

Apa beda router dan bridge?

Bridge menyatukan beberapa segmen menjadi satu jaringan IP dan bekerja dengan MAC address di lapisan 2. Router menghubungkan jaringan IP yang berbeda, misalnya jaringan rumah dengan internet, dan bekerja dengan alamat IP di lapisan 3. Router juga memisahkan broadcast domain, sedangkan bridge tidak.

Apa bedanya switch dan bridge?

Logika kerjanya sama: belajar MAC address lalu meneruskan frame ke port tujuan. Switch adalah bridge dengan banyak port dan cip khusus, sehingga lebih cepat dan bisa melayani semua port bersamaan. Bridge klasik hanya punya dua sampai empat port.

Apakah bridge memecah broadcast domain?

Tidak. Bridge memecah collision domain, tetapi frame broadcast diteruskan ke semua segmen, sehingga seluruh jaringan di belakang bridge tetap satu broadcast domain. Untuk memecahnya, gunakan router atau VLAN.

Bridge bekerja di layer berapa?

Bridge bekerja di lapisan 2 (data link) model OSI, karena keputusan penerusannya didasarkan pada MAC address, bukan alamat IP.

Bedanya bridge, switch, dan router berada pada apa?

Pada lapisan OSI dan alamat yang dibaca. Bridge dan switch bekerja di lapisan 2 dengan MAC address; bedanya, switch punya jauh lebih banyak port. Router bekerja di lapisan 3 dengan alamat IP dan menghubungkan jaringan yang berbeda.

Apa fungsi hub, repeater, bridge, dan router?

Repeater menguatkan sinyal yang melemah. Hub menyalin sinyal dari satu port ke semua port. Bridge menyatukan segmen dan menyaring frame berdasarkan MAC address. Router meneruskan paket antarjaringan berdasarkan alamat IP.

Apa contoh bridge dalam kehidupan sehari-hari?

Contoh yang paling dekat adalah router WiFi di rumah, yang menggabungkan port LAN dan pemancar WiFi dalam satu bridge. Contoh lain: access point, sepasang antena wireless bridge antar gedung, dan pilihan Bridged Adapter di VirtualBox.

Apa fungsi bridge pada MikroTik?

Bridge di MikroTik menggabungkan beberapa antarmuka — port ether, wlan, atau terowongan EoIP — menjadi satu jaringan lokal. Pada perangkat yang punya switch chip, bridge juga menyerahkan penerusan frame ke cip tersebut sehingga prosesor tidak terbebani.

Apa fungsi AP bridge?

AP bridge adalah mode wireless pada RouterOS yang membuat MikroTik menjadi access point bagi banyak klien sekaligus (point-to-multipoint). Antarmuka WiFi itu lalu biasanya digabung dengan port kabel dalam satu bridge agar semua perangkat berada di satu jaringan.

Apakah bridge jaringan sama dengan northbridge di motherboard?

Tidak. Northbridge dan southbridge adalah cip pengendali di motherboard lama yang menghubungkan prosesor dengan memori, kartu grafis, dan port. Namanya saja yang mirip; keduanya tidak berhubungan dengan bridge jaringan.

Apa itu bridge adapter?

Bridge adapter adalah pilihan jaringan pada mesin virtual yang menyambungkan kartu jaringan virtual langsung ke jaringan fisik. Mesin virtual mendapat alamat IP dari router seperti komputer biasa dan bisa diakses perangkat lain di jaringan yang sama.

Apa arti mode bridge pada modem atau ONT?

Mode bridge mematikan fungsi router di modem atau ONT. Perangkat hanya meneruskan sambungan, sedangkan PPPoE, NAT, dan DHCP diserahkan ke router di belakangnya. Mode ini dipakai untuk menghindari NAT bertingkat.

Apakah bridge masih dipakai sekarang?

Masih, tetapi jarang sebagai kotak tersendiri. Fungsinya hidup di dalam switch, router, access point, sistem operasi, dan hypervisor. Wireless bridge antar gedung juga masih banyak dipasang.

Kesimpulan

Fungsi bridge jaringan bisa diringkas menjadi satu kalimat: bridge berfungsi untuk menyatukan beberapa segmen menjadi satu jaringan lokal sambil hanya menyeberangkan frame yang perlu. Dari situ lahir fungsi-fungsi turunannya — memecah collision domain, menyatukan kabel dengan WiFi, menyambung gedung lewat udara, menjaga jalur cadangan dengan STP, sampai menjadikan mesin virtual bagian dari LAN.

Yang perlu diingat, bridge tidak memisahkan broadcast dan tidak melakukan routing. Begitu jaringan Anda perlu dibagi menjadi beberapa bagian yang terpisah, saatnya beralih ke VLAN atau router, bukan menambah bridge. Untuk memahami bagaimana semua perangkat ini bekerja bersama, lanjutkan ke panduan jaringan komputer.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan