Subnetting: Cara Menghitung, Tabel CIDR & Contoh Soal

Daftar Isi
Satu blok alamat 192.168.1.0/24 berisi 254 alamat yang bisa dipakai. Kalau kantor Anda hanya punya 20 komputer, 234 alamat sisanya menganggur — dan semuanya tetap berada dalam satu ruang siaran yang sama. Di situlah subnetting masuk. Cara menghitung subnetting terdengar menakutkan karena banyak buku langsung melemparkan bilangan biner, padahal yang benar-benar Anda kerjakan hanya lima langkah yang berulang: baca prefiks, cari blok, tentukan network, tentukan broadcast, sisanya host.
Singkatnya, subnetting dihitung lewat lima langkah: baca prefiksnya, hitung jumlah subnet dengan 2ˣ dan jumlah host dengan 2ʸ − 2, cari blok subnet lewat 256 dikurangi nilai oktet mask, susun network address dengan melompat sebesar blok itu, lalu tandai alamat terakhir tiap blok sebagai broadcast.
Panduan ini memakai urutan kerja, bukan urutan kelas IP. Jadi Anda belajar satu prosedur yang sama, lalu menerapkannya ke kelas C, B, maupun A tanpa menghafal tiga cara berbeda.
Poin Penting
- Subnetting = meminjam bit dari bagian host untuk dijadikan bagian network.
- Lima angka yang selalu dicari: jumlah subnet, jumlah host, blok subnet, network address, dan broadcast address.
- Rumus intinya tiga: jumlah subnet
2ˣ, jumlah host2ʸ − 2, dan blok subnet256 − nilai oktet mask. - Prefiks
/26berarti mask255.255.255.192, blok 64, 4 subnet, 62 host per subnet. - Alamat pertama tiap blok adalah network address dan alamat terakhir adalah broadcast — dua-duanya tidak boleh dipasang di komputer.
Apa Itu Subnetting
Konsep subnetting sebetulnya sederhana, dan materi subnetting di sekolah maupun kuliah selalu berangkat dari titik yang sama ini. Subnetting adalah teknik memecah satu blok alamat IP menjadi beberapa blok yang lebih kecil, yang masing-masing berdiri sebagai jaringan tersendiri. Pemecahannya dilakukan dengan memindahkan sebagian bit yang semula menjadi penanda host menjadi penanda network. Jadi kalau soal ujian bertanya apa yang dimaksud dengan subnetting, jawabannya persis itu — dan penulisan subneting dengan satu huruf t yang sering Anda temui merujuk pada hal yang sama.
Bayangkan satu gedung dengan satu ruangan raksasa. Semua orang mendengar setiap pengumuman, dan Anda tidak bisa mengunci sebagian orang di area tertentu. Subnetting memasang dinding partisi: gedungnya tetap satu, tetapi kini ada ruang-ruang terpisah yang punya pintu sendiri. Pengumuman di ruang satu tidak lagi mengganggu ruang tiga.
Alamat IPv4 panjangnya 32 bit yang ditulis sebagai empat oktet, misalnya 192.168.1.10. Sebagian bit di depan menandai jaringan, sisanya menandai perangkat di dalam jaringan itu. Batas antara keduanya ditentukan oleh subnet mask. Dasar pengalamatan ini dibahas lebih jauh di panduan TCP/IP; di sini kita langsung fokus ke pembagiannya.

Tujuan dan Fungsi Subnetting
Tujuan subnetting adalah memecah satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil agar alamat IP tidak terbuang, lalu lintas siaran berkurang, dan tiap bagian bisa diatur terpisah. Efeknya langsung terasa: jaringan lebih cepat karena paket broadcast tidak lagi menyapu semua perangkat, dan lebih aman karena antar-subnet harus melewati router.
Empat manfaat yang paling nyata di lapangan:
- Menghemat alamat. Menyerahkan satu
/24penuh ke ruangan berisi 10 perangkat itu boros. Dengan/28Anda cukup memberi 14 alamat dan menyisakan sisanya untuk ruangan lain. - Memperkecil ruang siaran. Permintaan ARP, DHCP, dan penemuan perangkat hanya beredar di dalam subnetnya. Pada jaringan 200 perangkat yang disatukan, lalu lintas jenis ini saja sudah cukup membuat jaringan terasa berat.
- Memisahkan hak akses. Kamera CCTV, komputer kasir, dan WiFi tamu di subnet berbeda bisa diatur satu per satu di firewall, bukan dipukul rata.
- Mempermudah pelacakan gangguan. Kalau semua perangkat di
10.10.30.xbermasalah, Anda tahu persis satu segmen yang perlu diperiksa.

Bekal Sebelum Menghitung: Bagian Network dan Bagian Host
Setiap alamat IPv4 terdiri atas 32 bit. Anggap saja 32 kursi berjajar. Subnet mask menentukan berapa kursi pertama dipakai untuk menuliskan alamat jaringan, dan sisanya untuk menomori perangkat.
Subnet mask 255.255.255.0 berarti 24 kursi pertama diisi angka 1 — itulah bagian network — dan 8 kursi terakhir diisi angka 0 untuk host. Karena menulis 255.255.255.0 berulang kali melelahkan, orang memakai notasi garis miring: /24. Angka setelah garis miring adalah jumlah bit network. Itu saja artinya, tidak lebih.
Konsekuensinya: makin besar angka prefiks, makin sedikit host yang muat. /24 menyisakan 8 bit host, /26 menyisakan 6 bit, /30 hanya menyisakan 2 bit.

Kenapa Selalu Dikurangi Dua
Di setiap blok, alamat paling awal dan paling akhir sudah punya tugas. Alamat pertama adalah network address, yaitu nama blok itu sendiri. Alamat terakhir adalah broadcast address, alamat yang dipakai untuk menyapa semua perangkat di blok tersebut sekaligus. Keduanya tidak boleh dipasang di kartu jaringan komputer mana pun.
Itulah alasan rumus jumlah host memakai − 2. Blok /26 memuat 64 alamat, tetapi yang bisa dipakai perangkat hanya 62.
Kelas IP Address dan Subnet Mask Default
Sebelum notasi CIDR populer, alamat IPv4 dibagi menurut kelas berdasarkan angka oktet pertamanya. Pembagian ini sudah tidak dipakai router modern, tetapi masih menjadi bahasa pengantar di soal ujian dan tetap berguna sebagai titik awal perhitungan.
| Kelas | Oktet pertama | Subnet mask default | Prefiks | Jumlah host per jaringan |
|---|---|---|---|---|
| A | 1 – 126 | 255.0.0.0 | /8 | 16.777.214 |
| B | 128 – 191 | 255.255.0.0 | /16 | 65.534 |
| C | 192 – 223 | 255.255.255.0 | /24 | 254 |
| D | 224 – 239 | — | — | multicast, tidak disubnet |
| E | 240 – 255 | — | — | eksperimen |
Dengan kata lain, subnet mask kelas A adalah 255.0.0.0, subnet mask kelas B 255.255.0.0, dan subnet mask kelas C 255.255.255.0. Angka 127 sengaja dilewati karena dipakai untuk loopback (127.0.0.1). Jadi pertanyaan yang sering muncul di ujian — subnet mask 255.255.255.0 termasuk kelas apa — jawabannya kelas C, karena itulah mask bawaan kelas C.
Dalam praktik sehari-hari, IP address kelas C dipakai untuk jaringan kecil seperti kantor dan rumah, IP address kelas B untuk organisasi menengah, sedangkan kelas A untuk jaringan berskala sangat besar. Untuk jaringan lokal, pakailah blok privat yang sudah dicadangkan: 10.0.0.0/8, 172.16.0.0/12, dan 192.168.0.0/16. Ketiganya ditetapkan dalam RFC 1918 dan tidak akan pernah dipakai di internet publik, sehingga aman dipecah sesuka Anda.

Subnet Mask dan Notasi CIDR
Menghitung subnetting lewat prefiks jauh lebih cepat daripada lewat kelas, karena prefiks berlaku sama untuk alamat mana pun. Pendekatan tanpa kelas ini namanya CIDR, dan aturan resminya ada di RFC 4632.
Pengertian subnet mask sendiri singkat saja: angka 32 bit yang memberi tahu perangkat sampai bit ke berapa sebuah alamat menandai jaringan. Subnet mask berfungsi untuk menandai batas itu, bukan untuk hal lain — jadi arti subnet mask dan fungsinya memang satu hal yang sama. Fungsi subnet mask juga hanya itu, tidak lebih. Contoh subnet mask yang paling sering ditemui adalah 255.255.255.0 — itulah subnet mask /24 bawaan kelas C.
Yang perlu Anda hafal hanyalah satu deret: 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, 255. Deret itulah nilai oktet mask ketika bit dipinjam satu per satu. Sisanya tinggal dibaca dari tabel.
Tabel Subnetting dan Tabel Subnet Mask Lengkap /8 sampai /32
| Prefiks | Subnet mask | Jumlah alamat | Host yang bisa dipakai | Blok |
|---|---|---|---|---|
| /8 | 255.0.0.0 | 16.777.216 | 16.777.214 | 1 di oktet ke-2 |
| /12 | 255.240.0.0 | 1.048.576 | 1.048.574 | 16 di oktet ke-2 |
| /16 | 255.255.0.0 | 65.536 | 65.534 | 1 di oktet ke-3 |
| /17 | 255.255.128.0 | 32.768 | 32.766 | 128 di oktet ke-3 |
| /18 | 255.255.192.0 | 16.384 | 16.382 | 64 di oktet ke-3 |
| /19 | 255.255.224.0 | 8.192 | 8.190 | 32 di oktet ke-3 |
| /20 | 255.255.240.0 | 4.096 | 4.094 | 16 di oktet ke-3 |
| /21 | 255.255.248.0 | 2.048 | 2.046 | 8 di oktet ke-3 |
| /22 | 255.255.252.0 | 1.024 | 1.022 | 4 di oktet ke-3 |
| /23 | 255.255.254.0 | 512 | 510 | 2 di oktet ke-3 |
| /24 | 255.255.255.0 | 256 | 254 | 1 di oktet ke-4 |
| /25 | 255.255.255.128 | 128 | 126 | 128 |
| /26 | 255.255.255.192 | 64 | 62 | 64 |
| /27 | 255.255.255.224 | 32 | 30 | 32 |
| /28 | 255.255.255.240 | 16 | 14 | 16 |
| /29 | 255.255.255.248 | 8 | 6 | 8 |
| /30 | 255.255.255.252 | 4 | 2 | 4 |
| /31 | 255.255.255.254 | 2 | 2 (khusus) | 2 |
| /32 | 255.255.255.255 | 1 | 1 (satu alamat) | 1 |
Baris /25 sampai /30 itulah yang biasa disebut tabel subnetting kelas C, karena pembagiannya terjadi di oktet keempat.
Tabel ini sekaligus menjawab pertanyaan yang paling sering diketik orang. Subnet mask /27 adalah 255.255.255.224 dengan 30 host, subnet mask /29 adalah 255.255.255.248 dengan 6 host, dan subnet mask /30 adalah 255.255.255.252 yang hanya menyisakan dua alamat.

Lima Angka yang Selalu Anda Cari
Subnetting IP address selalu bermuara pada hal yang sama. Apa pun soalnya, hasil akhir perhitungannya selalu lima angka berikut. Hafalkan daftarnya, bukan langkahnya.
- Jumlah subnet — ada berapa blok yang terbentuk.
- Jumlah host valid — berapa perangkat yang muat di tiap blok.
- Blok subnet — jarak lompatan dari satu network address ke berikutnya.
- Network address — alamat pertama tiap blok.
- Broadcast address — alamat terakhir tiap blok.
Tiga rumus yang mengikatnya:
- Jumlah subnet = 2ˣ, dengan
x= jumlah bit yang dipinjam dari bagian host. - Jumlah host valid = 2ʸ − 2, dengan
y= jumlah bit host yang tersisa. - Blok subnet = 256 − nilai oktet mask yang sedang dibagi.
Contoh singkat untuk /26: bit host tersisa 6, jadi 2⁶ − 2 = 62 host. Oktet terakhir masknya 192, jadi bloknya 256 − 192 = 64.

1. Tentukan Prefiks dan Subnet Mask-nya
Mulai dari data yang diberikan. Kalau soal menulis 192.168.1.0/26, prefiksnya sudah jelas. Kalau yang diberikan justru subnet mask 255.255.255.192, ubah dulu ke prefiks dengan membaca tabel di atas — hasilnya sama, /26.
Kalau yang diminta justru cara menghitung subnet mask dari sebuah prefiks, jalannya sama — tabel di atas tinggal dibaca dari arah sebaliknya. Bila yang tersedia hanya alamat tanpa prefiks, pakai mask default kelasnya. Alamat 192.168.1.0 tanpa keterangan lain dianggap /24 karena oktet pertamanya 192.

2. Hitung Jumlah Subnet dan Jumlah Host
Bandingkan prefiks soal dengan prefiks default kelasnya. Selisihnya adalah bit yang dipinjam.
Contoh yang dipakai sepanjang bagian ini adalah subnetting kelas C. Pada 192.168.1.0/26, kelas C defaultnya /24, jadi bit yang dipinjam 26 − 24 = 2. Jumlah subnet = 2² = 4. Bit host yang tersisa 32 − 26 = 6, jadi host valid = 2⁶ − 2 = 62.
Perhatikan bahwa host dihitung dari sisa bit terhadap 32, bukan terhadap kelasnya. Kesalahan menghitung dari kelas adalah penyebab jawaban meleset paling umum saat ujian.
3. Cari Blok Subnet
Blok subnet adalah jarak antar-network address. Ambil oktet mask yang nilainya bukan 255 dan bukan 0 — itulah oktet yang sedang dibagi — lalu kurangkan dari 256.
Untuk /26, masknya 255.255.255.192, oktet yang dibagi adalah oktet keempat bernilai 192. Blok = 256 − 192 = 64.
Maka network address-nya melompat 64-an: 192.168.1.0, 192.168.1.64, 192.168.1.128, 192.168.1.192. Persis empat blok, cocok dengan hasil langkah kedua.
4. Tentukan Network dan Broadcast Address
Aturannya sederhana dan berlaku untuk semua kelas:
- Network address (sering disebut juga IP network) = alamat pertama tiap blok.
- Broadcast address = alamat tepat sebelum network address blok berikutnya.
- Host valid = semua alamat di antara keduanya, sering disebut juga range IP.
Dengan begitu cara menghitung IP address yang sah di dalam sebuah blok ikut terjawab: semua alamat di antara network dan broadcast boleh dipasang di perangkat.
Untuk blok kedua 192.168.1.64/26: network 192.168.1.64, broadcast 192.168.1.127 (karena blok ketiga mulai di .128), dan host valid 192.168.1.65 sampai 192.168.1.126.
5. Susun Hasilnya dalam Tabel
Langkah terakhir bukan hitungan, tetapi penyajian. Menuliskannya sebagai tabel membuat kesalahan langsung kelihatan — kalau ada dua blok yang rentangnya bersinggungan, matanya akan menangkap sebelum jaringan terlanjur dipasang.
| Subnet | Network address | Host pertama | Host terakhir | Broadcast |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 192.168.1.0 | 192.168.1.1 | 192.168.1.62 | 192.168.1.63 |
| 2 | 192.168.1.64 | 192.168.1.65 | 192.168.1.126 | 192.168.1.127 |
| 3 | 192.168.1.128 | 192.168.1.129 | 192.168.1.190 | 192.168.1.191 |
| 4 | 192.168.1.192 | 192.168.1.193 | 192.168.1.254 | 192.168.1.255 |

Trik Cepat Menghitung Tanpa Bilangan Biner
Menulis 32 digit biner untuk tiap soal itu melelahkan dan justru rawan salah tulis. Di lapangan, hampir semua orang memakai jalan pintas berikut.
Hafal delapan nilai mask. Deret 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, 255 berpasangan dengan blok 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2, 1. Begitu Anda tahu masknya 224, Anda langsung tahu bloknya 32.
Bulatkan ke bawah ke kelipatan blok. Ini cara tercepat mencari network address dari sebuah alamat. Soal klasiknya: berapa network address dari 192.168.1.100/27? Blok /27 adalah 32, dan kelipatan 32 terdekat yang tidak melewati 100 adalah 96. Jadi network-nya 192.168.1.96, broadcast-nya 192.168.1.127, dan host valid 192.168.1.97 sampai 192.168.1.126.
Periksa dari arah sebaliknya. Jumlah alamat per blok dikali jumlah subnet harus sama dengan 256 untuk pembagian di oktet keempat. Pada /26: 64 × 4 = 256. Kalau hasilnya bukan 256, ada langkah yang salah.

Contoh Subnetting Kelas B dan Kelas A
Prosedurnya tidak berubah. Yang berpindah hanya oktet tempat pembagian terjadi.
Kelas B: 172.16.0.0/18
Default kelas B adalah /16, jadi bit yang dipinjam 2 dan jumlah subnetnya 4. Bit host tersisa 14, sehingga host valid 2¹⁴ − 2 = 16.382. Masknya 255.255.192.0, dan oktet yang dibagi adalah oktet ketiga bernilai 192, jadi blok = 256 − 192 = 64 di oktet ketiga.
| Subnet | Network | Host pertama | Host terakhir | Broadcast |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 172.16.0.0 | 172.16.0.1 | 172.16.63.254 | 172.16.63.255 |
| 2 | 172.16.64.0 | 172.16.64.1 | 172.16.127.254 | 172.16.127.255 |
| 3 | 172.16.128.0 | 172.16.128.1 | 172.16.191.254 | 172.16.191.255 |
| 4 | 172.16.192.0 | 172.16.192.1 | 172.16.255.254 | 172.16.255.255 |

Kelas A: 10.0.0.0/12
Default kelas A adalah /8. Bit yang dipinjam 4, jadi ada 16 subnet. Bit host tersisa 20, sehingga host valid 2²⁰ − 2 = 1.048.574. Masknya 255.240.0.0, pembagian terjadi di oktet kedua, blok = 256 − 240 = 16.
Network address-nya melompat 16-an di oktet kedua: 10.0.0.0, 10.16.0.0, 10.32.0.0, dan seterusnya sampai 10.240.0.0. Broadcast blok pertama adalah 10.15.255.255.
Pola yang layak diingat: begitu pembagian pindah ke oktet yang lebih kiri, semua oktet di kanannya ikut penuh — 255 untuk broadcast dan 0 untuk network.
VLSM: Membagi dengan Ukuran Berbeda-beda
Subnetting biasa memotong satu blok menjadi potongan sama besar. Masalahnya, kebutuhan nyata jarang seragam. Laboratorium 28 komputer dan ruang perpustakaan 5 komputer tidak pantas mendapat jatah yang sama.
VLSM adalah singkatan dari Variable Length Subnet Mask, yaitu subnetting yang panjang mask-nya boleh berbeda antar-subnet. Caranya: urutkan kebutuhan dari yang terbesar ke terkecil, lalu potong berurutan. Urutan besar-ke-kecil itu bukan gaya, melainkan syarat — memotong yang kecil lebih dulu akan meninggalkan sisa yang tidak lagi rata untuk blok besar.
Tabel VLSM berikut memecah 192.168.10.0/24 untuk satu sekolah:
| Kebutuhan | Perangkat | Prefiks | Blok alamat | Rentang host | Broadcast |
|---|---|---|---|---|---|
| Lab komputer | 28 | /27 | 192.168.10.0 | .1 – .30 | 192.168.10.31 |
| Ruang guru | 12 | /28 | 192.168.10.32 | .33 – .46 | 192.168.10.47 |
| Perpustakaan | 5 | /29 | 192.168.10.48 | .49 – .54 | 192.168.10.55 |
| Jalur antar-router | 2 | /30 | 192.168.10.56 | .57 – .58 | 192.168.10.59 |
Alamat 192.168.10.60 ke atas masih utuh dan siap dipakai kalau ada ruangan baru. Bandingkan dengan pembagian rata /27 untuk keempatnya: perpustakaan akan menyandera 30 alamat padahal hanya butuh 5.

Contoh Perhitungan untuk Jaringan Nyata
Soal ujian memberi Anda prefiks lalu meminta hasilnya. Di pekerjaan, arahnya terbalik: Anda tahu jumlah perangkat, lalu mencari prefiks yang pas.
Kantor dengan 50 komputer. Cari prefiks yang host valid-nya paling kecil tetapi masih ≥ 50. /27 hanya 30 — tidak cukup. /26 memberi 62 — pas, dengan 12 alamat cadangan untuk printer dan titik akses. Ambil 192.168.1.0/26, sisakan tiga blok lain untuk pengembangan.
Warnet atau RT/RW net dengan 400 pelanggan. /23 menyediakan 510 host, sedangkan /24 hanya 254. Pakai 172.16.0.0/23 sehingga rentangnya membentang dari 172.16.0.1 sampai 172.16.1.254.
Jalur antar-perangkat. Sambungan titik-ke-titik antara dua router hanya butuh dua alamat. /30 adalah pilihan bakunya: 4 alamat, 2 terpakai. Inilah satu-satunya tempat /30 masuk akal; memakainya untuk ruangan berisi orang hanya akan membuat Anda menghitung ulang bulan depan.
Sisakan selalu ruang tumbuh. Memilih prefiks yang persis mepet dengan jumlah perangkat hari ini berarti memindahkan pekerjaan hitung-menghitung ke masa depan, lengkap dengan risiko mengubah alamat perangkat yang sudah jalan.

Melihat Subnet Mask di Windows, Android, dan Mikrotik
Sebelum menghitung ulang jaringan orang lain, lihat dulu pembagian yang sedang berjalan.
Windows. Buka Command Prompt lalu ketik ipconfig. Perhatikan baris Subnet Mask pada adapter yang aktif — biasanya 255.255.255.0. Untuk keterangan lebih lengkap termasuk DHCP dan DNS, pakai ipconfig /all. Kalau ingin melihatnya sebagai prefiks, jalankan Get-NetIPAddress di PowerShell; kolom PrefixLength menampilkan angka 24 atau 26 secara langsung. Di jendela pengisian IP manual Windows 11 kolomnya bahkan bernama Subnet prefix length dan memang diisi angka 24, bukan 255.255.255.0.

Android. Masuk ke Setelan → WiFi, ketuk nama jaringan yang tersambung, lalu buka rincian lanjutan. Sebagian merek menampilkannya sebagai Subnet mask, sebagian lain langsung menulis alamat lengkap dengan prefiks seperti 192.168.1.25/24. Kalau menu itu tidak ada, alamat gateway biasanya sudah cukup untuk menebak blok yang dipakai.

Mikrotik. Di Winbox buka IP → Addresses. Kolom Address di sana memang selalu ditulis dalam notasi CIDR, misalnya 192.168.88.1/24, dan kolom Network menampilkan network address hasil perhitungannya. Untuk melihat alamat mana saja yang benar-benar terpakai di tiap subnet, gunakan Tools → IP Scan seperti dibahas di panduan cek IP. Cara masuk dan menjelajahi menunya dibahas di panduan setting Mikrotik dengan Winbox.
Menyubnet di Mikrotik
Mikrotik tidak meminta Anda mengisi subnet mask dalam bentuk 255.255.255.0. Yang diisi adalah alamat berikut prefiksnya sekaligus.
- Buka IP → Addresses, klik tanda tambah.
- Isi kolom Address dengan alamat gateway berikut prefiks, misalnya
192.168.20.1/26. - Pilih Interface tujuan — fisik maupun VLAN.
- Biarkan kolom Network kosong; RouterOS mengisinya sendiri dari hasil hitungan.
Kalau Anda memecah satu jaringan menjadi beberapa subnet, tiap subnet butuh satu alamat gateway sendiri di antarmuka yang berbeda, lalu satu kumpulan DHCP terpisah bila ingin pembagian otomatis. Router yang sama juga perlu aturan yang mengizinkan — atau sengaja memblokir — lalu lintas antar-subnet.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Hitungannya benar, jaringannya tetap tidak jalan. Biasanya karena satu dari lima hal berikut.
- Network address dipasang di komputer.
192.168.1.64pada blok/26adalah nama blok, bukan alamat perangkat. Sistem operasi sering menerimanya tanpa protes, tetapi komunikasinya tidak akan pernah rapi. - Broadcast address dipakai sebagai host. Kesalahan cermin dari yang pertama, dan paling sering terjadi saat menomori perangkat terakhir di ruangan.
- Gateway di luar rentang subnet. Gateway
192.168.1.1tidak bisa melayani perangkat di blok192.168.1.64/26— alamat itu berada di blok pertama, bukan blok kedua. - Dua subnet bertumpuk. Menulis
192.168.1.0/25dan192.168.1.64/26sekaligus membuat rentang.64sampai.127diklaim dua kali. Router akan memilih salah satu dan sebagian perangkat kehilangan jalur. - Mask berbeda di perangkat yang satu jaringan. Satu komputer diberi
/24sementara sisanya/26. Komputer itu mengira tetangganya berada di jaringan yang sama lalu tidak melewatkan paket ke gateway, sehingga sebagian tujuan bisa diakses dan sebagian lagi tidak — gejala yang paling membingungkan untuk dilacak.
Bila gejalanya adalah ping ke gateway berhasil tetapi ke alamat lain gagal, periksa masknya dulu sebelum membongkar kabel. Urutan pelacakan gangguan per lapisan dibahas di panduan OSI Layer.

Beda Subnet dan VLAN
Keduanya sama-sama memisahkan jaringan, tetapi bekerja di tingkat berbeda dan sering dipakai bersamaan.
| Subnet | VLAN | |
|---|---|---|
| Bekerja pada | Alamat IP (lapisan 3) | Port dan bingkai data (lapisan 2) |
| Dibuat di | Router | Switch yang mendukung VLAN |
| Memisahkan | Blok alamat | Ruang siaran secara fisik-logis |
| Tanpa pasangannya | Perangkat masih satu ruang siaran | Tiap VLAN tetap butuh subnet sendiri |
Praktik lazimnya satu VLAN dipasangkan dengan satu subnet. VLAN 20 untuk kamera memakai 192.168.20.0/24, VLAN 30 untuk tamu memakai 192.168.30.0/24. VLAN dibuat di switch yang mendukungnya, sedangkan subnet dibuat di router. Membuat subnet tanpa VLAN tetap sah — dan itulah yang terjadi di jaringan rumahan — tetapi pemisahannya hanya berlaku di tingkat alamat.

Prefiks /31 dan /32 yang Sering Membingungkan
Menurut rumus 2ʸ − 2, blok /31 menghasilkan nol host dan /32 menghasilkan angka negatif. Angka itu tidak salah, hanya saja dua prefiks ini memang punya aturan sendiri.
/31 sengaja dikecualikan untuk sambungan titik-ke-titik. Karena hanya ada dua perangkat dan keduanya sudah saling tahu, network dan broadcast address tidak diperlukan — kedua alamat boleh dipakai sebagai host. Pengecualian ini ditetapkan dalam RFC 3021 dan menghemat separuh alamat dibanding memakai /30.
/32 menandai satu alamat tunggal. Anda akan menemuinya pada alamat loopback router, pada aturan firewall yang menyasar satu perangkat, dan pada tabel routing untuk jalur ke satu tujuan saja.
Subnetting pada IPv6
Aritmetikanya sama, skalanya yang berbeda jauh. IPv6 memakai 128 bit, dan ukuran baku satu jaringan lokal adalah /64 — bukan karena kebiasaan, melainkan karena mekanisme konfigurasi otomatisnya menghitung identitas perangkat dari 64 bit terakhir. Memotong lebih sempit dari /64 justru membuat perangkat gagal mendapat alamat. Pembahasan lengkapnya ada di panduan IPv6.
Akibatnya, "menghemat alamat" bukan lagi alasan menyubnet di IPv6. Yang tersisa hanyalah alasan pemisahan: keamanan, pengelolaan, dan pembatasan ruang siaran.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara melakukan subnetting?
Tentukan prefiks yang dipakai, hitung jumlah subnet dengan 2ˣ dan jumlah host dengan 2ʸ − 2, cari blok subnet dengan 256 dikurangi nilai oktet mask, lalu susun network address dengan melompat sebesar blok itu. Alamat terakhir sebelum blok berikutnya adalah broadcast.
255.255.255.224 itu berapa?
Itu subnet mask untuk prefiks /27. Bloknya 32, menghasilkan 8 subnet dalam satu blok kelas C, dengan 30 alamat host yang bisa dipakai di tiap subnet.
29 subnet masknya berapa?
Prefiks /29 memakai subnet mask 255.255.255.248. Bloknya 8 alamat, dan yang bisa dipasang di perangkat hanya 6 karena dua sisanya menjadi network dan broadcast address.
Subnet mask 255.255.255.0 termasuk dalam kelas jaringan apa?
Kelas C. Mask itu adalah bawaan kelas C yang menyediakan 254 alamat host. Meski begitu, mask yang sama juga boleh dipakai pada blok kelas A atau B bila jaringannya dibagi secara tanpa kelas.
Apa itu subnet mask?
Subnet mask adalah angka 32 bit yang menandai batas antara bagian network dan bagian host pada sebuah alamat IP. Bit bernilai 1 menandai network, bit bernilai 0 menandai host.
Apa bedanya subnet mask dan prefiks CIDR?
Keduanya menyatakan hal yang sama dalam dua bentuk penulisan. 255.255.255.192 dan /26 sama-sama berarti 26 bit pertama dipakai sebagai penanda network.
Berapa jumlah host pada /24?
Blok /24 memuat 256 alamat, dan 254 di antaranya bisa dipasang di perangkat. Dua alamat sisanya menjadi network address dan broadcast address.
/30 berapa IP dan /27 berapa host?
Blok /30 berisi 4 alamat dengan 2 host yang bisa dipakai, sedangkan /27 berisi 32 alamat dengan 30 host. Polanya sama: jumlah alamat dikurangi dua.
Kenapa jumlah host dikurangi dua?
Karena alamat pertama tiap blok dipakai sebagai nama jaringan (network address) dan alamat terakhir dipakai untuk menyapa seluruh perangkat sekaligus (broadcast address). Keduanya tidak boleh dipasang di kartu jaringan.
Bagaimana cara menentukan network address dari sebuah IP?
Cari ukuran blok dari prefiksnya, lalu bulatkan oktet yang bersangkutan ke bawah ke kelipatan blok terdekat. Pada 192.168.1.100/27 dengan blok 32, kelipatan terdekat yang tidak melewati 100 adalah 96, jadi network address-nya 192.168.1.96.
Subnet mask apa saja yang dapat digunakan pada IP kelas B?
Secara default kelas B memakai 255.255.0.0 atau /16, tetapi mask mana pun dari /17 sampai /30 boleh dipakai bila jaringannya dibagi. Aturan yang sama berlaku untuk kelas A, yang defaultnya 255.0.0.0 dan bisa dipersempit sampai /30.
Apa itu VLSM?
VLSM adalah cara membagi satu blok alamat menjadi subnet yang panjang mask-nya berbeda-beda, disesuaikan dengan jumlah perangkat tiap bagian. Syaratnya kebutuhan terbesar dipotong lebih dulu.
Apakah boleh memakai kalkulator subnet?
Boleh, dan untuk pekerjaan sehari-hari memang lebih cepat. Tetapi pahami dulu perhitungannya, karena kalkulator tidak akan memberi tahu Anda bahwa prefiks yang dipilih terlalu mepet atau bertumpuk dengan blok yang sudah dipakai.
Apakah subnetting memperlambat jaringan?
Tidak. Yang bertambah hanyalah pekerjaan router saat melewatkan lalu lintas antar-subnet, dan itu jauh lebih ringan daripada beban siaran di satu jaringan datar berisi ratusan perangkat.
Kesimpulan
Subnetting berhenti terasa sulit begitu Anda memperlakukannya sebagai satu prosedur, bukan tiga kasus terpisah menurut kelas IP. Baca prefiksnya, hitung jumlah subnet dan host, cari bloknya lewat 256 dikurangi nilai oktet mask, lalu susun network dan broadcast address.
Kalau hanya satu hal yang sempat dihafal, hafalkan deret blok 128, 64, 32, 16, 8, 4, 2 beserta mask pasangannya. Dari situ hampir semua soal bisa dijawab tanpa menulis satu digit biner pun. Dan saat merancang jaringan sungguhan, pilih prefiks yang menyisakan ruang tumbuh — menghitung ulang alamat pada jaringan yang sudah berjalan jauh lebih merepotkan daripada menyiapkan cadangan sejak awal.
Bagikan artikel
Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.
Artikel Terkait

Perangkat Jaringan Komputer: 16 Jenis dan Fungsinya
Perangkat jaringan komputer adalah alat penghubung dalam sebuah jaringan. Kenali 16 jenis perangkat keras dan lunak, fungsi, gambar, serta cara memilihnya.

Modem Adalah: Fungsi, Cara Kerja, dan 6 Jenisnya
Modem adalah perangkat pengubah sinyal saluran menjadi data digital. Pahami pengertian, fungsi modem, cara kerja modulasi, jenis, dan bedanya dari router.

Router Adalah: 7 Fungsi, Cara Kerja, dan Beda dari WiFi
Router adalah perangkat yang menghubungkan dua jaringan berbeda. Pahami fungsi, cara kerja, jenis, bagian fisik, serta bedanya dari WiFi, modem, dan switch.
