Cara Membuat Daftar Pustaka yang Benar (Buku, Jurnal, Web)

Daftar Isi
Cara membuat daftar pustaka sering ditunda sampai malam terakhir sebelum makalah atau skripsi dikumpulkan — lalu dikerjakan terburu-buru dan hasilnya berantakan. Padahal daftar pustaka termasuk bagian yang paling cepat dilihat dosen atau pembimbing. Entri yang formatnya kacau langsung memberi kesan bahwa seluruh tulisan dikerjakan asal-asalan, meskipun isinya bagus.
Untuk membuat daftar pustaka, tulis setiap sumber dengan urutan: nama pengarang (dibalik, nama belakang lebih dulu), tahun terbit, judul, dan penerbit. Susun semua entri urut abjad A–Z tanpa nomor, lalu beri format hanging indent. Detail penulisannya mengikuti gaya sitasi yang diminta — di Indonesia umumnya APA.
Alur lengkapnya seperti ini:
- Pahami unsur wajib setiap entri: nama, tahun, judul, penerbit.
- Sesuaikan format dengan jenis sumbernya — buku, jurnal, website, atau skripsi.
- Pilih satu gaya sitasi (APA, MLA, Chicago, Harvard, atau Vancouver) dan pakai konsisten.
- Manfaatkan fitur otomatis di Microsoft Word atau Google Scholar agar tidak mengetik manual.
- Rapikan hasil akhirnya: urut abjad, hanging indent, spasi konsisten.
Poin Penting
- Urutan baku: nama pengarang (dibalik) → tahun → judul → penerbit, disusun abjad A–Z tanpa nomor.
- Judul buku ditulis miring; untuk artikel jurnal, justru nama jurnalnya yang miring — bukan judul artikelnya.
- Word dapat menyusun daftar pustaka otomatis lewat References → Insert Citation → Bibliography.
- Ikuti gaya yang diminta kampus atau sekolah Anda, dan jangan campur dua gaya dalam satu dokumen.
Unsur Wajib dalam Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah daftar seluruh sumber yang benar-benar Anda kutip di dalam tulisan — buku, artikel jurnal, halaman web, sampai video. Fungsinya dua: menghargai karya orang lain dan membuktikan bahwa argumen Anda punya dasar, sehingga tulisan terhindar dari tuduhan plagiarisme.
Apa pun jenis sumbernya, hampir semua format menuntut empat unsur yang sama:
- Nama pengarang, ditulis terbalik: nama belakang lebih dulu, dipisah koma. Gelar akademik seperti Dr. atau S.Kom. tidak ikut ditulis.
- Tahun terbit — bukan tahun Anda membacanya.
- Judul karya, dengan aturan cetak miring yang berbeda per jenis sumber.
- Penerbit atau sumber — nama penerbit untuk buku, nama jurnal untuk artikel, alamat URL untuk halaman web.

Dua aturan penyusunan yang paling sering dilanggar: entri tidak diberi nomor atau bullet, dan seluruh daftar diurutkan alfabetis berdasarkan huruf pertama nama belakang pengarang. Kalau dua unsur ini saja sudah benar, daftar pustaka Anda sudah lebih rapi daripada kebanyakan.
1. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku
Format dasarnya (gaya APA):
Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku (edisi). Penerbit.
Contoh satu pengarang:
- Prasetyo, D. (2022). Menulis karya ilmiah tanpa drama. Pustaka Cendekia.
Dua pengarang dihubungkan dengan tanda &, dan hanya nama yang pertama yang perlu dibalik penuh:
- Ramadhani, S., & Wijaya, K. (2020). Statistika dasar untuk penelitian sosial (Edisi ke-3). Media Aksara.
Kalau pengarangnya banyak, versi Indonesia yang umum dipakai cukup menuliskan pengarang pertama diikuti dkk. APA edisi resmi sebenarnya meminta semua nama ditulis sampai 20 pengarang — sekali lagi, ikuti pedoman institusi Anda:
- Nugraha, A., dkk. (2019). Pengantar sistem informasi manajemen. Grafika Ilmu.
Buku yang diterbitkan lembaga tanpa nama pengarang perorangan memakai nama lembaganya sebagai pengarang:
- Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik telekomunikasi Indonesia 2023. BPS.
2. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal
Sumber jurnal punya jebakan yang paling sering membuat mahasiswa salah: yang dicetak miring bukan judul artikelnya, melainkan nama jurnalnya. Formatnya:
Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. DOI
Contoh:
- Lestari, F., & Hakim, R. (2023). Pengaruh pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa SMA. Jurnal Pendidikan Nusantara, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.12345/jpn.v11i2.678
Angka 11(2), 145–158 dibaca: volume 11, nomor terbitan 2, artikel ada di halaman 145 sampai 158. Semua data itu tercantum di halaman pertama file jurnal yang Anda unduh — biasanya berupa PDF; bila perlu menyalin tabel atau kutipan panjang darinya, Anda bisa convert PDF ke Word lebih dulu supaya tidak mengetik ulang.
Cantumkan DOI (Digital Object Identifier) bila ada, karena tautan ini permanen. Kalau jurnal tidak punya DOI, ganti dengan URL halaman jurnalnya.
3. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Website
Sumber internet sah-sah saja dipakai, asal kredibel — situs resmi pemerintah, media besar, atau dokumentasi resmi, bukan blog anonim tanpa penanggung jawab. Formatnya:
Nama belakang, Inisial. (Tahun, tanggal). Judul artikel. Nama Situs. URL
Contoh:
- Saripudin, A. (2026, 4 Juli). Kenapa WiFi tidak ada internet? Ini 6 cara mengatasinya. AhmadWeb. https://www.ahmadweb.com/kenapa-wifi-tidak-ada-internet/
Bila halaman tidak mencantumkan nama penulis, majukan nama situs atau lembaganya ke posisi pengarang. Bila tidak ada tanggal terbit sama sekali, tulis (t.t.) — singkatan "tanpa tahun" — dan tambahkan tanggal akses di akhir entri, misalnya "Diakses pada 5 Juli 2026". Tanggal akses hanya diperlukan untuk konten yang isinya bisa berubah sewaktu-waktu.
Wikipedia dan blog pribadi umumnya tidak diterima sebagai rujukan skripsi. Gunakan keduanya sebagai pintu masuk untuk menemukan sumber primernya, lalu kutip sumber primer itu.
4. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Skripsi dan Sumber Lain
Tiga jenis sumber lain yang paling sering muncul di tugas akhir:
Skripsi, tesis, atau disertasi — sebutkan jenis karya dan kampusnya dalam kurung siku:
- Maulana, R. (2021). Analisis kualitas layanan hotspot kampus menggunakan parameter QoS [Skripsi, Universitas Siliwangi]. Repositori Universitas Siliwangi.
Peraturan atau undang-undang — ditulis apa adanya tanpa nama pengarang:
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Video YouTube — nama kanal menjadi pengarang, diikuti keterangan [Video]:
- Kanal Belajar Statistik. (2023, 18 September). Uji validitas kuesioner dengan SPSS [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=contoh123
5. Kenali Gaya Sitasi: APA, MLA, Chicago, Harvard, Vancouver
Semua contoh di atas memakai gaya APA (American Psychological Association) karena inilah gaya yang paling banyak diminta kampus di Indonesia. Namun beberapa jurusan memakai gaya lain, jadi kenali perbedaannya sebelum menulis:
| Gaya | Umum dipakai di bidang | Ciri paling terlihat |
|---|---|---|
| APA | Pendidikan, psikologi, ilmu sosial | Tahun dalam kurung tepat setelah nama: Prasetyo, D. (2022). |
| MLA | Sastra, bahasa, humaniora | Nama depan tidak disingkat; tahun pindah ke belakang entri |
| Chicago | Sejarah, seni | Sering dipadukan dengan catatan kaki (footnote) |
| Harvard | Ekonomi, manajemen | Mirip APA, tetapi tahun ditulis tanpa tanda kurung |
| Vancouver | Kedokteran, kesehatan | Entri bernomor [1], [2] sesuai urutan kutipan — bukan abjad |
APA edisi 7 (berlaku sejak 2020)
tidak lagi mencantumkan kota terbit buku. Kalau pedoman kampus Anda masih mengacu ke APA edisi 6, kota tetap ditulis sebelum penerbit, misalnya Bandung: Media Aksara. Saat ragu, pedoman resmi kampus selalu menang atas contoh mana pun di internet — rujukan lengkap tiap edisi ada di situs resmi APA Style.
Aturan praktisnya satu: pilih satu gaya, pakai sampai selesai. Daftar pustaka yang mencampur dua gaya terlihat lebih buruk daripada yang konsisten memakai gaya "salah".
6. Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis di Word
Mengetik entri satu per satu sambil mengingat posisi titik dan koma itu melelahkan. Microsoft Word (2016, 2019, 2021, maupun Microsoft 365) bisa mengerjakannya untuk Anda:
- Buka tab References (Referensi) di ribbon Word.
- Pada grup Citations & Bibliography, ubah Style menjadi APA.
- Setiap kali mengutip sumber di badan tulisan, klik Insert Citation → Add New Source, pilih jenis sumbernya (Book, Journal Article, Web site), lalu isi nama pengarang, tahun, judul, dan penerbitnya.
- Setelah semua kutipan masuk, letakkan kursor di halaman daftar pustaka, klik Bibliography → Insert Bibliography. Word menyusun seluruh entri lengkap dengan urutan abjadnya.
- Menambah sumber baru setelah itu? Klik area daftar pustaka, lalu pilih Update Citations and Bibliography — daftar tidak diperbarui sendiri, dan inilah yang paling sering terlewat.

Semua sumber yang pernah Anda masukkan tersimpan di Manage Sources dan bisa dipakai ulang di dokumen lain — praktis kalau topik skripsi dan makalah Anda masih satu rumpun. Prinsip kerjanya sama seperti membuat daftar isi otomatis di Word: Anda menandai datanya sekali, Word yang merapikan formatnya.
Dua alat bantu lain yang layak dikenal:
- Google Scholar — cari judul sumber di scholar.google.com, klik ikon kutip (tanda petik) di bawah hasil pencarian, dan salin langsung format APA, MLA, Chicago, Harvard, atau Vancouver yang sudah jadi. Periksa ulang hasilnya; data di Scholar kadang tidak lengkap.
- Mendeley — manajer referensi gratis dari Elsevier yang menyimpan PDF jurnal Anda dan menyisipkan sitasi lewat plugin Mendeley Cite di Word. Layak dipasang bila referensi Anda sudah berjumlah puluhan.
7. Cara Merapikan Daftar Pustaka yang Berantakan
Menerima warisan dokumen dengan daftar pustaka acak-acakan? Tiga perbaikan ini menyelesaikan sebagian besar masalah dalam hitungan menit:
Urutkan abjad otomatis. Blok seluruh entri, buka tab Home, klik ikon Sort (huruf A–Z dengan panah ke bawah), pilih Sort by: Paragraphs, Type: Text, Ascending, lalu OK. Puluhan entri langsung tersusun A–Z tanpa dipindah manual satu per satu.
Pasang hanging indent. Format baku daftar pustaka: baris pertama rata kiri, baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam. Blok semua entri lalu tekan Ctrl+T — selesai. Cara panjangnya: klik kanan → Paragraph → Special: Hanging → 1,27 cm.
Samakan spasinya. Umumnya jarak antarbaris di dalam satu entri dibuat rapat (spasi 1), dengan jarak antarentri yang sedikit lega. Atur lewat Home → Line and Paragraph Spacing, dan pastikan seluruh entri memakai pengaturan yang sama.
Terakhir, baca ulang sekali dari atas: pastikan tidak ada sumber yang dikutip di badan tulisan tetapi hilang dari daftar, dan sebaliknya. Ketidaksesuaian dua arah ini termasuk temuan favorit dosen penguji.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gelar akademik ikut ditulis di daftar pustaka?
Tidak. Semua gelar — Prof., Dr., S.Pd., M.Kom. — dihilangkan dari nama pengarang. Yang ditulis hanya nama belakang dan inisial (atau nama lengkap, pada gaya MLA), tanpa embel-embel apa pun.
Bagaimana jika pengarangnya lebih dari tiga orang?
Format Indonesia yang umum: tulis pengarang pertama (dibalik), lalu tambahkan "dkk." — misalnya Nugraha, A., dkk. Pada APA edisi 7 versi aslinya, semua nama ditulis hingga 20 pengarang sebelum dipangkas. Ikuti mana yang diminta pedoman institusi Anda.
Bagaimana menulis sumber yang tidak punya tahun terbit?
Ganti tahun dengan singkatan (t.t.) untuk "tanpa tahun" — padanan "n.d." (no date) dalam format bahasa Inggris. Contoh: Media Aksara. (t.t.). Untuk halaman web tanpa tanggal, tambahkan juga tanggal Anda mengaksesnya di akhir entri.
Apakah hasil wawancara dan kuesioner ditulis di daftar pustaka?
Umumnya tidak. Wawancara dan kuesioner yang Anda sebar sendiri — termasuk lewat Google Form — adalah data primer, dan tempatnya di bab metodologi atau lampiran, bukan di daftar pustaka. Daftar pustaka hanya memuat karya terbit yang bisa dilacak kembali oleh pembaca.
Apa bedanya daftar pustaka dengan daftar referensi?
Daftar referensi (references) hanya memuat sumber yang benar-benar dikutip di dalam teks; ini yang dipakai gaya APA. Daftar pustaka (bibliography) boleh lebih luas — mencakup semua bacaan yang memengaruhi tulisan meski tidak dikutip langsung. Praktiknya di Indonesia, istilah "daftar pustaka" dipakai untuk keduanya; isinya ikuti aturan pembimbing Anda.
Kesimpulan
Daftar pustaka yang benar bukan soal menghafal ratusan aturan, melainkan disiplin pada satu pola: nama dibalik → tahun → judul → penerbit, disusun alfabetis dengan hanging indent, dalam satu gaya sitasi yang konsisten. Perbedaan antarjenis sumber hanya di detail kecil — jurnal memiringkan nama jurnalnya, website menambahkan URL, skripsi menyebut nama kampusnya.
Dan Anda tidak harus mengerjakan semuanya manual. Biasakan mencatat sumber lewat Insert Citation di Word sejak halaman pertama ditulis — bukan mengumpulkannya di malam terakhir — maka daftar pustaka tinggal dipanggil dengan satu klik saat naskah selesai.
Bagikan artikel
Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.
Artikel Terkait
SOFTWARECara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word & Google Docs
Cara membuat daftar isi otomatis di Word pakai Heading Styles & References, cara update nomor halaman, plus di Google Docs dan cara manual. Untuk skripsi.
SOFTWARECara Membuat Google Form di HP & Laptop (Lengkap)
Panduan cara membuat Google Form di HP dan laptop: menyusun pertanyaan, membuat kuis bernilai otomatis, membagikan link, hingga melihat jawaban responden.
SOFTWARECara Membuat Tanda Tangan Digital Gratis di HP & Word
Cara membuat tanda tangan digital gratis: online, di Word, PDF, dan HP. Termasuk membuat TTD transparan PNG dan beda tanda tangan digital bersertifikat.