Lewati ke konten
AhmadWeb
UMUM

Cara Membuat Makalah yang Benar: Struktur & Format Lengkap

Ahmad Saripudin12 menit baca
Cara Membuat Makalah yang Benar: Struktur & Format Lengkap
Daftar Isi

Cara membuat makalah sebenarnya tidak berubah dari zaman SMP sampai bangku kuliah — yang berubah hanya tuntutan kedalamannya. Masalahnya, kebanyakan orang gugur bukan di isi, melainkan di hal-hal yang terlihat sepele: urutan bagian yang terbalik, margin yang asal, atau daftar pustaka yang tidak cocok dengan kutipan. Padahal bagian-bagian itulah yang pertama kali diperiksa guru dan dosen.

Untuk membuat makalah yang baik dan benar, tentukan topik dan kumpulkan minimal tiga referensi, susun kerangka dari rumusan masalah, lalu tulis tiga bab utama: pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Lengkapi dengan cover, kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka, kemudian rapikan formatnya: kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5.

Urutan kerjanya seperti ini:

  1. Tentukan topik yang spesifik dan kumpulkan referensi.
  2. Susun kerangka dari rumusan masalah.
  3. Tulis bab isi: pendahuluan, pembahasan, penutup.
  4. Lengkapi halaman pelengkap: cover, kata pengantar, daftar isi, nomor halaman.
  5. Susun daftar pustaka dari semua sumber yang dikutip.
  6. Periksa ulang, lalu ekspor ke PDF sebelum dikumpulkan.

Poin Penting

  • Struktur baku: cover → kata pengantar → daftar isi → BAB I Pendahuluan → BAB II Pembahasan → BAB III Penutup → daftar pustaka.
  • Format yang paling umum diminta: kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm dan sisi lainnya 3 cm.
  • Rumusan masalah adalah tulang punggung makalah — setiap pertanyaannya harus terjawab di pembahasan dan kesimpulan.
  • Kata pengantar dan daftar isi justru ditulis paling akhir, setelah seluruh isi selesai.

Struktur Makalah yang Benar dan Urutannya

Susunan makalah pada dasarnya terdiri dari tiga kelompok: halaman pelengkap di depan, tiga bab inti di tengah, dan daftar rujukan di belakang. Tabel berikut merangkum urutan lengkapnya beserta isi minimal tiap bagian:

UrutanBagianIsi minimal
1Cover (halaman judul)Judul, keperluan penulisan, logo, nama dan NIM/NIS, institusi, tahun
2Kata pengantarUcapan syukur, terima kasih, harapan penulis — cukup satu halaman
3Daftar isiSemua judul bab dan sub-bab beserta nomor halamannya
4BAB I — PendahuluanLatar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan
5BAB II — PembahasanJawaban atas setiap rumusan masalah, didukung referensi
6BAB III — PenutupKesimpulan dan saran
7Daftar pustakaSemua sumber yang dikutip, urut abjad
8Lampiran (bila ada)Tabel data, kuesioner, dokumentasi
Diagram struktur makalah yang benar: halaman pelengkap, tiga bab inti, dan daftar pustaka
Diagram struktur makalah yang benar: halaman pelengkap, tiga bab inti, dan daftar pustaka

Ada satu konvensi penomoran yang sering terlewat: halaman pelengkap (kata pengantar sampai daftar isi) memakai angka romawi kecil — i, ii, iii — sedangkan angka biasa 1, 2, 3 baru dimulai dari BAB I. Cover ikut dihitung sebagai halaman i tetapi nomornya tidak ditampilkan.

Manfaat penulisan makalah sendiri bukan sekadar menggugurkan tugas. Format tiga bab ini melatih pola berpikir yang sama dengan yang nanti dipakai di laporan penelitian dan skripsi: mengajukan pertanyaan, mencari dasar teorinya, lalu menjawabnya secara runtut.

Format Makalah: Margin, Font, dan Spasi

Tidak ada undang-undang resmi yang menetapkan format makalah yang benar — yang ada adalah konvensi yang dipakai hampir semua sekolah dan kampus di Indonesia. Sistematika penulisan makalah yang paling umum diminta:

ElemenStandar umum
KertasA4 (21 × 29,7 cm)
FontTimes New Roman, ukuran 12
Spasi1,5
MarginKiri 4 cm; atas, kanan, bawah 3 cm
PerataanRata kiri-kanan (justify)
Judul babKapital, tebal, rata tengah

Margin kiri sengaja dibuat paling lebar, 4 cm, sebagai ruang jilid. Sebagian kampus memakai varian 4-4-3-3 (kiri dan atas sama-sama 4 cm) — kalau dosen atau guru Anda membagikan pedoman tertulis, pedoman itu yang menang atas tabel mana pun.

Mengaturnya di Word: buka tab Layout → Margins → Custom Margins, isi keempat nilainya, lalu OK. Panduan resmi fitur ini ada di dokumentasi Microsoft. Ukuran kertas diatur di sebelahnya: Layout → Size → A4.

Word yang baru diinstal sering memakai satuan

inci, sehingga margin "4" berarti 4 inci — lebih dari 10 cm. Ubah dulu satuannya lewat File → Options → Advanced, gulir ke bagian Display, lalu ganti Show measurements in units of menjadi Centimeters.

Setelah halaman siap, ikuti langkah-langkah membuat makalah berikut — enam tahap dari kertas kosong sampai file siap kumpul.

Diagram alur cara membuat makalah dari riset referensi, kerangka, menulis bab, sampai finishing format
Diagram alur cara membuat makalah dari riset referensi, kerangka, menulis bab, sampai finishing format

1. Tentukan Topik dan Kumpulkan Referensi

Topik yang bagus itu spesifik. "Sampah plastik" terlalu luas untuk makalah 10 halaman; "efektivitas bank sampah di lingkungan sekolah" jauh lebih mudah digarap karena batasannya jelas. Uji topik Anda dengan satu pertanyaan: bisakah dijawab tuntas dengan referensi yang tersedia dan tenggat yang ada?

Kumpulkan minimal tiga referensi sebelum mulai menulis. Sumber yang aman dipakai: buku, artikel jurnal, laporan lembaga resmi, dan situs pemerintah. Cara paling cepat menemukan jurnal adalah lewat Google Scholar — ketik kata kunci topik Anda, dan hampir semua hasil yang tampil layak kutip. Wikipedia boleh dipakai sebagai pintu masuk untuk memahami topik, tetapi yang Anda kutip di makalah adalah sumber aslinya, bukan halaman Wikipedia-nya.

Satu kebiasaan yang menghemat banyak waktu: catat identitas setiap sumber — nama penulis, tahun, judul, penerbit — sejak pertama kali membacanya. Data inilah yang nanti menjadi daftar pustaka, dan melacaknya ulang di malam terakhir jauh lebih menyiksa.

Iklan

2. Susun Kerangka dari Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah tulang punggung seluruh makalah. Tulis dua sampai tiga pertanyaan yang ingin dijawab, misalnya untuk topik bank sampah tadi:

  1. Bagaimana mekanisme kerja bank sampah di lingkungan sekolah?
  2. Seberapa efektif bank sampah mengurangi volume sampah plastik?
  3. Apa kendala penerapannya?

Setiap pertanyaan itu kemudian menjadi satu sub-bab di BAB II Pembahasan — pertanyaan pertama menjadi sub-bab 2.1, pertanyaan kedua menjadi 2.2, dan seterusnya. Dengan pola ini kerangka makalah praktis menyusun dirinya sendiri, dan Anda tidak akan mengalami "pembahasan melebar ke mana-mana" karena setiap paragraf punya pertanyaan induk yang jelas.

Hasil akhirnya, kerangka makalah bank sampah tadi kira-kira seperti ini:

text
BAB I   PENDAHULUAN
        1.1 Latar Belakang
        1.2 Rumusan Masalah
        1.3 Tujuan Penulisan
BAB II  PEMBAHASAN
        2.1 Mekanisme Kerja Bank Sampah di Lingkungan Sekolah
        2.2 Efektivitas Bank Sampah Mengurangi Sampah Plastik
        2.3 Kendala Penerapan dan Solusinya
BAB III PENUTUP
        3.1 Kesimpulan
        3.2 Saran

Kerangka ini nantinya tinggal disalin menjadi daftar isi — anggap saja daftar isi versi kasar. Tujuan penulisan makalah juga ikut jadi mudah: cukup ubah setiap pertanyaan rumusan menjadi kalimat pernyataan, misalnya "seberapa efektif bank sampah…" menjadi "mengetahui efektivitas bank sampah…".

3. Tulis Bab Isi: Pendahuluan, Pembahasan, dan Penutup

Latar belakang di BAB I mengikuti pola corong: mulai dari kondisi umum, sempitkan ke masalah spesifik, akhiri dengan alasan topik ini layak dibahas. Dua sampai empat paragraf sudah cukup — latar belakang yang berlembar-lembar biasanya berisi basa-basi yang justru mengaburkan masalahnya. Sertakan satu-dua data konkret (angka, temuan, kejadian) supaya masalahnya terasa nyata.

Pembahasan di BAB II menjawab rumusan masalah satu per satu, dengan dukungan referensi. Setiap kali memakai ide orang lain, parafrasekan dengan kalimat Anda sendiri dan cantumkan sumbernya dalam kurung — formatnya cukup nama belakang dan tahun, misalnya (Prasetyo, 2022). Kutipan yang dicomot mentah-mentah tanpa sumber adalah plagiarisme, dan hampir semua kampus kini memeriksanya dengan aplikasi.

Penutup di BAB III berisi kesimpulan dan saran. Kesalahan paling umum di sini: kesimpulan ditulis sebagai ringkasan pembahasan. Yang benar, kesimpulan adalah jawaban langsung atas rumusan masalah — tiga pertanyaan berarti tiga poin jawaban. Saran berisi tindak lanjut yang realistis, bukan harapan normatif.

Soal urutan pengerjaan, ada trik yang dipakai banyak penulis berpengalaman: selesaikan BAB II lebih dulu, baru sempurnakan latar belakang. Setelah pembahasan matang, Anda tahu persis apa yang sedang diantar oleh pendahuluan. Kata pengantar dan daftar isi selalu paling akhir.

4. Lengkapi Halaman Pelengkap di Word

Setelah tiga bab selesai, barulah halaman-halaman pelengkap dikerjakan — dan di sinilah fitur Word menghemat paling banyak waktu.

Cover memuat judul makalah, keperluan penulisan ("Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah…"), logo institusi, nama dan NIM/NIS penyusun, nama institusi, serta kota dan tahun. Semuanya rata tengah, tanpa nomor halaman yang ditampilkan.

Kata pengantar cukup satu halaman: ucapan syukur, terima kasih kepada pihak yang membantu, dan pengakuan rendah hati bahwa makalah terbuka untuk kritik. Tidak perlu berpanjang-panjang — dan jangan menyalin kata pengantar dari internet; halaman ini ikut dibaca aplikasi pemeriksa plagiarisme.

Daftar isi jangan diketik manual. Selama menulis, tandai setiap judul bab dengan style Heading 1 dan sub-bab dengan Heading 2 di tab Home, lalu daftar isi tinggal dipanggil lewat References → Table of Contents. Langkah detailnya ada di panduan cara membuat daftar isi otomatis di Word — termasuk cara memperbaruinya ketika nomor halaman bergeser.

Nomor halaman memakai dua format sekaligus: romawi kecil untuk halaman pelengkap, angka biasa mulai BAB I. Word bisa melakukannya dalam satu file lewat Section Break — langkah lengkapnya sudah dibahas di cara membuat halaman di Word.

Diagram dua format nomor halaman makalah: romawi kecil untuk halaman pelengkap dan angka biasa mulai BAB I
Diagram dua format nomor halaman makalah: romawi kecil untuk halaman pelengkap dan angka biasa mulai BAB I

5. Susun Daftar Pustaka

Aturan mainnya sederhana: semua sumber yang dikutip di badan tulisan harus muncul di daftar pustaka, dan sebaliknya — tidak boleh ada entri yang tidak pernah dikutip. Formatnya urut abjad, tanpa nomor, dengan pola dasar: nama pengarang (dibalik), tahun, judul, penerbit.

Detail format untuk tiap jenis sumber — buku, jurnal, website, sampai video YouTube — beserta cara otomatisnya lewat References → Insert Citation sudah dibahas tuntas di panduan cara membuat daftar pustaka. Kalau referensi Anda dicatat rapi sejak langkah pertama, bagian ini selesai dalam belasan menit.

Iklan

6. Periksa Ulang Sebelum Dikumpulkan

Sisihkan waktu minimal satu jam sebelum tenggat untuk pemeriksaan akhir:

  • Baca ulang dari atas — salah ketik di judul dan nama dosen adalah kesan pertama yang buruk dan paling mudah dicegah.
  • Cek konsistensi format: font, ukuran, dan spasi yang berubah di tengah dokumen adalah jejak copy-paste yang mudah dikenali.
  • Cocokkan kutipan dengan daftar pustaka dua arah — ini pemeriksaan favorit dosen.
  • Perbarui daftar isi (klik daftarnya → Update Field) supaya nomor halaman sesuai versi akhir.
  • Ekspor ke PDF lewat File → Save As → pilih format PDF. Layout PDF terkunci di perangkat mana pun, sedangkan file Word bisa bergeser ketika dibuka di versi Office yang berbeda.

Terakhir, beri nama file yang jelas — pola Nama_Kelas_Judul.pdf membuat file Anda mudah ditemukan di antara puluhan kiriman lain, dan itu bentuk sopan santun kecil kepada pemeriksanya.

Cara Membuat Makalah di HP

Mengerjakan makalah sepenuhnya di HP itu mungkin, meski kurang ideal. Aplikasi membuat makalah di HP yang paling masuk akal ada dua, keduanya gratis: Microsoft Word versi Android/iPhone dan Google Docs. Keduanya bisa membuat dokumen baru, mengetik bab demi bab, dan menyimpan otomatis ke cloud.

Ilustrasi membuat makalah di HP memakai aplikasi pengolah dokumen
Ilustrasi membuat makalah di HP memakai aplikasi pengolah dokumen

Ada tiga jebakan yang perlu diketahui sebelum mulai:

  • Ukuran kertas default sering bukan A4. Di Google Docs, ubah lewat menu ⋮ → Penyiapan halaman → Ukuran kertas → A4. Lewat pengaturan yang sama Anda juga bisa menyetel margin.
  • Word versi HP tidak bisa menyisipkan daftar isi otomatis — fitur itu hanya ada di versi desktop. Google Docs masih bisa: Sisipkan → Daftar isi.
  • Format halus mudah meleset di layar kecil — hanging indent daftar pustaka, posisi nomor halaman, dan tata letak cover sulit dikontrol presisi.

Pola kerja yang paling realistis: gunakan HP untuk mengetik draf bab di sela waktu, lalu lakukan finishing format di laptop — cukup 30–60 menit karena semua isinya sudah ada. Kalau laptop benar-benar tidak tersedia, Google Docs di HP adalah pilihan yang paling lengkap fiturnya.

Kesalahan yang Sering Membuat Makalah Dikembalikan

Lima kesalahan ini muncul berulang-ulang di makalah yang diminta revisi:

  1. Copy-paste tanpa parafrase. Aplikasi pemeriksa plagiarisme menangkapnya dalam hitungan detik, dan sanksinya bisa lebih berat daripada nilai jelek.
  2. Latar belakang tidak nyambung dengan rumusan masalah. Dua halaman bercerita ke mana-mana, lalu rumusan masalahnya muncul tiba-tiba tanpa diantar.
  3. Kesimpulan mengulang pembahasan. Kesimpulan harus menjawab rumusan masalah, bukan merangkum ulang seluruh bab.
  4. Format campur aduk. Font berganti-ganti, spasi tidak konsisten, margin berbeda antarhalaman — tanda dokumen dirakit dari banyak tempelan.
  5. Daftar pustaka tidak jujur. Entri yang tidak pernah dikutip di badan tulisan, atau kutipan yang sumbernya tidak ada di daftar.

Perhatikan bahwa kelimanya tidak ada hubungannya dengan kecerdasan — semuanya soal ketelitian. Artinya, semuanya bisa dicegah dengan satu putaran pemeriksaan di langkah 6.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jumlah halaman makalah yang ideal?

Untuk tugas kuliah umumnya 10–15 halaman isi, untuk SMA sekitar 8–12 halaman — di luar cover, daftar isi, dan lampiran. Namun instruksi pemberi tugas selalu menang. Makalah 10 halaman yang padat dan menjawab rumusan masalah jauh lebih baik daripada 20 halaman yang berisi pengulangan.

Apa saja jenis-jenis makalah?

Pembagian yang paling sering diajarkan: makalah deduktif (bertolak dari teori yang sudah ada, lalu diterapkan ke sebuah kasus), induktif (berangkat dari data atau pengamatan di lapangan, lalu ditarik ke kesimpulan umum), dan campuran yang menggabungkan keduanya. Mayoritas tugas sekolah dan kuliah praktis berbentuk campuran — teori dari referensi dipadukan dengan contoh nyata.

Apa perbedaan makalah, paper, dan esai?

Makalah adalah karya tulis ilmiah dengan struktur bab yang baku seperti dibahas di atas. Paper pada dasarnya istilah longgar untuk tulisan akademik — di perkuliahan Indonesia sering dipakai untuk tulisan yang lebih ringkas tanpa bab formal. Esai paling bebas: argumen pribadi yang mengalir tanpa bab, rumusan masalah, maupun daftar pustaka yang ketat.

Apakah makalah harus tiga bab?

Untuk tugas sekolah dan kuliah, format tiga bab adalah standar yang paling aman. Makalah pendek atau tugas kelompok kecil kadang diperbolehkan memakai format sederhana — pendahuluan, isi, penutup tanpa label "BAB" — tetapi pastikan dulu ke pemberi tugas sebelum menyimpang dari format baku.

Bolehkah membuat makalah dengan bantuan AI seperti ChatGPT?

Sebagai alat bantu curah ide, mencari sudut pandang, atau menyusun kerangka — wajar dan banyak dilakukan. Menyalin jawabannya mentah-mentah ke makalah adalah cerita lain: banyak kampus melarangnya, aplikasi pendeteksi mulai bisa mengenalinya, dan AI kerap mengarang sumber yang tidak pernah ada. Tulis dengan kalimat sendiri dan verifikasi setiap rujukan ke sumber aslinya.

Apakah makalah perlu abstrak?

Umumnya tidak. Abstrak adalah kelengkapan karya ilmiah yang dipublikasikan — jurnal, skripsi, prosiding seminar. Untuk makalah tugas, kata pengantar dan pendahuluan sudah memenuhi fungsi pengantarnya, kecuali pemberi tugas secara khusus memintanya.

Kesimpulan

Membuat makalah yang benar adalah soal disiplin pada dua hal: struktur yang urutannya baku dari cover sampai daftar pustaka, dan format yang konsisten — A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm. Isinya sendiri dikendalikan oleh rumusan masalah: dari sanalah kerangka, pembahasan, dan kesimpulan diturunkan.

Kerjakan dengan urutan yang benar — riset dulu, kerangka, bab isi, baru halaman pelengkap — dan manfaatkan fitur otomatis Word untuk daftar isi, nomor halaman, serta daftar pustaka. Sekali alur ini terbiasa, makalah berikutnya tinggal soal mengisi kerangka, dan pola yang sama akan terpakai lagi saat Anda menghadapi laporan penelitian dan skripsi.

Iklan

Bagikan artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.

Artikel Terkait

Iklan