Cara Mengisi Daftar Riwayat Hidup + Contoh Tulis Tangan

Daftar Isi
Cara mengisi daftar riwayat hidup terdengar sepele sampai Anda benar-benar duduk di depan selembar blanko kosong. Kolomnya rapat, ruangnya sempit, dan sebagian pertanyaannya terdengar kaku: "Riwayat Pekerjaan", "Keterangan Lain-Lain". Satu huruf keliru pada nama atau satu digit meleset pada tahun ijazah sudah cukup membuat berkas Anda dikembalikan.
Ringkasnya: isi kolom data pribadi persis seperti tertulis di KTP dan ijazah, susun riwayat pendidikan dari jenjang terendah ke tertinggi, cantumkan pengalaman kerja atau organisasi lengkap dengan tahunnya, lalu tutup dengan kalimat pernyataan kebenaran data, tempat, tanggal, tanda tangan, dan nama terang Anda. Kolom yang tidak relevan diisi tanda hubung, bukan dibiarkan kosong.
Poin Penting
- Blanko daftar riwayat hidup yang dijual di fotokopi punya isi kolom yang sama, apa pun warna kertasnya — kertas biru, kuning, atau merah muda.
- Versi tulis tangan memakai kertas folio F4 bergaris; tata letaknya Anda susun sendiri dari lembar kosong.
- Ejaan nama, tempat lahir, dan nama sekolah wajib sama persis dengan KTP dan ijazah, bukan versi singkatan yang biasa Anda pakai.
- Riwayat pendidikan ditulis menaik: SD lebih dulu, pendidikan terakhir paling bawah.
- Daftar riwayat hidup untuk lamaran kerja biasa tidak memerlukan materai. Yang wajib bermaterai adalah DRH untuk CPNS dan PPPK di SSCASN.
- Belum pernah bekerja bukan alasan mengosongkan kolom pengalaman — isi dengan magang, praktik kerja lapangan, atau kegiatan organisasi.
Tiga Bentuk Daftar Riwayat Hidup, Pastikan Anda Mengisi yang Benar
Sebelum menulis satu huruf pun, kenali dulu bentuk dokumen yang ada di tangan Anda. Tiga bentuk berikut sama-sama disebut "daftar riwayat hidup", tetapi cara mengisinya berbeda jauh.

| Bentuk | Kapan dipakai | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Blanko cetak (beli di fotokopi) | Lamaran pabrik, toko, instansi kecil, berkas administrasi sekolah | Kolomnya sudah baku, Anda tinggal mengisi. Ruang tulis sempit |
| Tulis tangan di kertas folio | Lowongan yang secara khusus meminta tulisan tangan | Anda menyusun sendiri seluruh format, termasuk garis dan jarak |
| Ketik di komputer | Lamaran ke perusahaan swasta, pengiriman lewat email | Bebas menata tata letak, tetapi harus tetap ringkas dan rapi |
Kalau iklan lowongan tidak menyebutkan bentuk tertentu, versi ketik hampir selalu aman. Sebaliknya, saat pengumuman menulis "ditulis tangan sendiri", jangan diketik — permintaan itu biasanya memang dipakai untuk menilai kerapian dan ketelitian Anda.
Perlu dicatat, dokumen ini berbeda dari CV lamaran kerja yang lazim dipakai perusahaan swasta. Perbedaannya saya bahas tuntas di bagian bawah artikel.
1. Siapkan Datanya Sebelum Pena Menyentuh Kertas
Kesalahan paling banyak terjadi bukan karena orang tidak tahu cara mengisi, melainkan karena menulis sambil mengingat-ingat. Tahun lulus SMP ditebak, nama sekolah disingkat, nomor telepon lama tertulis tanpa sadar.
Kumpulkan dulu berkas ini di meja:
- KTP — untuk NIK 16 digit, nama, tempat dan tanggal lahir, serta alamat sesuai domisili resmi.
- Kartu keluarga — untuk nama orang tua, terutama bila ejaannya berbeda dengan yang biasa Anda tulis.
- Ijazah dan transkrip semua jenjang — untuk nama sekolah versi resmi, tahun masuk, dan tahun lulus.
- Surat keterangan kerja atau paklaring — untuk nama jabatan dan periode kerja yang tepat.
- Sertifikat pelatihan — untuk nama penyelenggara dan tahun.
Satu hal yang sering luput: nama sekolah pada ijazah biasanya lebih panjang dari yang Anda hafal. "SMKN 2" pada ijazah bisa tertulis "SMK Negeri 2 Bandung". Tulis versi ijazah. Verifikator yang mencocokkan berkas Anda dengan salinan ijazah akan mencari kecocokan, bukan kemiripan.
2. Cara Mengisi Blanko Daftar Riwayat Hidup dari Fotokopi
Blanko daftar riwayat hidup dijual bebas di kios fotokopi dengan harga di bawah dua ribu rupiah per lembar — inilah yang dimaksud orang ketika menyebut daftar riwayat hidup "beli di fotocopy". Bentuknya selembar kertas ukuran folio dengan kolom yang sudah tercetak, dan biasanya tersedia dalam beberapa warna: biru, kuning, hijau, atau merah muda.
Pertanyaan yang paling sering muncul soal blanko ini menyangkut warnanya. Jawabannya melegakan: isi kolom pada semua warna itu sama persis. Kertas biru dan kertas kuning memuat kolom yang identik, jadi contoh pengisian untuk keduanya juga sama. Warna hanya pembeda tumpukan di rak penjual.
Warna baru menjadi penting kalau pemberi kerja menyebutkannya. Sebagian instansi dan sekolah membiasakan satu warna tertentu supaya berkas mudah dipilah petugas. Bila pengumuman menyebut warna, ikuti. Bila tidak, ambil warna apa saja yang tersedia — biru dan kuning yang paling umum di rak.

Beberapa hal teknis yang memperbaiki hasil akhir blanko cetak:
- Pakai pulpen tinta hitam. Tinta biru masih diterima di banyak tempat, tetapi hitam lebih aman karena terbaca jelas saat difotokopi ulang oleh bagian administrasi.
- Beli dua lembar sekaligus. Blanko tidak menyediakan ruang koreksi. Satu coretan tinta membuat lembar itu sulit diselamatkan, dan tip-ex pada dokumen lamaran memberi kesan ceroboh.
- Isi dengan huruf balok bila tulisan sambung Anda rapat. Kolom pada blanko cetak biasanya hanya setinggi satu baris.
- Jangan mengubah struktur kolom. Kalau ada kolom yang tidak relevan, tulis tanda hubung, bukan dibiarkan kosong. Kolom kosong terbaca sebagai lupa diisi; tanda hubung terbaca sebagai memang tidak ada.
3. Isi Kolom Data Pribadi Sesuai Dokumen Resmi
Bagian pembuka setiap daftar riwayat hidup selalu berisi identitas. Isi berurutan: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, status perkawinan, kewarganegaraan, alamat, nomor telepon, dan alamat email.
Aturannya satu dan berlaku untuk seluruh kolom ini: tulis apa adanya sesuai dokumen resmi, bukan versi yang biasa Anda pakai sehari-hari.

| Kolom | Keliru | Benar |
|---|---|---|
| Nama lengkap | Adit S. | Aditya Saputra |
| Tempat, tanggal lahir | Bandung, 12-8-99 | Bandung, 12 Agustus 1999 |
| Alamat | Kompleks blok C no. 5 | Jl. Cempaka Raya No. 5, RT 03/RW 07, Kel. Sukamaju, Kec. Cibeunying, Bandung 40123 |
| Nomor telepon | 0812 xxxx xxxx (tidak aktif) | 081234567890 (aktif dan bisa dihubungi) |
| adit_ganteng99@… | aditya.saputra@… |
Tiga catatan tambahan untuk bagian ini:
Alamat ditulis lengkap sampai kode pos. Panitia seleksi sering mengirimkan surat pemanggilan lewat pos ke alamat ini. Alamat setengah jadi membuat surat itu tidak sampai.
Nomor telepon harus yang benar-benar aktif. Sebelum menyerahkan berkas, pastikan nomor tersebut tidak sedang dalam masa tenggang. Panggilan wawancara umumnya hanya dicoba satu sampai dua kali.
Alamat email sebaiknya memakai nama Anda. Alamat email masa sekolah dengan julukan atau angka acak memberi kesan tidak siap. Membuatnya baru hanya butuh beberapa menit — panduannya ada di artikel cara membuat email baru.
4. Susun Riwayat Pendidikan dari Jenjang Terendah
Pada daftar riwayat hidup baku, urutan pendidikan ditulis menaik: SD di baris pertama, pendidikan terakhir di baris paling bawah. Ini berbeda dengan CV modern yang justru menempatkan pendidikan terakhir lebih dulu, dan perbedaan itulah yang sering membuat orang bingung ketika mengisi dua dokumen sekaligus.

Setiap baris memuat empat hal: jenjang, nama sekolah versi ijazah, kota, dan tahun. Contoh susunannya:
| Jenjang | Nama sekolah | Kota | Tahun |
|---|---|---|---|
| SD | SD Negeri 3 Sukamaju | Bandung | 2005–2011 |
| SMP | SMP Negeri 12 Bandung | Bandung | 2011–2014 |
| SMA/SMK | SMK Negeri 2 Bandung | Bandung | 2014–2017 |
| D3/S1 | Universitas Pendidikan Indonesia | Bandung | 2017–2021 |
Dua pertanyaan yang selalu muncul di bagian ini:
Perlukah mencantumkan TK? Tidak. Mulai dari SD. TK hanya relevan pada formulir yang secara khusus menyediakan kolomnya.
Bagaimana kalau barisnya tidak cukup? Blanko cetak kadang hanya menyediakan tiga baris. Isi jenjang yang paling relevan — SMA atau SMK dan pendidikan tinggi — dan pastikan pendidikan terakhir tidak sampai tertinggal, karena itulah yang dicocokkan dengan ijazah yang Anda lampirkan.
Bagaimana bila kuliah belum selesai? Tulis tetap, dengan keterangan jujur pada kolom tahun: "2021–sekarang" bila masih berjalan, atau "2019–2022 (tidak selesai)" bila berhenti di tengah jalan. Menghilangkan periode itu justru menyisakan jeda tahun yang akan ditanyakan saat wawancara.
5. Tulis Pengalaman Kerja, Termasuk Bila Belum Pernah Bekerja
Berbeda dengan pendidikan, pengalaman kerja ditulis dari yang paling baru. Pekerjaan terakhir di baris pertama, pekerjaan pertama di baris terbawah. Setiap baris memuat nama perusahaan, jabatan, dan periode kerja.
Sebutkan jabatan persis seperti pada surat keterangan kerja. "Staf Administrasi" jangan diperhalus menjadi "Manajer Administrasi" — perbedaan itu ketahuan saat pemeriksaan berkas, dan konsekuensinya jauh lebih berat daripada jabatan yang terdengar sederhana.
Bagi Anda yang belum pernah bekerja sama sekali, kolom ini tetap tidak boleh dibiarkan kosong. Yang dapat Anda tulis:
- Praktik kerja lapangan atau magang — cantumkan nama tempat, bidang kerjanya, dan lamanya.
- Pengalaman organisasi — jabatan di OSIS, himpunan mahasiswa, atau karang taruna beserta periodenya.
- Kepanitiaan — acara yang Anda tangani dan peran Anda di dalamnya.
- Kerja lepas — mengajar les, membantu usaha keluarga, menerima pesanan desain, dan sejenisnya.
Kalau memang benar-benar belum ada satu pun, tulis "Belum memiliki pengalaman kerja" pada kolom tersebut. Kalimat jujur satu baris jauh lebih baik daripada kolom kosong yang menggantung.
6. Tutup dengan Pernyataan, Tanggal, dan Tanda Tangan
Bagian penutup inilah yang mengubah daftar riwayat hidup dari sekadar catatan menjadi dokumen yang mengikat. Susunannya baku dan sebaiknya tidak diubah.

Kalimat pernyataan. Umumnya berbunyi: "Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya." Pada blanko cetak kalimat ini sudah tersedia — Anda tidak perlu menambahkan lagi.
Tempat dan tanggal. Tulis kota tempat Anda menandatangani dan tanggal penyerahan berkas, bukan tanggal Anda mengisi formulir seminggu sebelumnya. Selisih tanggal yang terlalu jauh dari surat lamaran terlihat seperti berkas daur ulang.
Tanda tangan dan nama terang. Tanda tangan di atas, nama lengkap di bawahnya. Gunakan tanda tangan yang sama dengan yang ada di KTP dan ijazah.
Materai. Untuk lamaran kerja biasa, materai umumnya tidak diperlukan. Yang mewajibkan materai Rp10.000 adalah daftar riwayat hidup dalam seleksi CPNS dan PPPK. Bila memang diminta, tempel materai lebih dulu, lalu tanda tangani sehingga sebagian goresan mengenai materai.
Pas foto. Kalau blanko menyediakan kotak foto, tempel pas foto terbaru sesuai ukuran yang tertera — biasanya 3×4 atau 4×6. Pakai foto formal berlatar polos, bukan potongan foto acara keluarga.
Untuk berkas yang dikirim secara elektronik, tanda tangan bisa dibubuhkan secara digital tanpa mencetak dokumennya. Caranya dibahas terpisah di panduan cara membuat tanda tangan digital.
Contoh Daftar Riwayat Hidup yang Sudah Diisi
Berikut contoh isi daftar riwayat hidup yang lengkap untuk lulusan SMK yang melamar kerja pertama kali. Nama dan data di dalamnya fiktif — ganti dengan data Anda sendiri.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi
- Nama Lengkap: Aditya Saputra
- Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 12 Agustus 2003
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Agama: Islam
- Status Perkawinan: Belum Menikah
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Alamat: Jl. Cempaka Raya No. 5, RT 03/RW 07, Kel. Sukamaju, Kec. Cibeunying Kaler, Bandung 40123
- Nomor Telepon: 081234567890
- Email: aditya.saputra@contohemail.com
Riwayat Pendidikan
- SD Negeri 3 Sukamaju, Bandung (2009–2015)
- SMP Negeri 12 Bandung, Bandung (2015–2018)
- SMK Negeri 2 Bandung, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Bandung (2018–2021)
Pengalaman
- Praktik Kerja Lapangan, CV Mitra Data Bandung, bagian perawatan jaringan (Januari–Maret 2021)
- Anggota Divisi Perlengkapan OSIS SMK Negeri 2 Bandung (2019–2020)
Keahlian
- Perakitan dan perawatan komputer
- Instalasi jaringan lokal dan konfigurasi router
- Microsoft Word dan Excel tingkat dasar
Penutup
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.
Bandung, 7 Agustus 2026
(tanda tangan)
Aditya Saputra
Contoh untuk Pelamar yang Sudah Punya Pengalaman Kerja
Kalau Anda sudah pernah bekerja, dua bagian berubah: pengalaman kerja naik menjadi bagian yang paling berbobot, dan keahlian disesuaikan dengan posisi yang dituju. Sisanya tetap sama.
Pengalaman Kerja
- Teknisi Jaringan, PT Sinar Data Nusantara, Bandung (Maret 2021 – Juli 2024). Menangani perawatan jaringan kantor dan penanganan gangguan koneksi harian.
- Staf IT Support, CV Mitra Komputer, Bandung (Agustus 2024 – sekarang). Menangani perbaikan perangkat dan instalasi ulang sistem operasi.
Pelatihan dan Sertifikat
- Pelatihan Jaringan Dasar, Balai Latihan Kerja Bandung (2022)
Perhatikan urutannya: pekerjaan terbaru di atas, kebalikan dari riwayat pendidikan. Tulis bulan dan tahun, bukan tahun saja, supaya periode kerjanya jelas dan cocok dengan surat keterangan kerja Anda.
Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan di Kertas Folio
Sebagian lowongan meminta daftar riwayat hidup tulis tangan. Permintaan ini paling sering datang dari pabrik, instansi pemerintah daerah, dan sekolah — dan yang dinilai bukan hanya isinya, tetapi juga kerapian tulisan Anda.
Bedanya dengan blanko cetak: di sini tidak ada kolom yang menuntun. Anda menyusun sendiri seluruh tata letaknya dari lembar kosong, dan di situlah kebanyakan orang tersandung.
Yang perlu disiapkan: kertas folio bergaris ukuran F4 (215 × 330 mm, lebih panjang dari A4), pulpen tinta hitam, dan penggaris.

Susunannya dari atas ke bawah: judul di tengah, data pribadi dengan titik dua sejajar, riwayat pendidikan urut dari SD, pengalaman bila ada, lalu kalimat pernyataan, kota dan tanggal, tanda tangan, dan nama terang. Isian selengkapnya bisa Anda salin dari contoh di bagian sebelumnya — yang berubah hanya medianya, bukan datanya.
Beberapa hal yang membedakan hasil rapi dari hasil berantakan:
- Buat margin dengan pensil tipis di keempat sisi sekitar dua sentimeter, lalu hapus setelah tinta kering.
- Tulis judul di tengah dengan huruf kapital, beri jarak dua baris sebelum masuk ke data pribadi.
- Sejajarkan titik dua pada kolom data pribadi. Deretan titik dua yang lurus membuat halaman terlihat tertata meskipun tulisan Anda biasa saja.
- Jangan memakai tip-ex. Kalau salah, ulangi dari lembar baru. Karena itu siapkan tiga sampai empat lembar folio sejak awal.
- Tulis pelan. Menulis satu halaman folio dengan rapi butuh sekitar dua puluh menit. Terburu-buru pada baris terakhir merusak kesan seluruh halaman.
Untuk lulusan SMK dan SMA yang baru selesai sekolah, isi bagian pengalaman dengan praktik kerja lapangan dan jabatan di OSIS — dua hal itu yang paling sering diminati pemberi kerja di tahap awal. Untuk fresh graduate kuliah, tambahkan magang dan kepanitiaan, lalu sebutkan jurusan pada baris pendidikan terakhir.
Berkas tulis tangan biasanya diminta berbarengan dengan surat lamaran yang juga ditulis tangan. Formatnya dibahas di cara membuat surat lamaran kerja.
Daftar Riwayat Hidup untuk CPNS dan PPPK Berbeda Dokumen
Kalau Anda mencari cara mengisi DRH untuk seleksi CPNS atau PPPK, dokumennya bukan blanko fotokopi dan bukan pula tulis tangan bebas. DRH dalam seleksi ASN adalah formulir resmi yang diisi lewat akun Anda di portal SSCASN milik BKN, lalu dicetak untuk ditandatangani.

Garis besar alurnya:
- Peserta yang dinyatakan lulus masuk ke akun SSCASN pada masa pengisian DRH.
- Formulir diisi secara daring — datanya jauh lebih rinci daripada blanko biasa, mencakup nomor SK, riwayat jabatan, riwayat penghasilan, sampai keterangan keluarga.
- Berkas dicetak, lalu ditandatangani di atas materai Rp10.000. Beberapa instansi meminta materai elektronik yang dibubuhkan lewat layanan e-Meterai Peruri.
- Dokumen yang sudah bertanda tangan dipindai dan diunggah kembali sesuai batas waktu yang diumumkan instansi.
Tiga hal yang membedakan DRH ASN dari daftar riwayat hidup lamaran kerja biasa: materai wajib, data jauh lebih rinci, dan batas waktu yang mengikat. Melewatkan batas waktu unggah dapat menggugurkan kelulusan Anda. Ikuti pengumuman resmi instansi masing-masing, karena rincian format dan tanggalnya berbeda tiap periode seleksi.
Bedanya dengan CV
Dalam percakapan sehari-hari, "daftar riwayat hidup" dan "CV" sering dianggap satu benda. Secara harfiah curriculum vitae memang berarti riwayat hidup. Namun dalam praktik lamaran kerja di Indonesia, keduanya sudah menjadi dua dokumen dengan wajah berbeda.

| Aspek | Daftar Riwayat Hidup | CV |
|---|---|---|
| Bentuk | Formulir baku, kolom sudah ditentukan | Bebas, ditata sendiri |
| Isi | Data lengkap termasuk agama, status kawin, nama orang tua | Fokus profesional: pengalaman, keahlian, pencapaian |
| Urutan pendidikan | Menaik, dari SD | Menurun, pendidikan terakhir lebih dulu |
| Nada penulisan | Netral dan administratif | Persuasif, menonjolkan pencapaian |
| Paling sering diminta | Pabrik, instansi, administrasi sekolah | Perusahaan swasta, lamaran lewat email |
Kesimpulan praktisnya sederhana. Kalau yang diminta selembar formulir dengan kolom tercetak, itu daftar riwayat hidup — isi apa adanya. Kalau yang diminta dokumen bebas untuk dikirim lewat email, buat CV yang menonjolkan pencapaian Anda.
Kesalahan yang Paling Sering Membuat Berkas Dikembalikan
Periksa Sebelum Menyerahkan
Lima kesalahan berikut berulang hampir di setiap tumpukan berkas lamaran.
Nama tidak sama dengan ijazah. Gelar ditulis di satu dokumen tetapi tidak di dokumen lain, atau nama tengah disingkat. Verifikator membaca dua dokumen berdampingan.
Tahun lulus tidak sinkron. Tahun pada daftar riwayat hidup berbeda satu tahun dengan ijazah. Ini nyaris selalu karena mengisi dari ingatan.
Kolom dibiarkan kosong. Formulir dengan kolom kosong terlihat belum selesai. Isi tanda hubung untuk kolom yang tidak relevan.
Data terlalu panjang sampai keluar kolom. Pada blanko cetak, ruang yang tersedia hanya satu baris. Ringkas kalimatnya, jangan menulis miring ke bawah atau ke pinggir.
Fotokopi berkas dilakukan setelah ditandatangani, bukan sebelumnya. Simpan satu lembar kosong sebagai cadangan dan satu lembar hasil isian sebagai arsip, supaya lamaran berikutnya tidak dimulai dari nol.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara mengisi daftar riwayat hidup?
Isi kolom data pribadi sesuai KTP dan ijazah, tulis riwayat pendidikan dari SD sampai jenjang terakhir, cantumkan pengalaman kerja atau organisasi beserta tahunnya, lalu tutup dengan pernyataan kebenaran data, tempat, tanggal, dan tanda tangan. Pada blanko cetak, cukup mengisi kolom yang sudah tersedia tanpa mengubah strukturnya.
Daftar riwayat hidup isinya apa saja?
Data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja atau organisasi, keahlian, dan bagian penutup berisi pernyataan serta tanda tangan. Sebagian blanko menambahkan kolom nama orang tua, riwayat pelatihan, atau keterangan lain-lain sesuai kebutuhan penerbitnya.
Apa bedanya CV dengan daftar riwayat hidup?
Daftar riwayat hidup berbentuk formulir baku dengan kolom yang sudah ditentukan dan memuat data administratif lengkap. CV bentuknya bebas, isinya fokus pada pengalaman dan pencapaian profesional. Urutan pendidikannya pun terbalik: daftar riwayat hidup dimulai dari SD, CV dimulai dari pendidikan terakhir.
Apakah daftar riwayat hidup harus memakai materai?
Untuk lamaran kerja biasa umumnya tidak perlu. Materai Rp10.000 diwajibkan pada DRH seleksi CPNS dan PPPK. Bila diminta, tempel materai lebih dulu lalu tanda tangani sehingga goresan tanda tangan mengenai sebagian materai.
Apa isi blanko daftar riwayat hidup warna biru dan kuning berbeda?
Tidak berbeda. Kertas biru dan kertas kuning memuat kolom yang sama persis, sehingga contoh pengisiannya pun identik. Warna hanya membedakan tumpukan di rak penjual. Ikuti warna tertentu hanya bila pemberi kerja menyebutkannya dalam pengumuman.
Berapa harga blanko daftar riwayat hidup di fotokopi?
Umumnya di bawah dua ribu rupiah per lembar, tergantung kios. Belilah dua lembar sekaligus sebagai cadangan, karena blanko tidak menyediakan ruang koreksi dan satu coretan sudah cukup membuat lembar itu tidak layak diserahkan.
Formulir yang berisi data diri seseorang secara lengkap disebut apa?
Disebut daftar riwayat hidup, atau dalam konteks resmi kepegawaian disingkat DRH. Isinya memuat identitas pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keahlian, dan pernyataan kebenaran data yang ditandatangani pemiliknya.
Bolehkah daftar riwayat hidup diketik, bukan ditulis tangan?
Boleh, selama pengumuman lowongan tidak meminta tulisan tangan secara khusus. Versi ketik justru lebih mudah dibaca dan dapat Anda simpan untuk lamaran berikutnya. Kalau diminta tulis tangan, kerjakan dengan tangan — permintaan itu memang dipakai untuk menilai ketelitian pelamar.
Bagaimana mengisi kolom pengalaman kerja kalau belum pernah bekerja?
Isi dengan praktik kerja lapangan, magang, kepanitiaan, atau jabatan organisasi lengkap dengan periodenya. Bila benar-benar belum ada, tulis "Belum memiliki pengalaman kerja". Jangan dibiarkan kosong karena terbaca sebagai kolom yang lupa diisi.
Apa itu DRH dalam seleksi PPPK?
DRH adalah singkatan dari Daftar Riwayat Hidup, dokumen yang diisi peserta setelah dinyatakan lulus seleksi. Pengisiannya dilakukan lewat akun SSCASN, isinya lebih rinci daripada blanko biasa, lalu dicetak dan ditandatangani di atas materai sebelum diunggah kembali.
Penutup
Mengisi daftar riwayat hidup bukan soal merangkai kalimat indah, melainkan soal ketelitian. Dokumen ini dibaca sebagai data yang akan dicocokkan dengan berkas lain, jadi nilai terbesarnya ada pada kesesuaian: nama yang sama dengan ijazah, tahun yang sama dengan transkrip, alamat yang benar-benar bisa dikirimi surat.
Siapkan dokumen pendukung lebih dulu, isi pelan-pelan, dan sisakan satu lembar cadangan. Setelah formulirnya rapi, lengkapi berkas Anda dengan surat lamaran dan CV supaya lamaran terkirim utuh dalam satu paket.
Bagikan artikel
Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.
Artikel Terkait

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Benar + Contoh
Cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar: struktur lengkap, contoh tulis tangan dan Word, plus tips agar dilirik HRD. Cocok untuk fresh graduate.

Cara Membuat CV Lamaran Kerja Menarik & Lolos ATS (Contoh)
Cara membuat CV lamaran kerja yang menarik dan lolos ATS: struktur, contoh CV fresh graduate, cara menulis pengalaman, sampai membuatnya di Word dan Canva.

Cara Menghitung Rata-Rata Nilai Raport (Semester 1–5)
Cara menghitung rata-rata nilai raport semester 1–5 dengan benar: rumus dasar, contoh angka, cara cepat di Excel, plus kesalahan yang membuat hasil meleset.
