Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Keluarga (Lengkap)

Daftar Isi
Niat zakat fitrah cukup diucapkan dalam hati saat beras atau uang zakat diserahkan. Kalau ingin melafalkannya, untuk diri sendiri bacaannya Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa. Untuk anggota keluarga, cukup ganti kata nafsii dengan sebutan orang yang dizakati, misalnya zaujatii untuk istri atau waladii untuk anak laki-laki.
Besarnya 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa menurut Peraturan Menteri Agama, atau Rp50.000 per jiwa untuk wilayah Jabodetabek menurut BAZNAS RI tahun 2026. Zakat fitrah dibayar paling lambat sebelum salat Idul Fitri dimulai.
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama diriku sendiri, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Poin Penting
- Siapa wajib: setiap muslim yang masih hidup saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan dan punya kelebihan makanan untuk malam dan hari raya. Termasuk bayi.
- Besaran: 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa (PMA 52/2014). Fatwa MUI 65/2022 memakai 2,7 kg. Versi uang mengikuti harga beras setempat; BAZNAS RI menetapkan Rp50.000 untuk Jabodetabek 2026.
- Waktu: boleh sejak awal Ramadan, paling utama pagi sebelum salat Id, dan tidak boleh ditunda melewati hari raya.
- Untuk keluarga: kepala keluarga membayar untuk dirinya dan semua yang ia nafkahi, lalu niatnya disesuaikan.
- Penerima: diutamakan fakir dan miskin, supaya mereka punya makanan di hari raya.
Panduan di bawah ini disusun sebagai urutan kerja. Anda mulai dari memastikan siapa saja yang wajib, menghitung besarnya, memilih beras atau uang, menentukan waktu, membaca niat yang sesuai, sampai menyerahkannya dan membaca doa. Lafal niat untuk istri, suami, anak, orang tua, dan orang yang mewakilkan ada di langkah ke-5.
Apa Itu Zakat Fitrah? Pengertian, Hukum, dan Dalilnya
Apa yang dimaksud zakat fitrah? Zakat fitrah adalah zakat jiwa: yang dikenai adalah orangnya, bukan hartanya.
Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 Pasal 1 merumuskan pengertian zakat fitrah sebagai zakat jiwa yang wajib atas setiap muslim yang masih hidup di bulan Ramadan.
Arti zakat fitrah berasal dari kata fithr, yaitu berbuka atau selesai berpuasa. Karena itu namanya dalam bahasa Arab zakat al-fithr, dan kewajibannya jatuh tepat saat Ramadan berakhir. Zakat fitrah disebut juga dengan zakat badan, zakat nafs (jiwa), atau shadaqah al-fithr.
Hukum Zakat Fitrah
Apakah zakat fitrah wajib? Ya. Zakat fitrah hukumnya wajib (fardu ain) bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Jadi hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib, bukan sunah.
Kewajiban ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, dewasa dan anak-anak, termasuk bayi yang baru lahir. Zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua Hijriah, tahun yang sama dengan diwajibkannya puasa Ramadan.
Dalil zakat fitrah yang utama adalah hadis Ibnu Umar. Menurut riwayat itu, Rasulullah SAW menetapkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap muslim.
Kewajiban itu mencakup yang merdeka dan hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa. Zakat itu diperintahkan sampai ke penerima sebelum jamaah berangkat salat Id (HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984).
Hadis Ibnu Abbas menjelaskan tujuannya. Zakat fitrah membersihkan orang yang berpuasa dari ucapan yang tak berguna dan ucapan keji, sekaligus menjadi makanan bagi orang miskin. Yang dibayar sebelum salat Id diterima sebagai zakat, sedangkan yang dibayar sesudahnya hanya tercatat sebagai sedekah biasa (HR. Abu Dawud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827).
Hukum tidak membayar zakat fitrah padahal mampu adalah berdosa, karena meninggalkan kewajiban. Kewajibannya juga tidak gugur hanya karena waktunya terlewat. Orang yang lalai tetap wajib membayarnya sebagai qada dan bertobat.
Rukun dan Syarat Sah Zakat Fitrah
Rukun zakat fitrah ada empat. Kalau salah satunya tidak ada, zakat itu belum terlaksana.
| Rukun | Artinya dalam praktik |
|---|---|
| Niat | Dalam hati saat menyerahkan atau saat memisahkan beras zakat |
| Muzaki | Orang yang membayar, untuk dirinya atau tanggungannya |
| Mustahik | Penerima yang berhak, terutama fakir dan miskin |
| Harta zakat | Makanan pokok seberat 1 sha', atau uang senilainya bila memakai pendapat yang membolehkan |
Syarat sah zakat fitrah mengikuti rukun itu. Niatnya harus ada, takarannya harus penuh satu sha' per jiwa, penerimanya harus orang yang berhak, dan waktunya tidak melewati hari raya.
Tujuan, Hikmah, dan Manfaat Zakat Fitrah
Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah dua hal, sesuai hadis Ibnu Abbas tadi. Ke dalam, zakat ini menambal kekurangan puasa Ramadan. Ke luar, zakat ini memastikan tidak ada orang miskin di sekitar Anda yang kelaparan pada hari raya.
Hikmah lainnya terasa di tingkat kampung. Beras zakat dikumpulkan di masjid, dibagikan dalam hitungan jam sebelum Lebaran, dan langsung menjadi makanan di rumah penerimanya. Ibadah ini sangat konkret: satu jiwa membayar, satu keluarga lain bisa makan.
Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal
Zakat fitrah melekat pada jiwa, sedangkan zakat mal melekat pada harta. Orang yang tidak punya tabungan tetap wajib zakat fitrah selama ada kelebihan makanan untuk hari raya. Sebaliknya, zakat mal baru wajib kalau hartanya mencapai nisab setara 85 gram emas dan sudah dimiliki setahun.
Besarannya pun berbeda. Zakat fitrah satu takaran tetap per orang, sedangkan zakat mal 2,5% dari harta bersih. Rumus, nisab rupiah, dan contohnya ada di panduan cara menghitung zakat mal.
1. Pastikan Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah
Ketentuan zakat fitrah yang pertama menyangkut siapa yang terkena kewajiban. Syarat zakat fitrah, tepatnya syarat wajibnya, menurut PMA 52/2014 Pasal 2 ayat (4) ada tiga:
- Beragama Islam.
- Hidup pada bulan Ramadan. Patokan para ulama mazhab Syafi'i lebih tepat lagi: masih hidup saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.
- Punya kebutuhan pokok berlebih pada malam dan hari raya Idul Fitri. Orang yang beras di rumahnya hanya cukup untuk makan keluarganya pada hari itu tidak wajib membayar.
Syarat ketiga ini sering disalahpahami. Ukurannya bukan "kaya" atau punya gaji. Selama ada makanan lebih setelah kebutuhan malam dan hari raya tercukupi, zakat fitrah sudah wajib, sehingga sebagian penerima zakat pun bisa sekaligus menjadi pembayarnya.
Kasus Batas Waktu Magrib Akhir Ramadan
Karena kewajibannya jatuh saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan, beberapa kasus di keluarga punya jawaban yang jelas:
- Bayi lahir sebelum magrib di hari terakhir Ramadan wajib dizakati. Bayi yang lahir setelah magrib (sudah malam takbiran) tidak wajib.
- Janin dalam kandungan tidak wajib zakat fitrah.
- Anggota keluarga yang meninggal sebelum magrib tidak wajib dizakati. Yang meninggal setelah magrib tetap wajib dibayarkan dari hartanya.
- Menikah sebelum magrib di hari terakhir Ramadan berarti suami sudah menanggung zakat fitrah istrinya tahun itu.
- Orang yang masuk Islam mengikuti patokan yang sama.
Siapa yang Membayarkan Zakat untuk Siapa
Setiap orang wajib atas dirinya sendiri, dan kepala keluarga juga wajib atas jiwa yang ia tanggung nafkahnya. Fatwa MUI Nomor 65 Tahun 2022 merumuskannya sebagai kewajiban "atas dirinya dan jiwa yang menjadi tanggungannya". Dalam praktik:
- Suami membayar untuk dirinya, istri, dan anak-anak yang masih ia nafkahi.
- Anak dewasa yang sudah mandiri membayar sendiri. Kalau orang tuanya ingin membayarkan, minta izin anaknya dulu.
- Orang tua yang ditanggung nafkahnya oleh anak dizakati oleh anak tersebut.
- Istri yang berpenghasilan sementara suaminya kesulitan tidak wajib membayar untuk dirinya, tetapi dianjurkan membayarnya.
- Asisten rumah tangga yang tinggal dan dinafkahi oleh majikan ikut ditanggung menurut mazhab Syafi'i. Kalau ia hanya digaji, ia membayar sendiri dari gajinya.
Bagaimana kalau kelebihan beras di rumah hanya cukup untuk sebagian keluarga? Urutannya menurut mazhab Syafi'i: diri sendiri, istri, anak yang paling kecil, ayah, ibu, lalu anak dewasa yang tidak mampu bekerja.
2. Hitung Besaran Zakat Fitrah: Berapa Kg, Liter, dan Rupiah
Zakat fitrah berapa kg, atau berapa kilo beras untuk zakat fitrah? Satu sha' makanan pokok per jiwa. Takaran zakat fitrah di Indonesia diterjemahkan ke beras dengan tiga angka yang sama-sama dipakai, tergantung acuannya:
| Acuan | Beras per jiwa | Versi uang |
|---|---|---|
| PMA 52/2014 Pasal 30 | 2,5 kg atau 3,5 liter | senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras |
| Fatwa MUI 65/2022 | 2,7 kg atau 3,5 liter | harga beras yang dikonsumsi muzaki, harga pasar setempat |
| SK Ketua BAZNAS 14/2026 | 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium | Rp50.000 (Jabodetabek) |
Angka 2,7 kg muncul karena Komisi Fatwa MUI mengonversi satu sha' secara lebih hati-hati. Sebagian BAZNAS daerah sudah memakainya dalam aturan zakat fitrah setempat.
Kota Semarang, misalnya, menetapkan 2,7 kg beras atau Rp50.000 untuk tahun 2026. Kalau Anda ragu, memakai 2,7 kg tidak pernah kurang, dan kelebihannya bernilai sedekah.
Kenapa 2,5 Kg tetapi 3,5 Liter?
Zakat fitrah berapa liter? Jawabannya 3,5 liter, dan angka ini tidak bertentangan dengan 2,5 kg.
Satu sha' sejak awal adalah ukuran volume (takaran), bukan berat. Beras lebih ringan dari air, sehingga 3,5 liter beras beratnya kurang dari 3,5 kg.
Konversinya bergantung pada jenis dan kepadatan beras. Ulama mazhab Syafi'i kontemporer, Muhammad Az-Zuhaili, memperkirakan satu sha' (empat mud) sekitar 3 liter atau 2,4 kg. Angka resmi Indonesia dibulatkan ke atas menjadi 2,5 kg atau 3,5 liter supaya aman.
Besaran Zakat Fitrah 2026 dalam Uang
Berapa zakat fitrah 2026 dalam rupiah, atau bayar zakat fitrah berapa per orang?
Besaran zakat fitrah tahun 2026 versi BAZNAS RI adalah Rp50.000 per jiwa untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, ditetapkan melalui Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 14 Tahun 2026, yang diumumkan Selasa, 3 Februari 2026. Ketentuan zakat fitrah 2026 itu sekaligus menetapkan fidyah Rp65.000 per jiwa per hari.
Angka Rp50.000 itu bukan tarif nasional. BAZNAS RI menyatakan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan lembaga amil zakat boleh menetapkan nilai sendiri bila harga beras di daerahnya berbeda jauh. Sebagai gambaran besarnya selisih, tahun 2025 BAZNAS Jawa Barat mencatat rentang dari Rp31.250 (Kabupaten Pangandaran) sampai Rp47.000 (Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor) dalam satu provinsi.
Jadi, nominal zakat fitrah 2026 di daerah Anda belum tentu sama dengan angka Jabodetabek, karena harga zakat fitrah 2026 mengikuti harga beras setempat. Untuk angka yang tepat, cek pengumuman BAZNAS kabupaten/kota Anda atau panitia zakat di masjid setempat. Pengumuman ini biasanya keluar menjelang atau di awal Ramadan.
Zakat Fitrah 2027 (Ramadan 1448 H)
Ramadan berikutnya jatuh sekitar Februari 2027. Muhammadiyah, lewat Kalender Hijriah Global Tunggal, sudah menetapkan 1 Ramadan 1448 H pada Senin, 8 Februari 2027 dan Idul Fitri pada Selasa, 9 Maret 2027. Pemerintah menetapkan tanggal resminya lewat sidang isbat Kementerian Agama.
Besaran zakat fitrah untuk Ramadan 1448 H belum diumumkan. Polanya, BAZNAS RI merilis SK baru menjelang Ramadan dengan menyesuaikan harga beras terbaru, jadi angka Rp50.000 di atas sebaiknya dianggap patokan sementara.
Cara Menghitung Zakat Fitrah untuk Satu Keluarga
Perhitungan zakat fitrah hanya perkalian sederhana:
Zakat fitrah keluarga =
jumlah jiwa × takaran per jiwa
Contoh: keluarga dengan ayah, ibu, dua anak, dan nenek yang tinggal serta ditanggung nafkahnya. Jumlahnya 5 jiwa.
| Acuan | Hitungan | Total untuk 5 jiwa |
|---|---|---|
| Beras (PMA) | 5 × 2,5 kg | 12,5 kg |
| Beras (Fatwa MUI) | 5 × 2,7 kg | 13,5 kg |
| Takaran liter | 5 × 3,5 liter | 17,5 liter |
| Uang BAZNAS RI (Jabodetabek) | 5 × Rp50.000 | Rp250.000 |
| Uang, harga beras Rp15.000/kg | 5 × 2,5 × Rp15.000 | Rp187.500 |
Baris terakhir menunjukkan cara menghitung sendiri kalau di daerah Anda belum ada pengumuman resmi. Kalikan takaran per jiwa dengan harga beras yang biasa Anda makan sehari-hari, lalu kalikan jumlah jiwa.
3. Pilih Bentuknya: Beras atau Uang
Bentuk asal zakat fitrah adalah makanan pokok. Di Indonesia artinya beras zakat fitrah, sedangkan daerah yang makanan pokoknya sagu atau jagung membayar dengan makanan pokok setempat. Ketentuan ini tercantum di Fatwa MUI 65/2022.
Kualitas berasnya juga ada aturannya. PMA 52/2014 Pasal 30 ayat (2) meminta kualitas beras sesuai yang dikonsumsi sehari-hari.
Kalau di rumah Anda makan beras premium, jangan membayar zakat dengan beras kualitas paling murah. Membayar dengan beras yang lebih baik dari biasanya justru dianjurkan.
Hukum Zakat Fitrah dengan Uang
Zakat fitrah uang hukumnya boleh menurut PMA 52/2014 dan Fatwa MUI 65/2022. Dasarnya pendapat mazhab Hanafi, yang menilai tujuan zakat fitrah adalah mencukupi kebutuhan penerima, dan uang bisa memenuhinya.
Ada dua catatan dari fatwa MUI yang jarang disebut:
- Uang tersebut diamanahkan kepada panitia untuk dibelikan makanan pokok. Dengan cara ini, pendapat yang mewajibkan makanan tetap terpenuhi.
- Nominalnya mengacu ke harga beras yang dikonsumsi muzaki dan harga pasar setempat, bukan angka dari daerah lain.
Mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, berpendapat zakat fitrah harus berupa makanan pokok. Kalau Anda ingin berada di posisi paling aman, bayar dengan beras. Kalau membayar lewat lembaga atau secara online, uang Anda dibelikan beras atau disalurkan sesuai ketentuan lembaga itu.
4. Tentukan Waktu Membayar Zakat Fitrah
Kapan zakat fitrah dibayarkan? Zakat fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, mulai awal Ramadan sampai sebelum salat Idul Fitri pada pagi 1 Syawal. Ketentuan ini sama di PMA 52/2014 Pasal 31 dan Fatwa MUI 65/2022.
Waktu zakat fitrah itu dirinci para ulama menjadi lima, yang dikutip fatwa MUI dari kitab I'anah ath-Thalibin:
| Waktu | Kapan | Hukum |
|---|---|---|
| Jawaz (boleh) | Sejak awal Ramadan | Boleh, disegerakan |
| Wajib | Saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan | Kewajiban mulai berlaku |
| Fadhilah (utama) | Pagi hari raya, sebelum berangkat salat Id | Paling utama |
| Makruh | Setelah salat Id sampai sebelum magrib hari raya | Makruh, kecuali ada uzur |
| Haram | Setelah hari raya berakhir tanpa uzur | Berdosa, tetap wajib diqada |
Waktu makruh boleh dipakai karena uzur, misalnya sengaja menunggu kerabat yang lebih membutuhkan. Lewat dari hari raya, zakatnya tetap wajib dibayar sebagai qada.
Batas Terakhir Bayar Zakat Fitrah
Batas bayar zakat fitrah yang aman adalah sebelum imam memulai salat Idul Fitri. Ada satu ketentuan penting kalau Anda membayar lewat panitia atau lembaga. Fatwa MUI 65/2022 menyatakan zakat yang diwakilkan kepada amil lalu baru disalurkan setelah 1 Syawal tidak sah, kecuali ada uzur syar'i.
Karena itu panitia masjid biasanya menutup penerimaan pada malam takbiran atau pagi sebelum salat. Panitia butuh waktu untuk membagikan beras sebelum salat Id dimulai. Membayar di hari-hari terakhir Ramadan, bukan menit terakhir, membantu zakat Anda sampai tepat waktu.
5. Baca Niat Zakat Fitrah Sesuai Siapa yang Dizakati
Niat adalah rukun, dan tempatnya di hati. Melafalkannya hukumnya sunah, untuk memantapkan hati. Niat dilakukan saat menyerahkan zakat kepada penerima atau amil, atau saat memisahkan beras zakat dari beras lain di rumah.
Banyak orang menyebut lafal ini doa zakat fitrah atau doa niat zakat fitrah. Isinya sama, yaitu bacaan niat zakat fitrah yang diucapkan saat membayar.
Jadi kalau Anda mencari bacaan zakat fitrah, niat dan doa zakat fitrah, atau niat bayar zakat fitrah untuk keluarga, lafalnya ada di bawah ini. Niat membayar zakat fitrah dan niat mengeluarkan zakat fitrah juga merujuk ke lafal yang sama. Doa sesudah menyerahkan zakat, beserta doa untuk penerimanya, ada di langkah ke-7.
Berikut niat zakat fitrah Arab, latin, dan artinya. Semua lafal niat zakat fitrah memakai pola yang sama. Bedanya hanya kata setelah 'an (untuk), yang menyebut siapa yang dizakati:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an … fardhan lillaahi ta'aalaa.
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama diriku sendiri, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Lafal inilah yang biasa dicari sebagai doa zakat fitrah untuk diri sendiri. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri perempuan sama persis. Kata nawaitu (aku berniat) dan nafsii (diriku) tidak berubah menurut jenis kelamin yang mengucapkannya.
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Kepala keluarga yang membayar sekaligus untuk semua tanggungannya bisa memakai satu niat:
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'annii wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama diriku dan semua orang yang menurut syariat wajib kunafkahi, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Niat ini yang dimaksud dengan doa zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga, doa zakat fitrah untuk keluarga, atau niat zakat fitrah sekeluarga. Cakupannya istri, anak, dan siapa pun yang Anda nafkahi. Anda tidak perlu mengulang niat satu per satu.
Satu hal yang perlu dicek: beberapa situs menulis latinnya "maa ya'lunihi", padahal tulisan Arabnya yalzamunii nafaqaatuhum syar'an. Pakai latin yang cocok dengan Arabnya.
Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Suami, dan Anak
Niat zakat fitrah untuk istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama istriku, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk suami
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujii fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama suamiku, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Niat untuk suami dipakai saat istri yang membayarkan zakat suaminya. Pastikan suami sudah tahu dan mengizinkan, karena kewajiban itu miliknya.
Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (sebut nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama anak laki-lakiku (sebut nama), sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk anak perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ ... فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (sebut nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama anak perempuanku (sebut nama), sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Lafal-lafal di atas juga yang dimaksud dengan doa zakat fitrah untuk istri, doa zakat fitrah untuk anak laki-laki, dan doa zakat fitrah untuk anak perempuan. Kalau anak Anda lebih dari satu, sebut semua namanya atau pakai niat keluarga.
Kalau Anda membayar untuk diri sendiri dan istri sekaligus, gabungkan keduanya: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'annii wa 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa (untuk diriku dan istriku). Untuk istri dan anak-anak, niat keluarga di atas sudah mencakup semuanya.
Niat Zakat Fitrah untuk Orang Tua, Saudara, dan Orang Lain
Untuk orang yang tidak Anda nafkahi, yang wajib membayar sebenarnya orang itu sendiri. Anda boleh membayarkannya asalkan ia mewakilkan atau mengizinkan. Lafalnya:
Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ فُلَانٍ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an (sebut nama) fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah atas nama (sebut nama), sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Kata fulaan diganti nama orangnya; untuk perempuan, bentuk Arabnya fulaanah. Kalau ingin menyebut hubungannya, pakai kata ganti dari tabel berikut. Polanya tetap satu kalimat yang sama.
| Dizakati | Kata setelah 'an | Tulisan Arab |
|---|---|---|
| Diri sendiri | nafsii | عَنْ نَفْسِيْ |
| Diri sendiri dan keluarga | 'annii wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqaatuhum | عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ |
| Istri | zaujatii | عَنْ زَوْجَتِيْ |
| Suami | zaujii | عَنْ زَوْجِيْ |
| Anak laki-laki | waladii | عَنْ وَلَدِيْ |
| Anak perempuan | bintii | عَنْ بِنْتِيْ |
| Ayah | abii | عَنْ أَبِيْ |
| Ibu | ummii | عَنْ أُمِّيْ |
| Saudara laki-laki (adik/kakak) | akhii | عَنْ أَخِيْ |
| Saudara perempuan | ukhtii | عَنْ أُخْتِيْ |
| Orang lain | fulaan / fulaanah (sebut nama) | عَنْ فُلَانٍ / فُلَانَةٍ |
Contoh niat zakat fitrah untuk ibu: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an ummii fardhan lillaahi ta'aalaa. Untuk ayah, ganti ummii dengan abii. Kalau orang tua masih mampu dan membayar sendiri, mintalah izin mereka sebelum Anda membayarkannya.
Kalau tidak hafal bahasa Arab
Niat dalam bahasa Indonesia, atau sekadar menyengaja dalam hati "ini zakat fitrah untuk saya dan keluarga", sudah sah. Lafal Arab membantu fokus, tetapi bukan syarat.
6. Serahkan kepada Orang yang Berhak Menerima
Zakat fitrah diberikan kepada siapa, dan siapa yang berhak menerima zakat fitrah? Fatwa MUI 65/2022 menetapkan zakat fitrah ditasarufkan (disalurkan) kepada fakir dan miskin. Ini sejalan dengan tujuan dalam hadis: memberi makan orang miskin pada hari raya.
Jadi syarat penerima zakat fitrah pada dasarnya satu: ia termasuk orang yang berhak, dengan fakir dan miskin sebagai yang paling utama.
Sebagian ulama, termasuk dalam mazhab Syafi'i, membolehkan zakat fitrah disalurkan kepada golongan penerima zakat lain dalam QS. At-Taubah ayat 60. Meski begitu, fakir dan miskin tetap didahulukan.
| Golongan | Siapa | Untuk zakat fitrah |
|---|---|---|
| Fakir | Tidak punya harta dan penghasilan untuk kebutuhan pokok | Utama |
| Miskin | Punya penghasilan, tetapi tidak mencukupi | Utama |
| Amil | Petugas yang mengumpulkan dan membagikan zakat | Sesuai ketentuan lembaga |
| Mualaf | Orang yang baru masuk Islam | Pendapat yang membolehkan |
| Riqab | Pembebasan dari perbudakan | Pendapat yang membolehkan |
| Gharim | Orang yang terlilit utang untuk kebutuhan halal | Pendapat yang membolehkan |
| Fisabilillah | Kepentingan di jalan Allah | Pendapat yang membolehkan |
| Ibnu sabil | Musafir yang kehabisan bekal | Pendapat yang membolehkan |
Siapa yang Tidak Boleh Menerima Zakat Fitrah Anda
- Orang tua, anak, dan istri Anda sendiri. Nafkah mereka sudah menjadi kewajiban Anda, jadi zakat Anda tidak boleh kembali ke mereka.
- Orang yang mampu dan tidak termasuk golongan penerima.
- Nonmuslim. Zakat fitrah tidak disalurkan kepada orang kafir.
Pembagian zakat fitrah boleh ke beberapa penerima sekaligus, tidak harus utuh kepada satu orang.
Bolehkah zakat fitrah diberikan kepada saudara kandung? Boleh, kalau saudara itu fakir atau miskin dan bukan tanggungan nafkah Anda. Memberi kepada kerabat yang membutuhkan bahkan lebih utama, karena sekaligus menyambung silaturahmi.
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah: Langsung, di Masjid, atau Online
Tata cara zakat fitrah dalam praktik tinggal memilih saluran. Ada tiga cara membayar zakat fitrah yang lazim:
- Langsung ke penerima. Bawa beras ke rumah tetangga atau kerabat yang fakir atau miskin. Niatkan dalam hati saat menyerahkan.
- Lewat panitia zakat masjid atau UPZ. Datang ke meja panitia, sebutkan jumlah jiwa dan nama-namanya, serahkan beras atau uang, lalu terima kupon atau tanda terima.
- Online lewat lembaga resmi. BAZNAS, BAZNAS daerah, dan lembaga amil zakat berizin menerima pembayaran lewat situs, transfer bank, dompet digital, atau QRIS. Panduan memindai kode pembayaran ada di cara bayar pakai QRIS.
Untuk pembayaran online, pilih jenis dana zakat fitrah, bukan infak atau sedekah, lalu isi jumlah jiwa sesuai nominal lembaga tersebut. Bayar beberapa hari sebelum Lebaran supaya lembaga sempat menyalurkannya sebelum salat Id.
Ijab Kabul atau Akad Zakat Fitrah
Akad zakat fitrah berupa ucapan serah terima di meja panitia sudah menjadi tradisi di banyak masjid. Contohnya, pembayar berkata: "Ini zakat fitrah saya dan keluarga, lima jiwa, saya serahkan untuk disalurkan." Amil menjawab: "Saya terima, semoga Allah memberkahi."
Ucapan ijab kabul ini baik, tetapi bukan syarat sah. Yang menentukan sahnya zakat adalah niat di hati pembayar dan sampainya zakat kepada orang yang berhak.
7. Baca Doa Zakat Fitrah: Doa Membayar dan Doa Menerima
Doa zakat fitrah (sering disingkat doa fitrah) ada dua sisi. Pembayar membaca doa agar amalnya diterima, sedangkan penerima atau amil mendoakan pembayar.
Doa bayar zakat fitrah, doa mengeluarkan zakat fitrah, doa menyerahkan zakat fitrah, dan doa memberi zakat fitrah semuanya merujuk ke doa pertama di bawah. Untuk penerima tidak ada niat menerima zakat fitrah secara khusus; yang dibaca adalah doa menerima zakat fitrah.
Doa membayar zakat fitrah (dibaca pembayar)
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii'ul 'aliim.
Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 127)
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menganjurkan doa ini, yang juga disebut bacaan mengeluarkan zakat fitrah, dibaca saat menyerahkan zakat. Doa yang sama bisa dipakai sebagai doa setelah zakat fitrah diserahkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.
Doa menerima zakat fitrah (dibaca penerima atau amil)
آجَرَكَ اللّٰهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Aajarakallaahu fiimaa a'thaita, wa baaraka fiimaa abqaita, wa ja'alahu laka thahuuraa.
Artinya: "Semoga Allah memberi pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang engkau sisakan, dan menjadikannya penyuci bagimu."
Doa menerima zakat fitrah lengkap beserta artinya di atas adalah doa ketika menerima zakat fitrah, dibaca amil di meja panitia atau penerima yang didatangi langsung. Dasarnya perintah dalam QS. At-Taubah ayat 103 agar petugas zakat mendoakan orang yang menyerahkan zakatnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membayar Zakat Fitrah
- Lupa menghitung bayi atau anggota keluarga yang menginap lama. Bayi yang lahir sebelum magrib akhir Ramadan wajib dizakati. Orang tua atau kerabat yang tinggal dan dinafkahi juga masuk hitungan.
- Memakai nominal daerah lain. Rp50.000 adalah angka Jabodetabek. Di daerah dengan harga beras lebih rendah, nominalnya lebih kecil, dan sebaliknya.
- Membayar dengan beras paling murah padahal sehari-hari makan beras yang lebih baik. Takaran boleh pas, tetapi kualitasnya wajib setara.
- Menunggu malam takbiran yang ramai. Panitia kewalahan dan beras belum tentu terbagi sebelum salat Id.
- Salah memilih jenis dana saat membayar online, sehingga uang tercatat sebagai infak.
- Menganggap zakat fitrah hanya untuk orang kaya. Syaratnya kelebihan makanan untuk hari raya, bukan memiliki tabungan.
- Memberi zakat ke orang tua atau anak sendiri. Mereka tanggungan nafkah, bukan mustahik dari zakat Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti dari zakat fitrah?
Zakat fitrah artinya zakat berbuka, dari kata fithr yang berarti selesai berpuasa. Yang dimaksud dengan zakat fitrah adalah zakat jiwa yang wajib dikeluarkan setiap muslim di akhir Ramadan, berupa makanan pokok sekitar 2,5 kg per orang, untuk menyucikan puasa dan memberi makan fakir miskin di hari raya.
Zakat fitrah berapa kg per orang?
2,5 kg beras per jiwa menurut PMA 52/2014, atau 2,7 kg menurut Fatwa MUI 65/2022. Dalam takaran volume, keduanya setara 3,5 liter. Untuk satu keluarga, kalikan dengan jumlah jiwa, misalnya 4 orang × 2,5 kg = 10 kg.
Berapa zakat fitrah per orang?
Takaran zakat fitrah 2026 tetap 2,5 kg beras per orang (2,7 kg menurut Fatwa MUI 65/2022) atau 3,5 liter. Kalau dibayar dengan uang, biaya zakat fitrah 2026 di Jabodetabek Rp50.000 per orang. Di daerah lain, berapa bayar zakat fitrah mengikuti harga beras zakat fitrah 2026 setempat yang diumumkan BAZNAS kabupaten/kota.
Apakah niat zakat fitrah harus memegang beras?
Tidak. Niat tempatnya di hati dan sah tanpa memegang beras. Memegang atau menunjuk beras zakat saat berniat hanya membantu menegaskan bahwa beras itulah yang dizakatkan.
Bolehkah membayar zakat fitrah di awal Ramadan?
Boleh. Fatwa MUI 65/2022 menyatakan menyegerakan pembayaran sejak awal Ramadan hukumnya boleh. Waktu paling utama tetap pagi hari raya sebelum salat Id.
Bagaimana jika zakat fitrah dibayar setelah salat Idul Fitri?
Kalau dibayar setelah salat Id tetapi masih di hari raya, hukumnya makruh dan menurut hadis Ibnu Abbas tercatat sebagai sedekah. Kalau terlewat sampai hari raya berakhir tanpa uzur, hukumnya haram, dan zakat itu tetap wajib dibayar sebagai qada.
Apakah orang miskin wajib membayar zakat fitrah?
Wajib, selama ia punya kelebihan makanan untuk malam dan hari raya. Orang yang menerima beras zakat lalu berasnya lebih dari kebutuhan hari raya pun boleh membayar zakat fitrah dari kelebihan itu.
Apakah istri yang bekerja harus membayar zakat fitrah sendiri?
Tidak harus. Kewajiban zakat istri ditanggung suami sebagai pemberi nafkah. Istri boleh membayar sendiri atau atas izin suami, dan dianjurkan melakukannya bila suami sedang kesulitan.
Apakah zakat fitrah online sah?
Sah, selama lembaganya resmi, jenis dananya zakat fitrah, nominalnya sesuai jumlah jiwa, dan Anda berniat saat membayar. Lembaga yang menjadi wakil Anda wajib menyalurkannya sebelum salat Id.
Apakah orang yang meninggal di bulan Ramadan wajib dizakati?
Kalau meninggal sebelum matahari terbenam di hari terakhir Ramadan, tidak wajib. Kalau meninggal setelah magrib malam takbiran, zakat fitrahnya tetap wajib dibayarkan dari harta peninggalannya.
Zakat fitrah dan fidyah sama atau berbeda?
Berbeda. Zakat fitrah wajib bagi setiap jiwa di akhir Ramadan.
Fidyah adalah tebusan bagi orang yang tidak mampu berpuasa, seperti lansia renta atau orang sakit menahun, dan dihitung per hari puasa yang ditinggalkan. BAZNAS RI menetapkan fidyah 2026 sebesar Rp65.000 per hari untuk Jabodetabek.
Penutup
Urutannya sederhana. Hitung jiwa yang Anda tanggung, kalikan dengan 2,5 kg (atau 2,7 kg) beras atau nominal daerah Anda, bayar sebelum salat Id, dan niatkan dengan lafal yang sesuai. Kalau keluarga Anda punya tabungan atau emas yang sudah mencapai nisab, hitung juga kewajiban zakat mal-nya. Bagi pekerja, THR yang cair menjelang Lebaran bisa disisihkan untuk keduanya; rumus THR ada di panduan cara menghitung THR.
Bagikan artikel
Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.
Artikel Terkait

Cara Menghitung Zakat Mal: Nisab, Rumus 2,5% & Contohnya
Cara menghitung zakat mal: syarat nisab dan haul, zakat mal berapa persen, nisab 2026 dalam rupiah, dan contoh hitungan tabungan, emas, gaji, serta usaha.

Cara Menghitung Upah Lembur per Jam, Hari Libur & Contoh
Cara menghitung upah lembur sesuai PP 35/2021: rumus 1/173, pengali hari kerja dan hari libur, contoh lembur 1–4 jam, rumus Excel, dan potongan pajaknya.

Cara Menghitung THR Karyawan: Rumus Prorata, Pajak & Contoh
Cara menghitung THR karyawan tetap, kontrak, harian lepas, dan yang belum 1 tahun: rumus prorata, komponen upah, potongan pajak PPh 21, dan contohnya.
